
Pak Pajar melangkah pergi kekamar Anak-anak mereka, Mawar tersadar dari lamunan dia setelah melihat suami dia melangkah pergi, lalu ia berkata agar pak Pajar menghentikan langkah dia.
"Mama saja yang panggil Anak-anak Pa, Papa sudah capek baru pulang kerja belum istirahat," ujar Mawar ia bangun bari duduk dia pergi ke kamar Ayu, Mawar menghentikan suami dia, ia harus memastikan penampilan Ayu, takutnya Ayu masih berantakan, karena Ayu baru selesai bekerja atau jangan-jangan belum siap bekerja membereskan rumah mereka, Mawar takut ke tahuan pak Pajar kalau ia selama ini menyuruh Ayu bekerja bersih-bersih rumah mereka, kalau ketahuan bisa gatot rencana dia alias gagal total, karena itu Mawar yang mau memanggil Anak-anak mereka.
Mereka makan bersama di meja makan, Mawar terlihat perhatian kepada Ayu, ia sampai mengambil makan Ayu, agar ia terlihat ibu sambung yang baik di hadapan pak Pajar, sikap Mawar yang seperti itu membuat Ayu risih, sebab kalau tidak ada Papa Pajar Ayu tidak pernah di perhatikan seperti itu, melihat Anaknya risih dengan perhatian istri dia membuat pak Pajar yakin kalau Ayu tidak menyukai Mawar, karena masih mengingat almarhum bu Lia. itu anggapan pak Pajar, merangkum dia belum tau sipat istri diaπ€
Selesai makan mereka beristirahat ke kamar masing-masing, semua orang di rumah itu sudah tidur tapi tidak dengan pak Pajar, ia tidak bisa tidur memikirkan ke putusan apa yang harus ia ambil demi kebaikan semuanya, ia harus cepat mengambil keputusan, karena tidak mau menanggung resiko kalau ia akan kehilangan Anak dia yang ada dikandungan Mawar.
Setelah pak Pajar menimbang-nimbang, ia mengambil keputusan memindahkan Ayu untuk sementara waktu ke rumah pak Rahmat mantan mertua dia, lalu pak Pajar menghubungi pak Rahmat.
"Assalamualaikum Pak, bagai kabar Bapak sehatkan?" ujar pak Pajar basa-basi memulai pembicaraan.
"Wa, alaikumsalam Alhamdulillah sehat kalian bagai mana sehat juga kan?" jawab pak Rahmat sekalian bertanya.
__ADS_1
"Alhamdulillah sehat juga Pak,"jawab pak Pajar.
"Sukur bapak senang dengar Ayu gimana kabar dia sekarang, pasti dia senang dapat ibu baru juga saudara baru?" Ucap pak Rahmat.
"Pak Pajar yang mendengar perkataan mantan mertua dia, jadi bimbang ingin mengatakan atau tidak, tapi demi anak dia yang ada di kandungan istri dia, dengan berat hati ahir nya ia mengatakan niat dia yang ingin menitipkan Ayu ke mereka.
Dengan berat hati pak Pajar menceritakan apa masalah di rumah dia saat ini, dan menitipkan Ayu ke pak Rahmat.
Setelah selesai menerima telepon dari mantan menantunya itu, pak Rahmat langsung menceritakan semua ke istri dia ya itu bu Aini, pak Rahmat dan istrinya sangat prihatin dengan nasip Ayu, mereka mengenang perjalanan hidup Ayu yang terbilang menderita, mulai dari kematian orang tua kandungnya di bunuh secara tragis dan kematian ibu angkat dia yang terbilang meninggal secara mendadak kini Ayu harus berpisah dengan papa angkat dia juga.
Pak Rahmat dan istri tidak percaya dengan alasan pak Pajar yang mengatakan Ayu iri dengan anak tiri pak Pajar, itu membuat Ayu selalu bertengkar dengan anak tiri pak Pajar, karena mereka sudah mengenal Ayu, kalau ada kumpul keluarga mereka melihat Ayu selalu mengalah dengan cucu dan juga keponakan mereka, sebab itu mereka tidak percaya.
Setelah menghubungi pak Rahmat, pak Pajar memberi tahu ke putusan dia ke istri dia, ia juga menyuruh istri dia memberi tahu bibi agar mengemasi barang Ayu yang harus di bawa.
__ADS_1
Mendengar itu Mawar sangat senang, tidak lupa ia memberi tahukan kabar gembira itu, ke mertuanya, bu Parida yang mendengar kabar itu sangat bahagia, mereka menantu dan mertua tertawa puas sebab rencana mereka berhasil menyingkirkan Ayu, dari rumah mereka.
Dengan semangat empat lima Mawar menyuruh bibi membereskan barang Ayu, bibi yang mendengar kabar Ayu yang akan pindah, jadi sedih ia sudah terbiasa bersama Ayu selama ini. Tapi di lain sisi bibi merasa itu lebih baik dari pada Ayu terus tersiksa di rumah i bibik membereskan barang Ayu.
mendengar kabar ke pindahnya Ayu bibik sangat sedih akan berpisah dengan Ayu karena mereka sudah dekat tapi dilain sisi bibik merasa itu lebih baik, dari pada Ayu harus tersiksa di rumah itu.
bibik berharap orang tua mendiang bu Lia bisa menyayangi Ayu sama seperti cucu mereka sendiri, itu harapan bibi.
ππππππππ
Hai pembaca setia. jangan lupa terus dukung
cerita AYU YG MALANG. like' dan komen ya dibawah iniππππ
__ADS_1