Ayu Yang Malang

Ayu Yang Malang
Part 72


__ADS_3

Ika sering melamun semenjak kejadian itu, tidur pun dia tidak bisa nyenyak makan juga tidak berselera ia cemas kalau ia tidak jadi menikah dengan Rido, ia tidak berani memberitahukan kejadian itu ke siapa-siapa membuat ia tertekan.


Bu Ati melihat anaknya sering melamun wajah Ika juga pucat, membuat bu Ati bertanya-tanya apa yang membuat anaknya seperti itu, padahal pernikahan Ika tinggal tiga hari lagi dilaksanakan.


"Pak, ibu lihat Ika seperti banyak pikiran, dia sering melamun,''Adu bu Ati ke pak Adi.


''Masak sih bu, bapak tidak perhatikan,''Jawab pak Adi.


''Iya pak, coba bapak perhatikan nanti, apa Ika terpaksa menerima pernikahan ini,'' Ujar bu Ati.


''Tidak mungkin bu, kita tidak memaksa dia menerima Rido Ika sendiri yang mau sama Rido,'' Kata pak Adi.


''Iya juga ya pak, kalau begitu apa yang membuat Ika sering melamun seperti banyak pikiran,'' Tanya bu Ati.


''Ibu terlalu berlebihan, mungkin saja Ika tidak banyak pikiran, kalau ibu penasaran coba tanya Ika baik-baik apa ada yang ia pikirkan,'' Ujar pak Adi.


''Iya ibu coba bicara sama Ika, ibu tidak mau sampai pernikahan dia jadi berantakan nantinya,'' Ucap bu Ati.


''Ya sudah pergi sana ke kamar Ika, tanya pelan-pelan apa ada masalah, pernikahan dia tinggal tiga hari lagi,''Ucap pak Adi.


Bu Ati pergi ke kamar Ika, bu Ati melihat Ika masih tidur, ia mendekati Ika yang masih tidur, bu Ati heran tidak biasanya Ika bangun siang, setelah dekat ia terkejut melihat wajah anaknya sangat pucat bu Ati menyentuh kening Ika, kening Ika sangat panas lalu bu Ati meraba semua badan Ika semua panas, bu Ati memanggil suaminya.


''Paak, kemari, hiks..hiks..hiks, kamu kenapa nak,'' Ujar bu Ati sambil menangis.

__ADS_1


''Ada apa bu?" Tanya pak Adi setelah masuk ke kamar Ika.


''Ika pak, dia panas!" Adu bu Ati.


Pak Adi melihat anaknya yang pucat dan menyentuh kening Ika.


''Ayo kita bawa ke rumah sakit, ibu bersiap bapak pinjem mobil pak Harun,'' Kata pak Adi.


**


Saat ini Ika sedang diperiksa dokter, pak Adi dan bu Ati menunggu di ruangan tunggu.


''Apa kita kabari Parel juga Rido ya pak?" Tanya bu Ati.


''Terserah ibu saja,'' Kata pak Adi pasrah.


''Bagai mana ke Adaan anak saya dok?" Tanya pak Adi setelah dokter selesai memeriksa Ika.


''Saat ini kondisi anak bapak masih lemah, itu dikarenakan ia kurang cairan kemungkinan anak bapak sudah tiga hari tidak makan minum juga kurang, anak bapak banyak pikiran membuat dia tertekan dan tidak laku makan,'' Dokter menjelaskan.


Pak Adi terkejut mendengar penuturan dokter pasalnya yang pak Adi ketahui Ika tidak pernah ada kesusahan masalah uang dan juga masalah lainya.


''Selama ini dok anak saya tidak pernah mengeluhkan apapun ke kami selaku orang tuanya, kalau masalah uang ia juga tidak kekurangan masalah percintaan juga ia akan menikah tiga hari lagi dengan orang yang dia cintai tapi kok bisa ia banyak pikiran ya?" Kata pak Adi.

__ADS_1


''Kalau ia sudah mulai membaik coba tanya baik-baik ke anak bapak apa yang membuat ia benyak pikiran,'' Saran dokter.


''Iya dok saya akan coba tanya kalau kondisi anak saya sudah membaik,'' Ujar pak Adi.


''Iya pak, karena itu penting untuk kesehatan anak bapak,''Ucap dokter.


''Iya dok,''Jawab pak Adi.


Ika membuka matanya ia melihat sekeliling dia terasa asing dan bau obat, ia melirik kesamping ia melihat ibunya sedang duduk melamun didekat dia.


''Bu, aku dimana?" Tanya Ika ke bu Ati, bu Ati dari tadi melamun memikirkan kondisi anaknya baru tau kalau anaknya sudah sadar.


''Kamu sudah sadar nak, masih ada yang sakit kamu rasa,''Tanya bu Ati.


''Tidak bu, kita dimana Bu?" Tanya Ika.


''Kita di rumah sakit nak, tadi kamu pingsan dikamar,'' Kata bu Ati.


Ika mengingat saat tadi pagi ia menggigil kedinginan ia juga lemah tidak bisa bergerak dari tempat tidur, karena ia sudah tiga hari tidak laku makan.


''Kamu melamun apa? kalau mau cepat sembuh kamu tidak usah banyak pikiran, pernikahan mu tinggal tiga hari lagi kalau kamu tidak sembuh bagai mana kamu bisa menikah,'' Ujar bu Ati menasehati anaknya.


''Iya bu,''Jawab Ika pendek.

__ADS_1


''Kamu disini bentar ibu makan tidak jauh dari sini, perut ibu sudah lapar tidak sempat sarapan tadi pagi kalau ada apa-apa kamu hubungi ibu,'' Ujar bu Ati.


''Iya bu,'' Jawab Ika.


__ADS_2