Ayu Yang Malang

Ayu Yang Malang
Part 71


__ADS_3

Ika membuka matanya, ia heran melihat tempat tidurnya berubah, ia merasa badan dia berat seperti ditindih, ia melihat ada tangan yang melingkar diperutnya seketika Ika menjerit.


''Aaaaa!"Teriak Ika, teriakan Ika membangunkan pria yang bersamanya.


''Siapa! kamu apa yang kalau lakukan padaku?" Ujar Ika.


''Kita baru menghabiskan malam panas dikamar ini,'' Ucap pria itu.


''Kamu jahat, hiks..hiks..hiks, kamu menghancurkan masa depanku,'' Kata Ika.


''Kamu tenang dulu aku akan bertanggung jawab apa yang sudah kita lakukan,'' Ujar pria itu.


''Tanggung jawab seperti apa?" Ika bertanya.


''Aku akan menikahi mu,'' Ucap pria itu.


''Aku tidak kenal kamu aku juga tidak cinta sama kamu aku sudah punya orang yang aku cintai,'' Kata Ika menolak tawaran pria itu.


''Kamu pikir aku cinta sama kamu, aku juga sudah punya orang yang aku cintai, tapi rasa bersalah ku kepadamu membuat aku harus bertanggung jawab, aku tidak mau melakukan hal bodoh lagi untuk ke dua kalinya cukup satu kali aku lakukan hal bodoh itu yang tidak mau bertanggung jawab dengan perbuatan ku dimasa lampau membuat penyesalan ku sampai saat ini,'' Ucap pria itu, di wajah pria itu menunjukan kesedihan, hal itu membuat Ika terdiam.


''Apa kamu juga pernah meniduri perempuan lain selain diriku?" Tanya Ika.

__ADS_1


''Ya, aku melakukannya tapi orang tua ku tidak membolehkan ku menikahinya karena aku masih sekolah, aku juga saat itu belum sadar kalau aku cinta sama dia sebab itu ikut kata orang tua aku, tapi setelah berpisah baru aku tau kalau aku cinta sama dia.


''Kenapa kamu tidak mendatangi dia, disaat kamu sudah tau kalau kamu mencintai dia?" Tanya Ika.


''Saat itu aku masih sekolah dan kami baru pindah ke kota xxx untuk menghindari tanggung jawab kami pindah dari desa tempat kami tinggal, saat itu papa ku baru bekerja aku juga tidak punya uang,'' Ujar pria itu.


''Aku tidak bisa menikah dengan mu, karena aku sudah bertunangan seminggu lagi kami akan menikah, aku sangat mencintai tunangan ku,'' Kata Ika kembali menolak.


''Itu terserah mu, kalau kau tidak mau aku bertanggung jawab tidak apa-apa, tapi kau jangan menyesal kalau aku sudah pergi,'' Ucap pria itu sambil bangun dari tidurnya lalu ia masuk ke kamar mandi membersihkan badan dia.


Ika berusaha bangun dari tidurnya tapi pangkal pahanya terasa sakit dan perih, ia tidak jadi turun dari tempat tidur, tadinya ia ingin turun mengambil bajunya yang berserakan di lantai, ia berdiam diri ditempat tidur, hp dia berbunyi tanda ada yang menghubungi, Ika melihat yang menghubungi tunangannya Rido, ia segera mengangkat.


"Halo assalamualaikum,''Jawab Ika.


''Adik di rumah teman tadi malam hp adik habis jadi tidak bisa ngabari abang adik minta maaf ya, adik diantar teman jadi abang tidak usah jemput Ika,''Ujar Ayu.


''Ya sudah kalau sudah sampai kosan kabari abang assalamualaikum,'' Ujar Rido.


''Iya, wa, alaikumsalam,''Jawab Ika.


Selesai menerima telepon Ika mendesah lesu, ia bingung memikirkan apa yang sudah terjadi padanya saat ini, keputusan ia tidak menerima pria itu apa sudah tepat atau tidak.

__ADS_1


''Kamu terima telepon dari siapa, apa itu tunangan mu?" Tanya pria itu.


''Iya memangnya kenapa kalau tunangan ku?'' Ika balik bertanya.


''Tidak apa-apa, aku mau pulang, aku tanya sekali lagi, apa kamu tetap pada pendirian mu tidak mau menerima ku untuk bertanggung jawab,'' Tanya pria itu untuk kedua kali nya.


''Tidak aku sangat mencintai tunangan ku,''Tolak Ika.


''Ya sudah aku mau pulang, tapi pikirkan sekali lagi tawaran ku ini alamat dan nomor telepon ku kalau kau berubah pikiran hubungi aku,'' Ucap pria itu memberi kartu nama dia.


Karena Ika diam saja pria itu meletakkan kartu itu di tepat tidur pria itu melangkah pergi, tapi saat di depan pintu kamar pria itu membalikkan badan dan berkata.


''Aku ragu kalau tunangan mu mau menerima mu kalau kamu tidak perawan lagi, saran ku sebelum kalian menikah kamu harus mengatakan yang sejujurnya dengan keadaan mu saat ini, agar tidak ada penyesalan, saya pergi dulu,'' Ucap Pria itu.


Mendengar apa yang dikatakan pria itu Ika jadi takut ia tidak memikirkan sampai ke sana.


Ika kembali ke kosannya dengan wajar lesu, sesampainya di sana kosan dia, Parel sudah ada di kosan menunggu dia.


''Dari mana saja kamu, abang sudah lama menunggu mu disini,'' Ucap Parel.


''Aku nginep di rumah teman,'' Ucap Ika.

__ADS_1


''Sudah tau mau pulang hari ini malah nginep di rumah teman mu, sana berkemas biar abang tunggu,'' Ucap Parel.


Ika pun berkemas walau badan dia terasa remuk, setelah selesai berkemas Parel mengantar dia pulang kampung, karena ia akan menikah satu minggu lagi.


__ADS_2