
"Nenek sama kakek di kebun," ujar Rido, ia memperhatikan pak Pajar karena merasa curiga kalau pak Pajar datang ingin menjemput Ayu, Rido tidak rela kalau pak Pajar membawa Ayu kembali pulang.
"Jam berapa kakek sama Nenek pulang?" ujar pak Pajar sambil memperhatikan kemana Ayu perginya.
''Tidak tau Pakde, biasanya jam segini kakek sama Nenek nenek sudah pulang mungkin bentar lagi mereka pulang," jawab Rido seadanya.
"Ya udah Pakde nunggu disini saja," kata pak Pajar lalu ia duduk di teras rumah Rido ia sibuk memperhatikan dimana Ayu tadi saat pergi terakhir ia lihat, ia berharap Ayu kembali dan menyapa dia.
Selang berapa saat pak Pajar menunggu, Rio pulang dari kerja, dari jauh Rio melihat ada orang duduk di kursi teras rumah dia, tapi wajah orang itu membelakangi jalan jadi Rio tidak bisa melihat siapa orang yang duduk di teras rumah dia, Rio bertanya-tanya siapa orang itu, Rio melajukan sepeda motornya agar segera sampai mungkin ada tamu pikir Rio, setelah Rio sampai didepan rumah baru ia melihat siapa orang yang ia lihat belakangnya tadi, pak Pajar membalikkan badan dia karena mendengar suara sepeda motor.
"Sudah lama Mas?" ujar Rio sambil menyalami pak Pajar.
''Belum baru juga sampai," jawab pak Pajar sambil menyambut uluran tangan Rio.
''Ya sudah mari masuk Mas," ujar Rio, tapi pak Pajar menolak.
''Mas disini saja, Mas mau nunggu Bapak sama Ibu pulang dari kebun," jawab pak Pajar seadanya.
''Ada perlu apa Mas sama Bapak?" kata Rio,ia sengaja bertanya menyindir pak Pajar karena pak Pajar tidak pernah lagi datang kerumah mereka.
''Cuma mau silaturahmi saja, soalnya Mas sudah lama tidak kemari," jawab pak Pajar, ia merasa malu karena dengan pertanyaan Rio.
''Mas sudah ketemu sama Ayu?" ujar Rio penasaran.
''Sudah tadi, tapi sepertinya Ayu marah sama Mas, karena keegoisan Mas sendiri, sampai tidak memikirkan perasaan Ayu waktu itu, Mas khilaf Yo," kata pak Pajar sambil menarik napas panjang ada kesedihan dan penyesalan terlihat di wajah pak Pajar, melihat wajah pak Pajar yang kelihatan sedih, Rio jadi kasihan melihat pak Pajar.
__ADS_1
''Yang sabar ya Mas, mungkin saat ini Ayu memang terlihat marah, tapi tidak ada yang tau kalau Ayu sebenarnya menyimpan rasa rindu sama Mas," kata Rio menghibur pak Pajar.
''Ya Mas juga berharap seperti itu," kata pak Pajar dengan sejuta harapan dia agar Ayu memaafkan dia.
''Ya sudah aku masuk kedalam dulu mau ganti maju," ucap Rio pamit
''Iya silahkan," jawab pak Pajar, laku Rio masuk kedalam rumah dia, selang beberapa saat Rio keluar lagi membawa dua cangkir teh.
''Mas ini minumnya, silahkan diminum cuma ada itu saja ku lihat didapur Rini tidak ada dirumah mungkin dia belum pulang pengajian," ucap Rio sambil menyuguhkan cangkir teh kehadapan pak Pajar.
''Terimakasih tidak seharusnya kamu perlu reput reput," ujar pak Pajar merasa sungkan.
''Cuma minuman saja kok reput," jawab Rio berbicara sambil tertawa, pak Pajar juga ikut tertawa melihat Rio tertawa, hal seperti ini yang tidak bisa dilupakan pak Pajar saat berada di keluarga almarhum istri pertama dia, sesali santun dan hangat menyambut tamu.
Saat ini mereka berkumpul di rumah pak Rahmat, pak Pajar sudah minta maaf kepada pak Rahmat, pak Rahmat sudah memaafkan pak Pajar, tapi pak Pajar belum menyampaikan niat dia yang ingin mengambil Ayu kembali, ia sungkan menyampaikan niat dia itu.
Pak Rahmat memaafkan pak Pajar karena selama ini pak Pajar orangnya baik tidak pernah menyinggung perasaan pak Rahmat selama jadi menantu dia, mungkin terpengaruh istrinya ia berbuat seperti itu, pikir pak Rahmat.
Berbanding terbalik dengan Ayu, tidak mau menerima maaf dari pak Pajar, hal itu membuat pak Pajar jadi sedih, bahkan Ayu tidak keluar dari kamar dia karena ada pak Pajar, dalam hati pak Pajar sangat menyesali keputusan dia waktu itu, "sebegitu marahnya kau nak ke papa kau sampai tidak mau keluar melihat papa, maafkan papa nek." Pak Pajar membatin.
Kembali pak Pajar mengingat saat ia menyuruh Ayu tinggal di rumah pak Rahmat ia tidak menanyakan apakah Ayu mau apa tidak ia tidak memikirkan perasaan Ayu, kalau saja ia bertanya apa yang Ayu mau waktu itu mungkin saja Ayu tidak semarah ini sama dia mengingat itu membuat hati pak Pajar kembali sakit.
Tanpa pak Pajar ketahui, Ayu sebenarnya sangat merindukan Papa angkatnya, namun Ayu trauma atas penyiksaan ibu Mawar juga Nenek Parida, sebab itu Ayu tidak mau bicara ke papa Pajar, Ayu takut Papa dia, membawa dia kembali kerumah mereka, Ayu sudah nyaman tinggal di rumah kakek Rahmat mereka sangat menyayangi Ayu, itu yang membuat Ayu betah tinggal dirumah pak Rahmat.
Penyiksaan yang Ayu dapat dari Mawar juga bu Parida tidak pernah diketahui siapapun sebab Ayu tidak pernah menceritakan itu ke siapapun.
__ADS_1
"Pak aku mau membawa Ayu kembali tinggal bersamaku seperti dulu," ujar pak Pajar, ia akhirnya memberanikan diri mengatakan niat dia, mendengar apa yang dikatakan pak Pajar, pak Rahmat menarik napas panjang sebelum menjawab, ia sudah menduga pak Pajar akan mengambil Ayu kembali.
''Bapak bukan tidak mengijinkan kamu membawa Ayu kembali bersama mu, Bapak tidak yakin kalau Ayu mau kau bawa, kalau kita memaksa Ayu untuk kembali kau bawa ke rumahmu, Bapak takut akan berdampak buruk ke mental Ayu, kau lihat sendiri gimana Ayu bersikap kepada dirimu untuk melihat mu saja dia tidak mau apalagi kamu mau membawa dia kembali kerumahmu," jawab pak Rahmat.
Pak Pajar jadi sedih mendengar apa yang dikatakan pak Rahmat, harapan pak Pajar untuk membawa Ayu sangat tipis tapi pak Pajar berdoa agar Ayu terbuka pintu hati dia dan mau dia bawa kembali kerumahnya, melihat pak Pajar diam saja membuat pak Rahmat tidak sampai hati lalu pak Rahmat berkata.
''Biarkan Ayu menenangkan diri dulu, besok Bapak bicara ke Ayu apa dia mau kau bawa atau tidak, tapi kau harus janji apa pun keputusan Ayu kau harus terima, kau menginap saja disini," tutur pak Rahmat.
''Iya pak, aku setuju keputusan Bapak," jawab pak Pajar, ia kembali bersemangat harapan dia kembali ada setelah mendengar perkataan pak Rahmat.
''Ya sudah sekarang kamu istirahat besok kita bicarakan lagi," kata pak Rahmat karena ia sudah lelah belum beristirahat dari tadi.
''Iya pak," jawab pak Pajar.
Setelah mendengar jawaban pak Pajar, pak Rahmat kembali ke kamarnya untuk beristirahat, begitu juga pak Pajar pergi ke kamar yang sudah disiapkan untuknya.
💟💟💟💟💟💟💟💟💟
Hai pembaca setia AYU YG MALANG.
ikuti ya dan jangan lupa dukung dukung
terus, dengan cara like dan komen dibawah
ini. 👃👃
__ADS_1