Ayu Yang Malang

Ayu Yang Malang
Part 114


__ADS_3

"Assalamualaikum," ucap Rio setelah pintu terbuka, Rido shock melihat Papa dia datang, karena Rido diam saja Rio berkata,


"Papa tidak boleh masuk ya," kata Rio merasa tidak enak hati melihat anak dia diam saja.


"Boleh Pa, silahkan masuk," jawab Rido, setelah Rio masuk mereka duduk diruangan tamu, karena mereda penasaran siapa tamu yang datang, Ika melihat kedepan, setelah Ika melihat siapa yang datang ia terkejut, melihat istri mendatangi mereka Rido berkata,


"Ka, buat minum untuk Papa," ujar Rido.


"Tidak usah repot-repot," kata Rio merasa segan.


"Iya bang," jawab Ika, lalu ia menyalami Rio, setelah itu Ika pergi kedapur, sedangkan Rido dan Rio merasa canggung, semenjak pertengkaran mereka dirumah sakit kemarin, Rido dan Rio tidak pernah bertemu lagi, baru hari ini mereka bertemu, sebenarnya Rido tidak lagi membenci Papa dia.


"Bagai mana kabar kalian sehatkan?" kata Rio memulai pembicaraan.


"Alhamdulillah sehat Pa," jawab Rido.


"Syukurlah kalau begitu Papa senang mendengarnya, Anak kamu mana, Papa sudah rindu dengan mereka?" ujar Rio.


"Ada pa, mereka lagi main sama Mama," jawab Rido.


"Papa gimana kamarnya?" kata Rido sambil memperhatikan penampilan Papa dia, kelihatan Rio kurus dan tidak terurus, karena itu Rido bertanya keadaan Papa dia.


"Papa minta maaf Do," ucap Rio sambil bersujud di kaki Rido, tentu saja Rido terkejut, kau Rido membangunkan Papa dia dari bawah kaki dia.


"Pa, jangan seperti ini, Rido sudah memaafkan Papa dari jauh-jauh hari," jawab Rido, ia tau kalau Papa dia saat ini sedang terlihat tidak baik-baik saja, ada kesedihan dimana Papa dia.


"Papa menyesal Do, Papa sekarang tidak punya apa-apa lagi, semua kebun pemberian kakek habis di jual istri Papa, Papa ditipu Do, Leni membawa tabungan Papa bahkan rumah yang dulu kita tempati, sudah dijual dia tanpa sepengetahuan Paa," kata Rio bercerita panjang lebar.


"Astagfirullah hal adzim kok bisa pa," ucap Rido tidak habis pikir.


"Papa yang bodoh Do, Papa tidak tau kalau dia hanya menginginkan uang Papa saja," jawab Rio dengan suara parau menahan Tangi dia agar tidak tumpah.

__ADS_1


Saat Rido dan Rio bercerita Ika datang membawa minum, lalu ia menyuguhkannya kepada Rido dan Rio.


"Diminum Pa," ucap Ika menawarkan.


"Iya terimakasih," jawab Rio.


"Bawa Anak-anak kemari," kata Rido kepada Ika.


"Iya bang," jawab Ika, lalu Ika pergi keruangan televisi mendatangi Rini yang sedang bermain bersama Diba sama Wiah.


"Siapa yang datang?" kata Rini merasa penasaran.


"Papa," jawab Ika, sontak Rini terkejut lalu bertanya.


"Sama siapa dia datang, apa sama istri dia?" ujar Rini, hati dia bergetar mendengar nama nantan suami dia.


"Tidak Ma, Papa datang sendiri," jawab Ika, Rini bisa bernapas lega, karena ia tidak sanggup bila melihat Rio bersama perempuan lain seperti waktu itu.


"Tidak tau Ma, nanti saja kita tanya bang Rido," jawab Ika.


Aku bawa Diba sama Wiah kedepan ya Ma, bang Rido menyuruhku membawa mereka," ucap Ika meminta izin.


"Iya, kamu bawa mereka, opanya pasti sudah merindukan mereka," jawab Rini, Ikapun pergi kedepan membawa Diba dan Wiah, sementara itu Rini mengintip dari kejauhan, ia juga merindukan mantan suaminya itu.


"Wah cucu opa sudah besar ya," ujar Rio sambil mengambil Wiah dari gendongan Ika, lalu Rio memangku Wiah, sekali-kali ia menimang-nimangnya, air mata Rini mengalir melihat mantan suami dia menimang cucunya.


"Andai saja waktu bisa aku putar, aku tidak akan berbuat halnya yang membuat Mas Rio meninggalkanku, andai saja kami masih bersama aku perempuan yang paling bahagia didunia ini, tapi sekarang Mas Rio sudah bahagia dengan pasangan dia," ucap Rini didalam hati dia, karen takut dia tertangkap oleh mereka sedang mengintip Rini pergi kekamar dia membawa kesedihan dia.


Sementara itu diruangan tamu Ika merasa tersinggung, karena Rio tidak memperdulikan Diba, tidak seperti Rini dan juga Rido, mereka tidak membeda-bedakan Diba dan Wiah, tapi Rio sepertinya tidak menyadari kalau Ika memperhatikan dia, Rio asik bermain bersama Wiah.


Malam harinya Rini keluar dari kamar dia menuju ruang makan karena Ika sudah menyuruh ia makan, Rini menghentikan langkah dia saat melihat Rio ikut makan dimeja makan, ia pikir Rio sudah pulang, karena istri dia tidak ikut, itu pikir Rini.

__ADS_1


"Kenapa Mama berdiri saja disitu, yuk gabung makan sini," ucap Ika, mereka yang ada dimeja makan menolah kearah Rini karena mendengar perkataan Ika, Rio juga ikut menolah, deg, jantung Rini berdebar saat Rio menatapnya.


Saat ini mereka sedang makan bersama, ada kecanggungan diantara mereka terutama Rini dan Rio, Rido berusaha bicara kepada Papa dia, juga Mama dia, agar mereka tidak canggung.


"Pa, ditambah makanya," ucap Rido menawarkan, karena ia melihat Papa dia sudah berhenti makan.


"Papa sudah kenyang," jawab Rio singkat karena masih segan atau malu.


"Mama juga makanya ditambah, biar Mama cepat pulih," ujar Rido menawarkan.


"Mama sudah kenyang Do," jawab Rini, lalu Rini pergi kekamar dia kembali.


**


Sudah satu minggu Rio tinggal dirumah Rido, tapi Rio tidak pernah bicara kepada Rini, Rio berusaha bicara kepada Rini, tapi Rini selalu menghindar kalau berpapasan dengan Rio, Rio ingin meminta maaf kepada Rini, ia tau kalau ia banyak menyakiti Rini, karena itu Rio ingin meminta maaf.


Rini heran kenapa Rio tidak pulang, ingin rasanya ia bertanya kepada Rido atau Rio, tapi ia malu bertanya.


**


Malam ini Ayu seperti biasa, ia menidurkan Anak-anak dia, setelah Anak dia tidur semua, Ayu memandang Anak dia, ada kesedihan dihati Ayu saat melihat Anak dia tidur ditempat tidur seadanya.


"Maafkan Mama ya nak, Mama tidak bisa memberikan tempat tinggal yang layak untuk kalian," ucap Ayu bicara sendiri, lalu Ayu mengelus kepala Anak dia satu persatu, setelah itu dia merebahkan badan dia, lalu berusaha tidur, tapi entah kenapa Ayu sudah tidur, ia gelisah tapi dia tidak tau kenapa.


Tiba-tiba Ayu mendengar suara gadur dari luar rumah dia, Ayu bangun dari tidur dia, mendatangi suara ribut itu, setelah Ayu membuka pintu, ia melihat warga sekitar ada didepan rumah dia.


"Itu dia sudah membuka pintunya, Ayu tunggu apa lagi," ucap salah satu warga, Ayu bingung mendengar perkataan warga itu.


"Kita usir saja dia dari kampung ini, dari pada dia berbuat yang tidak-tidak dikampung kita ini," kata salah satu warga lainnya.


"Iya tunggu apa lagi, usir dia dari kempung ini, seru warga lainya.

__ADS_1


.


__ADS_2