Ayu Yang Malang

Ayu Yang Malang
Part 99


__ADS_3

"Pa,"panggil Rido sambil menyentuh tangan pak Adi, pak Adi membuka mata dia, ia tersenyum melihat Rido.


"Nak Rido, boleh bapak minta sesuatu sama kamu," kata pak Adi dengan suara lemah.


"Bapak minta apa sama Rido?" tanya Rido lembut.


"Bapak merasa tidak lama lagi bapak akan dipanggil sang pencipta, bapak ingin sebelum bapak meninggal melihat Ika sudah menikah, nak Rido bapak mohon menikahlah dengan Ika, kalau nak Rido menikah dengan Ika bapak akan tenang meninggalkan dia, bapak mohon nak Rido mengabulkan permintaan bapak," ucap pak Adi dengan suara lemah dia.


Mendengar permintaan pak Adi, Rido bagai disambar petir ia tidak mungkin menikah dengan Ika, karena dia tidak ada rasa cinta dengan Ika.


Melihat Rido diam saja tidak merespon apa yang ia katakan pak Adi kembali berkata,


"Ika sangat mencintaimu, kamu sumber kebahagiaan dia, apa yang terjadi dengan pernikahan Ika dan nak Rido tidak langgeng,mungkin itu kehendak Tuhan agar nak Rido dan Ika kembali bersama," kata pak Adi.


Rido serba salah ia ingin menolak tapi ia takut kondisi pak Adi semangkin drop karena penolakan dia, tapi karena ia tidak mau menikah dengan Ika terpaksa ia harus terus terang, lalu iapun berkata,


"Maaf pak, aku dan Ika tidak bisa menikah maaf permintaan bapak tidak bisa aku penuhi," jawab Rido, setelah mengatakan itu Rido tertunduk ia tidak sanggup melihat kekecewaan pak Adi.


Pak Adi kecewa dengan penolakan Rido, tapi ia juga tidak bisa memaksakan kehendak dia, membuat mereka tidak bahagia nantinya menjalankan pernikahan mereka. Pak Adi sedih memikirkan nasib Ika kedepannya.


Tiba-tiba pak Adi sesak, ia susah menarik napas dia, Rido melihat pak Adi seperti itu jadi kuatir ia keluar memanggil Parel mereka masuk ruangan pak Adi melihat kondisi pak Adi seperti itu Ika dan bu Ati menangis sementara Parel keluar memanggil dokter.

__ADS_1


Rido jadi kepikiran melihat pak Adi seperti itu, ia merasa bersalah mungkin karena penolakan dia membuat pak Adi seperti itu.


Dokter segera memeriksa pak Adi sementara mereka menunggu diluar, Parel begitu gelisah ia cemas dengan kondisi bapak dia, sementara Ika dan bu Ati terus menangis.


Dokter keluarga dari ruangan pak Adi, Parel melihat dokter keluar segera menghampiri dan bertanya.


"Bagaimana keadaan bapak saya dok?" tanya Parel dengan penuh kekhawatiran.


"Siapa diantara kalian yang bernama Rido dan Ika?" tanya dokter, bukannya menjawab pertanyaan Parel.


Mereka terkejut mendengar perkataan dokter, Rido dan Ika pandangan-pandangan, lalu mereka berdua menjawab.


"Saya dok," jawab Ika.


"Kalian berdua masuklah kedalam, pak Adi mau bicara ke kalian berdua, tapi jangan menentang apa yang dikatakan pak Adi, mungkin ini adalah permintaan terakhir dia pada kalian berdua," ucap dokter.


"Baik dok," jawab Ika, sementara Rido diam saja, ia seperti tau apa yang akan dibicarakan pak Adi ke mereka, lalu Ika mengajak Rido kedalam, Rido tersadar dari lamunan dia, dengan berat hati Ridopun masuk kedalam.


Sesampainya didalam, seperti perkiraan Rido pak Adi kembali meminta ia menikahi Ika, yang parahnya lagi pak Adi meminta mereka menikah hari itu juga dirumah sakit tempat pak Adi dirawat.


Dengan berat hati Rido menyetujuinya karena ia tidak mau karena penolakan dia, pak Adi kembali drop, mereka akhirnya menikah hari itu juga di rumah sakit tempat pak Adi dirawat, terpancar rona bahagia diwajahnya semua orang yang menyaksikan pernikahan mereka, terutama Ika ia yang paling bahagia diantara semua orang yang ada, hanya Rido yang tidak bahagia dengan pernikahan mereka.

__ADS_1


"Terimakasih bang, sudah mau mengabulkan permintaan bapak," ucap Ika dengan rasa bahagia dia, senyumnya terus mengembang saat mengatakan itu ke Rido.


"Iya," jawab Rido singkat, ia memasang muka datar tidak ada senyumnya saat ia menerima permintaan pak Adi sampai Ika mengatakan terimakasih dia.


"Selamat ya nak, akhirnya kalian menikah, mama sangat bahagia melihatmu sudah menikah apa lagi Ika yang jadi istrimu mama merestui kalian, semoga pernikahan kalian langgeng sampai tua," ujar Rini dengan rasa bahagia dia.


"Amin, terimakasih bu, atas doanya dan restu ibu, Ika berjanji akan berusaha jadi istri yang baik untuk bang Rido," jawab Ika.


"Selamat ya Do, sekarang kau menjadi iparku, kau harus panggil aku abang mulai sekarang, dan satu lagi, jaga adik kesayanganku juga keponakanku jangan sakiti dia," kata Parel.


"Iya," jawab Rido singkat.


"Selamat ya nak, semoga pernikahan kalian bahagia sampai anak cucu, ibu titip Ika sama Diba, jaga mereka anggaplah Diba seperti anakmu sendiri, ibu percaya nak Rido akan jadi suami yang baik untuk Ika," tutur bu Ati.


"Iya bu, jawab Rido singkat.


Tibalah Rido dan Ika sungkeman ke pak Adi, pak Adi segera memeluk Rido mengucap terimakasih yang sangat ke Rido karena sudah mau mengabulkan permintaan dia.


"Terimakasih nak, kamu sudah mau mengabulkan permintaan bapak," ujar pak Adi.


"Iya pak," jawab Rido.

__ADS_1


Tiba-tiba pak Adi kejang, dia juga sudah bernapas, mereka panik melihat pak Adi seperti itu.


__ADS_2