
Semenjak Rido sibuk PKL, Ayu dan Radit semakin banyak kesempatan waktu untuk pacaran, hampir tiap pulang sekolah mereka menyempatkan waktu untuk pacaran, Radit membuat Ayu terlena sampai Ayu tidak konsentrasi belajar.
Ayu yang lagi kasmaran, sering kali berbohong ke kakek dan Nenek dia, agar bisa berjumpa dengan kekasihnya Radit, pak Rahmat tidak curiga sedikitpun kepada Ayu walau Ayu sering membohongi dia, pak Rahmat selalu percaya kepada Ayu karena selama ini Ayu tidak pernah bohong kepada mereka, dimana pak Rahmat Ayu adalah Anak baik dan polos, tapi pak Rahmat tidak tau saat ini Ayu sudah dipengaruhi Radit agar Ayu menjadi ada pembohong.
Hari ini Ayu dan Radit pergi berkencan sepulang sekolah, lagi-lagi Ayu berbohong kepada pak Rahmat untuk bisa berduaan dengan pujaan hati dia yaitu Radit, Ayu dan Radit pergi kencan ketempat biasa mereka datangi.
Seperti biasa Radit dan Ayu kalau ketemu mereka akan bermesraan sama seperti biasa peluk cium biasa mereka lakukan, Ayu memang sudah di butakan oleh cinta sampai ia sanggup berbohong kepada pak Rahmat yang sudah mengasuh dia sedari kecil.
Ayu yang masih polos belum pernah pacaran, baru kali ini ia pacaran, dengan mudah dia dipengaruhi Radit, berbeda dengan Radit yang sudah berkali-kali gonta-ganti pacar, Radit memanfaatkan kepolosan Ayu, Radit mencuci otak Ayu, yang tadinya Ayu tidak pernah bohong sekarang jadi sering berbohong tadinya tidak tau berciuman sekarang Ayu tau dan sering melakukannya dengan Radit, jadi kesimpulannya Radit membawa dampak buruk kepada Ayu.
Begitu juga dengan sekolah Ayu berdampak buruk juga, tadinya Ayu rajin belajar sekarang tidak lagi, dulu sebelum kenal Radit mulai Ayu tinggi tapi semenjak pacaran dengan Radit nilai Ayu merosot, semu itu karena Ayu tidak pernah lagi belajar seperti dulu sebelum kenal Radit.
Kalau sudah malam Ayu selalu sibuk berbalas pesan dengan Radit sehingga waktu untuk belajar tidak ada lagi, Ayu terlena dengan kata manis Radit saat mereka berduaan.
Seiring waktu berjalan tidak terasa Rido sudah selesai sekolah, besok waktu untuk pengumuman ke lulusan Rido, ia harap-harap cemas menantikan kelulusan dia, Rido berdoa agar ia bisa lulus dengan nilai terbaik, Rido sudah berusaha keras agar dia bisa lulus.
**
Hari ini adalah hari di mana Rido menerima hasil kelulusan dia, Rido sangat bersyukur karena ia bisa lulus sesuai yang ia harapkan perjuangan dia selama ini tidak sia-sia bahkan Rido dapat nilai tertinggi dari teman-teman nya, Rido juga dapat beasiswa kuliah di jakarta, Rido sangat bahagia karena dapat beasiswa ia tidak lagi menyusahkan orang tua dia karena biaya kuliah.
Tidak hanya Rido yang bangga dengan pencapaian Rido, orang tua dan Nenek juga kakek dia juga ikut bangga juga bersyukur dengan prestasi yang Rido dapatkan.
__ADS_1
Tapi Rido bimbang untuk menerima atau tidak beasiswa itu, dilain sisi ia sangat menginginkannya agar tidak menyusahkan orang tuanya mengeluarkan dana buat kuliah dia, tapi disisi lainnya ia takut berpisah dengan Ayu, Ayu akan digoda pria lain, ia tidak bisa menerima kalau Ayu bersama pria lain, karena ia selalu berharap Ayu yang akan menjadi istri dia.
Rido selalu berdoa agar Ayu jadi istri dia dimasa depan nantinya, tanpa Rido sadari Ayu sudah mencintai pria yang lain bukan dirinya, itu yang membuat Rido takut meninggalkan Ayu.
"Apa aku harus mengatakan isi hatiku ya, kenapa Ayu agar aku jadian sama Ayu, kalau aku jadian sama dia dia tidak akan mau digoda pria lain lagi, biar aku tenang saat berjauhan sama dia, tapi kalau Ayu menolak gimana terus dia malah jaga jarak kepada ku," ucap Rido dalam hati, ia terus berpikir bagai mana baiknya, pada akhirnya Rido memutuskan akan mengungkapkan perasaannya kepada Ayu, lalu ia pergi kekamar Ayu, saat ia dipintu kamar Ayu Rido jadi gugup tapi rasa gugup dia ia tepis.
Rido masuk ke kamar Ayu, Ayu tidak tau Rido masuk ke kamar dia, karena asik berbalas pesan dengan Radit, lalu Rido berdehem agar Ayu menyadari kedatangan dia, mendengar ada suara di kamar dia Ayu melihat siapa yang datang saat melihat siapa yang datang Ayu buru-buru mematikan ponsel dia dan menyimpan ponsel dia agar Rido tidak memeriksa ponsel dia.
Sementara itu Radit bingung karena Ayu mematikan sambungan telepon mereka, karena penasaran Radit kembali menghubungi Ayu, tapi ponsel Ayu sudah tidak aktif lagi, Radit semakin gusar tidak biasanya Ayu mematikan telepon secara sepihak tanpa permisi.
''Abang ganggu ya, Ayu lagi apa?" tanya Rido memulai pembicaraan.
''Ayu lagi belajar bang,"Jawab Ayu, Ayu tadi memang belajar karena guru sudah menegur dia karena nilai dia sudah merosot, tapi Radit mengirim pesan ke dia lalu ia membalasnya akhirnya mereka keterusan saling berbalas pesan.
"Ini bang," jawab Ayu menyerahkan buku dia ke Rido, sebenarnya Ayu sebel kepada Rido karena datang ke kamar dia, Ayu merasa terganggu tapi Ayu berusaha tidak menunjukkannya.
"Ada keperluan apa bang datang ke kamar Ayu?" tanya Ayu jutek.
''Tidak ada emang abang tidak boleh masuk ke kamar Ayu?" tanya Rido merasa tersinggung.
"Ya boleh, tapi tidak biasanya abang masuk ke kamar Ayu," jawab Ayu merasa tidak enak hati melihat wajah Abang dia kelihatan marah dengan ucapan dia barusan.
__ADS_1
"Tidak ada temen ngobrol di luar, jadi abang kemari biar ada teman ngobrol," jawab Rido.
"Biasanya juga gitu tidak ada teman ngobrol," kata Ayu.
"Abang bentar lagi mau pergi, jadi puas-puaskan saja waktu kita ngobrol," ujar Rido sambil memandang wajah Ayu.
"Emang abang jadi perginya?" tanya Ayu.
"Jadilah Yu, demi cita cita abang," jawab Rido.
"Ayu doakan, semoga abang jadi orang sukses biar Ayu bisa minta uang terus sama abang kalau Abang sudah jadi orang sukses," kata Ayu sambil tertawa merasa lucu dengan perkataan dia sendiri, perkataan Ayu membuat Rido ikut tertawa.
"Amiiin, kalau Ayu mau jadi istri abang saja biar minta uangnya sampai tua," kata Rido sengaja memancing Ayu.
"Enak saja amit amit, masa Ayu nikahnya sama abang sendiri seperti tidak ada laki-laki lain saja," jawab Ayu, mendengar perkataan Ayu Rido tidak jadi mengutarakan isi hati dia, beberapa saat Rido keluar dari kamar Ayu dengan hati kecewa karena ia bisa menebak isi hati Ayu, Rido memantapkan hati dia untuk fokus mengejar cita-cita dia.
**
hari ini adalah hari keberangkatan Rido pergi ke Jakarta Rido berpamitan kesemua keluarganya, dengan berurai air mata keluarganya melepas kepergian Rido, Rido juga sedih berpisah dengan keluarganya karena bari kali ini ia berpisah dengan keluarnya.
πππππππππ
__ADS_1
Hai pembaca setia AYU YG MALANG, ikuti terus cerita nya, juga dukung dengan cara,
beri like dan komen dibawah iniπππ