
Saat diperjalanan Rido diam saja, sementara Ika gelisah dan gugup, Ika ingin mengutarakan isi hati dia ke Rido, tapi rasa malu dihati dia membuat ia susah untuk berbicara, dengan mengumpulkan keberanian, akhirnya Ika memulai pembicaraan.
"Bang," kata Ika, "Hmmm," jawab Rido," Ada yang mau Ika bicarakan sama abang," kata Ika.
"Ya bicara aja," ucap Rido singkat.
"Ika suka sama abang, Ika belum bisa melupakan abang, kalau bukan karena Ika kemarin kena musibah mungkin kita sudah bahagia menjalani rumah tangga kita sekarang, Ika masih berharap abang jadi suami Ika, apa abang mau menikah dengan Ika menjadi ayah untuk diba?" ucap Ika dengan tidak tau malunya seharusnya pria yang mengatakan seperti ituš¤ Rido menarik napas panjang mendengar perkataan Ika, ia tidak tau harus bagai mana menyampaikan kalau ia tidak mau menikah dengan Ika, tanpa harus membuat Ika tersinggung.
Sementara Ika harap-harap cemas menunggu jawaban Rido.
"Maaf ya dik, untuk saat ini abang belum ada niat untuk menikah," jawab Rido menolak secara halus.
"Tidak apa-apa bang, Ika sabar menunggu sampai abang siap untuk menikah, kita jalani aja dulu agar kita bisa mengenal lebih baik satu sama lain," ujar Ika.
"Kamu jangan berharap sama abang, kamu cari laki-laki lain yang lebih baik dari abang," ucap Rido.
__ADS_1
"Tapi Ika cintanya sama abang, Ika tidak mau laki-laki lain, hanya abang yang ada dihati Ika," ucap Ika tetap kukuh dengan niat dia.
"Itu hak mu, mau cinta ke siapa saja, tapi abang tidak mau kasih harapan samamu, karena hati abang tidak ada rasa cinta sama sekali untuk Ika," kata Rido.
"Abang jangan membohongi hati abang, kalau memang abang tidak suka sama Ika, tidak mungkin kemarin mau melamar Ika untuk jadi istri abang," ujar Ika.
Rido tidak habis pikir dengan sikap Ika, dia tidak tau lagi harus mengatakan apa lagi agar Ika mengerti kalau ia tidak mau dengan Ika, lalu Rido berkata.
"Terserah Ika, abang sudah mengatakan kalau abang tidak bisa menikah dengan Ika, satu lagi Ika tidak perlu lagi datang kerumah abang tidak baik dilihat tetangga abang," kata Rido.
Rido jadi merasa bersalah, ia meminta maaf ke Ika karena perkataan dia, Ika menangis.
"Abang minta maaf, sudah jangan nangis lagi," ucap Rido, agar Ika berhenti menangis.
"Tapi janji jangan ngomong gitu lagi sama Ika," kata Ika.
__ADS_1
"Iya," jawab Rido singkat, mobil Rido akhirnya sampai dikontrakkan Ika, di teras kontrakkan Ika, sudah ada Radit bersama istri dia, menunggu Ika dari tadi, melihat siapa yang datang Ika meminta Rido untuk menemani dia, ia takut kalau Radit mengambil anak dia.
Radit sudah menikah dengan Wulandari saat ini Wulan sudah hamil, setelah Radit menikah baru ia tau kalau Ika hamil anak dia, dari situ ia sering berkunjung ke kontrakan Ika memberi uang, tapi kemarin saat Radit menemui Ika melihat anak dia, Wulan mengetahuinya ia mengadu ke ibunya Radit, ibu Risma mengetahui kalau cucu dia ada dari Ika, ia memaksa Radit mengambil anak dia, bu Risma tidak mau kalau Radit berhubungan lagi sama Ika, karena itu ia menyuruh Radit mengambil anak Ika.
Tapi Radit tidak mau memisahkan ibu dan anak dia, karena itu Radit menolak, karena Radit menolak bu Risma yang mendatangi Ika dan meminta Diba diasuh mereka, tentu saja Ika tidak mau anak dia diasuh keluarga Radit, lalu ia mengadu ke Radit, Radit mengancam akan menceraikan Wulan kalau ibunya tetap memaksa kalau Diba diambil mereka, dari situ bu Risma tidak lagi meminta anak Ika, tapi Radit harus bersama istri dia kalau mau bertemu dengan anak dia, itu perjanjian mereka.
"Anak papa dari mana papa sudah lama nunggu Diba," kata Radit, lalu ia mengambil Diba dari gendongan Ika.
"Kenapa datang malam-malam begini?"tanya Ika, sebenarnya Ika kesal karena Radit membawa istri dia.
"Kami tadi siang kemari karena kalian tidak ada kami pulang, tadi sore kami kesini lagi tapi kamu tidak ada juga, tetanggamu bilang kamu pulang malam ya sekalian abang tunggu, abang sudah rindu sama Diba," kata Radit, menjelaskan mengapa mereka sampai menunggu sampai malam.
"Makanya nomor ku jangan di blokir ya susah kan,"kata Ika.
Radit diam saja ia tidak mau memperpanjang pembicaraan tentang nomor Ika yang ia blokir, ia melakukan itu karena permintaan istri dia, karena tidak mau ribut Radit menurut saja.
__ADS_1