Ayu Yang Malang

Ayu Yang Malang
Part 93


__ADS_3

"Kamu bisanya menyalahkan orang lain, apa kamu tidak tau apa salahmu," ucap bu Risma dengan nada marah.


Mendengar anaknya dimarahi didepan dia bu Ati tidak terima ia pun segera berkata,


"Kamu jangan meninggikan suaramu ke anakku, aku saja yang melahirkan dia tidak pernah meninggikan suara ke anakku," ujar bu Ati.


Melihat suasana semakin memanas Radit dan pak Adi mencoba menenangkan bu Risma dan bu Ati.


"Sudah bu, kita kesini bukan mau cari ribut," kata Radit ke ibu dia.


"Ibu harus tenang tidak baik meninggikan suara seperti itu, nanti didengar tetangga malu bu," nasehat pak Adi.


"Dia yang mulai duluan pak, apa bapak tidak lihat bagai mana dia membentak Ika didepan kita," jawab bu Ati.


"Sudah tidak perlu ditanggapin," kata pak Adi.


"Ayo kita pulang, ibu sudah tidak tahan melihat mereka," ujar bu Risma ke Radit.


"Pergi kamu dari rumahku siapa yang menyuruhmu datang kemari, kami juga tidak sudi punya tamu sombong seperti kalian," jawab bu Ati.


Bu Risma menarik tangan Radit agar mau pergi dari rumah pak Adi, tapi Radit menyuruh ibu nya pergi duluan ia akan menyusul, dengan berat hati bu Risma pergi dari rumah pak Adi dan dia menunggu dimobil sedangkan Radit masih didalam bersama pak Adi dan bu Ati.


"Saya minta maaf atas perlakuan ibu ku," kata Radit.

__ADS_1


"Seharusnya bukan kamu yang minta maaf tapi ibumu, karena ibumu yang membentak Ika," jawab bu Ati.


"Sudah bu, jangan cari gara-gara lagi, bapak tidak mau ada keributan lagi dirumah ini," kata pak Adi.


"Sudahlah nak Radit kalau memang tidak bisa dilanjutkan pernikahan kalian tidak apa-apa mungkin nak Radit dan Ika jodohnya sampai disini," ucap Adi.


**


Setelah satu bulan lebih Ayu bergi pak Pajar belum juga menemukan Ayu, ia tidak tau lagi harus kemana mencari Ayu, akhirnya pak Pajar menyerah dan tidak mencari Ayu lagi, tentu saja keputusan pak Pajar yang tidak mencari Ayu lagi membuat istri dan juga Rini senang.


Saat ini Ayu sedang sakit ia dari pagi muntah-muntah terus sampai badan dia lemas, tetangga Ayu melihat Ayu muntah-muntah merasa kasihan ia menawarkan membawa Ayu ke Puskesmas.


"Yu, kamu kenapa dari tadi kamu muntah-muntah terus sampai muka kamu pucat," tanya bu Juli tetangga Ayu.


"Ayo ibu antar ke Puskesmas disana berobat tidak bayar," kata bu Juli menawarkan.


"Aku istirahat saja bu, mungkin aku kecapean karena itu perut aku mual," tolak Ayu karena merasa tidak enak merepotkan.


"Kamu harus berobat biar cepat sembuh, kalau kamu sakit terus kamu mau jualan gimana," ujar bu Juli, Ayu akhirnya menyetujui ia juga takut kalau terus sakit mau makan dari mana dia, bu Juli dan Ayu pergi naik sepeda motor bu Juli ke Puskesmas kampung mereka, Ayu segera diperiksa dokter, setelah selesai di periksa dokter menjelaskan.


"Selamat ya bu ibu positif hamil, kandungan ibu sudah 5 minggu janinnya sehat, ibu harus jaga makanan ibu jangan banyak pikiran," kata dokter.


Mendengar perkataan dokter Ayu terkejut hati dia campur aduk antara sedih senang, bu Juli juga terkejut mendengar Ayu hamil.

__ADS_1


"Iya dok," jawab Ayu pendek.


**


Ika juga saat ini sedang dirumah sakit ia tadi pingsan saat dikampus, ia menangis saat ia tau ia saat ini sedang hamil 2 bulan ia tidak senang dengan kehamilan dia itu.


"Sudah dek, kamu harus bisa menerima kehamilanmu kasihan anak yang dikandungan mu kalau ibunya tidak senang menerima dia," kata Parel menasehati adik dia.


"Gimana kuliah ku bang, aku tidak mau sampai berhenti kuliah gara-gara hamil," jawab Ika.


"Masalah itu nanti saja kita pikirkan, yang penting sekarang pikirkan kesehatanmu jangan sampai kamu sakit lagi, sudah tau dari kemarin tidak enak badan bukannya berobat malah dibiarin sampai pinggang dikampus," ujar Parel.


"Iya bang," jawab Ika pendek,


**


"Horee, aku mau punya adik," kata Leo setelah ia diberitahu bu Juli kalau dia mau punya adik saat diperjalanan pulang sekolah, bu Juli yang menjemput Leo karena Ayu masih lemes.


Saat Leo sudah sampai rumah dia, ia segera berlari mencari mama dia ke kamar ia ingin menanyakan langsung ke mama dia, setelah ia masuk kamar ia melihat mama dia, ia segera mendekat kemama dia.


"Ma, mama hamil ya, bentar lagi Leo punya adik ya?" tanya Leo.


"Iya sayang bentar lagi Leo jadi abang," jawab Ayu.

__ADS_1


"Asik, aku mau jadi abang," ucap Leo dengan hati gembira.


__ADS_2