Ayu Yang Malang

Ayu Yang Malang
Kesedihan Ayu


__ADS_3

Setelah berapa saat komplotan itu sudah pergi, Ayu terbangun, ia ketakutan melihat tempat tidurnya berubah menjadi gelap, yang tadinya terang sebelum ia tidur, iapun menangis sambil memanggil ibunya, ia memanggil sampai berkali-kali namun tak ada jawaban, Ayu heran mengapa ibunya tidak menjawab, padahal selama ini kalau ia terbangun ia memanggil ibunya, ibunya akan segera datang.


Ia memperhatikan tempat ia sekarang, barulah ia tahu bahwa ia bukan di tempat tidurnya, melainkan di tempat asing ketakutan Ayu pun bertambah setelah ia tahu tempatnya menyeramkan tangis Ayu semakin kencang, di sela tangisnya ia melirik kesamping ia melihat cahaya remang tidak jauh dari dia, Ayu berusaha keluar dari kolong tempat tidur mendapati cahaya itu.


Setelah ia bisa keluar dari situ Ayu menangis lagi, Ayu menangis sambil mencari orang tuanya, ia keluar dari kamarnya mendapati kamar orang tuanya, sesampainya ia di kamar orang tuanya, ia mendapati orang tuanya berlumur darah, tangis Ayu semakin kencang ia berusaha membangunkan orang tuanya.


Salah satu tetangga yang mendengar tangisan Ayu yang sangat kencang, bergegas segera datang sesampainya tetangga itu di rumah pak Sarno, kebetulan pintu sudah terbuka tetangga itu segera masuk setelah ia masuk alangkah terkejut ia melihat apa yang terjadi, sebut saja nama tetangga pak Sarno adalah pak Maksum dan istrinya bu Salma.


Pak Maksum buru-buru kembali kerumahnya ia membangunkan istrinya setelah bu Salma bangun pak Maksum menceritakan kejadian yang menimpa keluarga pak Sarno, kemudian mereka kembali ke rumah pak Sarno, setiba mereka di sana pak Maksum dan bu Salma sangat prihatin melihat tangisan Ayu, bu Salma segera menggendong Ayu ia berusaha mendiamkan Ayu.


''Bu, Ayah membangunkan tetangga yang lain ibu disini saja menjaga Ayu,'' kata pak Maksum.


''Iya tapi jangan lama-lama yah,'' bu Salma menjawab perkataan suaminya, pak Maksum pun pergi membangunkan warga.


**

__ADS_1


Setalah pemakaman selesai sebagian warga mulai berpegangan kerumah masing-masing tinggallah pengurus desa dan tetangga terdekat yang masih disitu, mereka membahas bagaimana kelangsungan hidup Ayu kedepan, dari hasil musyawarah mereka, Ayu akan diangkat oleh saudara pak Maksum yang berada lain kota dengan mereka, kebetulan saudara pak Maksum itu tidak punya anak, bukan tanpa alasan mereka mengeluarkan Ayu dari desa tempat mereka tinggal, mereka takut kalau komplotan itu datang mencari Ayu lagi sebab Ayu bukan asli orang situ.


Sedangkan harta mendiang pak Sarno tidak laku di jual karena tidak ada yang berani membeli, sedangkan keluarga pak Sarno dan istrinya tidak ada yang tau di mana keberadaannya, yang mereka tau mendiang Pak Sarno dan istrinya bu Ira asalnya dari Jawa.


Dan disinilah Ayu sekarang, di rumah keluarga baru dia, Ayu di adopsi secara sah oleh keluarga pak Pajar dan istrinya bu Lia, pak Pajar dan bu Lia sudah menikah selama 10 tahun namun mereka belum diberi momongan dokter mengatakan bu Lia mandul. walau bu Lia tidak bisa punya anak pak Pajar tetap setia dan menerima kekurangan bu Lia sebab itulah mereka mengadopsi Ayu, walau bu Parida ibunya pak Pajar menentang keputusan mereka, mereka tetap mengadopsi Ayu. bu Parida sangat kecewa dengan keputusan mereka yang mengadopsi Ayu karena ia ingin memiliki cucu kandung, ia tau kalau anaknya sehat menantu dia yang bermasalah sebab itulah ia selalu menyuruh pak Pajar menikah lagi tapi pak Pajar tidak mau ia jadi membenci menantunya, yaitu bu Lia.


Pak Pajar dan bu Lia sangat menyayangi Ayu, saat ini Ayu sudah berlahan melupakan kematian orang tua dia, hari ini pak Pajar mengantar Ayu sekolah, Ayu sudah sekolah SD.


''Pa,'' Ayu memanggil pak Pajar.


''Besok Ayu, menerima raport kata bu Guru harus orang tua yang mengambil raport Ayu,'' kata Ayu ia menyampaikan pesan gurunya.


''Kok Ayu baru bilang sekarang,'' tanya pak Pajar.


''Lupa pa, baru inget ini sekarang,'' jawab Ayu.

__ADS_1


''Ya sudah nanti pulang sekolah Ayu bicarakan ke mama,'' ujar pak Pajar.


''Iya kalau ingat,'' jawab Ayu.


''Harus ingat dong masa anak papa masih kecil sudah pikun,'' kata pak Pajar dengan nada bercanda, lalu mereka tertawa bersama.


Esok harinya, Ayu didampingi kedua orang tua angkat dia, datang menerima raport Ayu, pak Pajar dan bu Lia sangat senang dan bangga dengan pencapaian Ayu, nilai Ayu yang paling tinggi di antara temannya.


Mereka merayakan keberhasilan Ayu dengan berlibur ke pantai, mereka berlibur hanya ber 3 saja, mereka sangat gembira menikmati liburan kali ini, selama perjalanan mereka ber 3 bernyanyi bersama bu Lia mengabadikan momen itu dengan kamera ponsel dia.


Tanpa terasa mereka sudah sampai di lokasi pantai dengan hati gembira Ayu berlari ke sana sini, bu Lia tertawa melihat tingkah Ayu, lalu ia mengajak suaminya mendekati Ayu bu Lia mengajak mereka berfoto merekapun poto ber 3 entah berapa banyak foto mereka, foto itu di abadikan di ponsel bu Lia.


💟💟💟💟💟💟💟💟💟


Hai pembaca setia AYU YG MALANG ikuti terus ceritanya, dan jangan lupa beri dukungan dengan cara like dan komen dibawah ini.👇👇👃👃

__ADS_1


__ADS_2