Ayu Yang Malang

Ayu Yang Malang
Part 121


__ADS_3

Ika mulai cemas karna ia tidak menemukan Diba, mereka mencari sampai keluar gedung namun Diba tidak kelihatan, Ika menangis sesenggukan karena Anak dia tidak ketemu, sementara Radit sibuk mencari Ika, tapi tidak ketemu lalu ia menghubungi Ika, tapi tidak diangkat karena Ika tidak fokus ke ponsel dia.


"Kamu menghubungi siapa?" kata bu Risma, ia takut Anak dia menghungi Ika, dia masih ingin bermain bersama Diba, karena itu dia tidak suka kalau Radit menghubungi Ika.


"Ika Ma," jawab Radit, mendengar jawaban Anak dia bu Risma emosi lalu berkata,


"Untuk apa kamu hubungi dia, biar Diba sama kita saja, Ika juga tidak perduli sama Diba karena dia sudah punya Anak dari pria yang dia cintai," ujar bu Risma merasa tidak senang.


"Ma, Diba itu masih kecil, lebih baik dia tinggal bersama Ika," protes Radit karena tidak sependapat dengan dengan Mama dia.


"Kamu lihat sendiri dia tidak perduli sama Diba, Diba sampai berjalan kasana kemari mereka tidak perduli, untung kita yang menemukan Diba, coba orang lain bisa kamu bayangkan Diba pasti dibawa, apa mereka tidak mencari Diba sampai Diba bisa datang kemari," ujar bu Risma.


Saat Radit mau menjawab perkataan Mama dia, tidak sengaja mata Radit melihat Parel bersama tunangan dia menyalami tamu yang datang, baru Radit paham kalau calon suami sepupu Wulan adalah Parel.


"Dunia memang sempit, aku tidak menyangka kalau tunangan Vania adalah Parel mantan abang iparku," ucap Radit sambil menggeleng-gelengkan kepala dia, bu Risma heran kenapa Anak dia menggelengkan kepala karena penasaran bu Sukma bertanya.

__ADS_1


"Kenapa kamu menggeleng kepala?" kata bu Risma, namun Radit tidak menjawab ia melangkah mendatangi Parel, sesampainya Radit didekat Parel ia menyapa Parel,


"Selamat ya bang, semoga lancar tidak ada halangan sampai ke pernikahan," ucap Radit menyalami Parel, Parel melihat siapa yang menjabat tangan dia, ia terkejut melihat Radit berada di pesta tunangan dia, lalu bertanya,


"Wah terimakasih ya atas doanya, apa kamu kenal sama calon istriku," ujar Parel merasa heran.


"Iya bang Vania sepupu Wulan," jawab Radit, Parel terkejut karena baru tau kalau calon istri dia sepupu sama istri Radit. Vania tidak menyadari kalau Radit disebelah dia, ia asik bercerita bersama teman dia, lalu Radit menyapa Vania baru Vania melihat Radit.


"Selaman ya Van, semoga hubungan kalian langgeng sampai menikah," ucap Radit sambil menyalami Vania.


"Abang sama kakak, oh ya bang Diba ada bersama ku, tadi dia mendatangiku, aku cari Ika dari tadi tapi gak kelihatan, kalau abang ketemu sama Ika bilang kalau Diba ada bersamaku," kata Radit memberitahu, Parel terkejut mendengar kalau Diba bersama Radit karena selama ini Diba selalu dijaga ketat.


"Iya nanti abang sampaikan," jawab Parel, setelah itu Radit kembali ketempat dimana Mama dia dan istri juga Anak dia berada, sementara itu Parel menghungi Ika namun Ika tidak menjawab mereka masih sibuk mencari Diba diluar gedung, lalu Parel menghungi Rido, Rido juga tidak mengangkat, karena banyak tamu yang menyapa dan menyalami dia akhirnya dia mengabaikan masalah Diba yang berada bersama bersama Radit.


Ika sudah putus asa karena ia sudah lelah mencari Diba, Ika tidak henti-hentinya menangis sambil memanggil Anak dia, bu Ati juga sudah lelah mencari akhirnya ia kembali ke gedung ia ingin memberitahu kepada Parel, dari tadi bu Ati tidak memberitahu kepada Parel takut Parel tidak fokus dengan acara tunangan dia, tapi karena sudah lelah mencari bu Ati memberitahu Parel agar Parel bisa ikut mencari.

__ADS_1


"Rel Diba hilang, kami sudah dari tadi mencari tapi tidak ketemu," adu bu Ati dengan nada sedih, mendengar perkataan Ibu dia, Parel terkejut lalu berkata,


"Diba sama sama Radit," ucap Parel dengan nada menyesal karena baru ingat pesan Radit tadi, bu Ati terkejut sebab mereka sudah lelah mencari baru Parel mengatakan keberadaan Diba, dengan nada Marah bu Ati berkata,


"Kenapa kamu tidak bilang dari tadi, adikmu sudah dari tadi nangis seperti orang gila mencari Diba," protes bu Ati.


"Maaf Bu baru ingat, tadi aku mau kasih tau mereka, aku hubungi Ika sama Rido mereka berdua tidak ada yang angkat telepon ku, karena banyak tamu tadi aku lupa menghubungi mereka kembali," jawab Parel merasa tidak enak hati melihat wajah Ibu dia yang kelihatan kecapean.


"Ya sudah Ibu kasih tau mereka kalau Diba ada bersama Radit," ujar Bu Ati, Parel menganggukkan kepala dia tanda setuju, lalu Bu Ati pergi ketempat dimana Ika dan Rido mencari Diba.


"Diba ada bersama Radit didalam gedung," kata Bu Ati setelah ia bertemu Ika dan Rido, mendengar perkataan Ibunya Ika segera menghungi Radit, setelah sambung telepon tersambung Ika langsung mencacar Radit dengan berbagai pertanyaan.


"Mana Diba? Kenapa kamu bawa Diba gak kasih tau aku, aku itu Mamanya aku yang lebih berhak atas Diba, kamu tau aku sudah seperti orang gila dari tadi mencari Diba sementara kamu enak-enakan bermain bersama Diba, kamu tidak tau diri aku sudah membolehkan mu untuk bertemu dengan Diba tapi kamu malah tidak tau diri," segala caci maki dilontarkan Ika kepada Radit, Radit merasa tersinggung dengan ucapan Ika segera mematikan telepon dia, melihat sikap Radit yang mematikan telepon dia secara sepihak emosi Ika semakin menjadi, melihat istri dia marah Rido mencoba menenangkan Ika, Rido mengelus bahu Ika agar emosi Ika mereda, melihat Anak dia seperti salah paham bu Ati mau bicara tapi belum sempat bu Ati bicara Ika sudah pergi masuk ke gedung tempat pertunangan Parel, Rido mengikuti istri dia dari belakang karena takut Ika membuat masalah didalam, setelah sampai didalam Ika mencari Radit.


Setelah Ika menemukan Radit, kembali Ika melontarkan perkataan sumpah serapah kepada Radit, Rido segera menarik Ika dari tempat itu, tapi Ika memberontak lalu kembali mendatangi Radit karena dia belum puas meluapkan emosi dia karena sudah capek dan cemas mencari Diba, apa lagi Diba masih bersama bu Risma melihat itu emosi Ika meluap, Ika kembali mengeluarkan kata-kata kasar kepada Bu Risma Bu Risma tidak ada saat Ika memarahi Radit, mendengar caci maki Ika Bu Risma tidak tinggal diam ia juga mengeluarkan kata-kata dia kepada Ika dan menyebut semua yang ada di kebun binatang, seketika mereka jadi tontonan orang yang berada di gedung itu.

__ADS_1


Rido menarik Ika agar menjauh dari bu Risma, sedangkan Radit menarik Ibu dia agar menjauh dari Ika, semua menjadi kacau Parel sangat malu dengan ulah adik dia begitu juga dengan Rido ia sangat malu dengan ulah Ika.


__ADS_2