
Setelah sarapan mereka semua pergi ke rumah pak Adi, hanya Ayu yang tinggal membereskan rumah dia, setelah itu baru Ayu menyusul mereka.
"Assalamualaikum," Rio pak Pajar dan yang lain mengucap salam sebelum masuk rumah pak Adi.
''Wa, allaikumsalam,''Jawab yang di dalam rumah pak Adi. Kebetulan semua berkumpul yang di rumah pak Adi sedang sarapan.
''Wah, kebetulan kalian sudah sampai, mari sarapan bersama,'' Ujar pak Adi mengajak mereka yang baru datang sarapan.
''Terimakasih kami sudah sarapan,''Ucap pak Pajar.
''Cucu kakek sini, sama kakek,'' Ujar pak Adi.
''Tidak mau, Leo sekarang sudah punya opa, biar Leo main sama opa,'' Ucap Leo, pak Adi tertawa mendengar perkataan Leo, pak Adi tidak heran memang kebiasaan Leo mudah akrab dengan orang,
walau orang itu masih pertama ditemui dia.
__ADS_1
Tapi tidak dengan Ria juga Rini dan mereka yang mengenal pak Pajar, tentu mereka heran biasanya pak Pajar tidak mau akrab dengan anak-anak semenjak anak dia meninggal, sebab kalau pak Pajar dekat dengan anak-anak ia akan teringat anak dia, sebab itu dia menjaga jarak dengan anak-anak, tapi mengapa pak Pajar bisa terus akrab dengan Leo, itu yang membuat mereka heran, apa lagi melihat pak Pajar yang bahagia menggendong Leo, senyum pak Pajar tidak pernah hilang dari wajahnya.
''Bu, Leo ini anak Ayu,'' Ucap Rio ke ibu Aini. Mendengar nama Ayu disebut mereka terkejut,ada yang bahagia karena Ayu sudah di ketemukan, ada juga yang tidak senang mendengar Ayu di ketemukan, ada juga yang heran mengapa mereka mengenal Ayu.
''Benarkah ini anak Ayu?" Ucap bu Aini, ia sampai meneteskan air mananya sangking bahagia mendengar nama Ayu.
''Iya bu, salim ini nenek buyut,'' Kata pak Pajar ke Leo, sambil mendekatkan Leo ke ibu Aini.
''Jadi Ayu dimana sekarang?'' Ujar bu Aini.
''Masih dirumahnya bentar lagi ia kemari,'' Rio berkata.
Leo heran ia dipeluk oleh keluarga om, calon suami Auti nya.
''Nenek lepas Leo sudah napasnya,'' Leo protes di peluk sangat erat sampai ia sudah bernapas, semua yang ada disitu tertawa mendengar perkataan Leo, bu Aini juga ikut tertawa padahal baru saja menangis.
__ADS_1
''Nenek buyut minta maaf,'' Ucap bu Aini sambil melepaskan pelukannya, Leo bangun dari pangkuan bu Aini pergi ke opa Pajar, mereka kembali tertawa melihat tingkah Leo.
''Sebenarnya saya masih bingung dengan semua ini,'' Pak Adi berkata, lalu pak Pajar menceritakan semua tentang Ayu, barulah pak Adi mengerti.
Tapi ada yang tidak senang dengan adanya Ayu kembali di kehidupan mereka, Ria ia dari tadi diam saja mendengarkan saja, semenjak ayahnya meninggal saat juga Ayu dapat musibah Ria mengira meninggalnya ayah nya, Ayu penyebabnya dari situ Ria tidak suka melihat Ayu.
Begitu juga dengan Rini, ia juga tidak suka kalau Ayu kembali di kehidupan mereka, ada kecemasan di rasakan Rini, bagai mana ke hadiran Ayu membuat Rido tidak jadi menikah dengan Ika, karena Rini tau kalau Rido tidak mencintai Ika, tapi Rido mencintai Ayu, Ika yang pantas mendampingi anaknya Rido, bukan Ayu apa lagi Ayu saat ini sudah punya anak dari laki-laki lain, Rini menilai kalau Ayu perempuan murahan sehingga bisa hamil sebelum menikah, padahal Rini tau bagai mana kejadian yang sebenarnya.
''Rido tidak boleh bertemu dengan Ayu, untung saja Rido tidak disini, mudah-mudah Rido lama pulangnya tapi bagai mana aku bisa mencegahnya,'' Rini berkata dalam hati, saat ini Ika dan Rido sedang pergi mengurus persiapan pernikahan mereka yang akan dilaksanakan satu bulan lagi, baru saja Rini berdoa agar Rido lama pulangnya, Rido sudah datang bersama Ika.
''Assalamualaikum,''Ucap Rido dan Ika sebelum masuk.
''Wa,allaikumsalam,Jawab mereka dari dalam rumah pak Adi.
''Bagai mana sudah selesai ngurus suratnya?" Parel bertanya.
__ADS_1
''Alhamdulillah sudah jadi aku tidak perlu bolak-balik pulang kampung pulangnya saat mau dekat acaranya saja,''Ika yang menjawab, memang mereka mengurus surat-surat pernikahan mereka, karena mumpung mereka masih disini, jadi mereka mengurusnya, sebab mereka akan pulang hari ini juga Ika juga ikut, karena Ika sudah mengambil cuti satu minggu.
''Do, Ayu ada disini,'' Ujar pak Pajar, mendengar nama Ayu jantung Rido berdetak kencang, Rido terdiam ada rasa rindu yang terpendam di hati Rido.