Ayu Yang Malang

Ayu Yang Malang
Part 106


__ADS_3

Saat ini Ayu dan dokter Paujan sudah duduk berdua, lalu Ayu berkata,


"Dok, aku mohon dokter tidak usah datang kerumah saya lagi, apa lagi memberi hadiah buat anak saya, ini terakhir aku mengatakan kepada dokter, saya tidak tau lagi harus bagai mana mengatakan agar dokter mengerti kalau saya tidak bisa menerima apapun dari dokter, saya tidak mau menjadi gunjingan para tetangga, saya harap dokter mengerti dengan apa yang saya katakan," ujar Ayu.


"Saya tidak bermaksud apa-apa saya hanya ingin berteman dengan mu, juga dengan anak-anak mu," jawab Dokter Paujan.


"Tapi kita tidak bisa berteman dok, aku ini perempuan sedangkan dokter laki-laki, tidak baik dilihat orang lain," ujar Ayu kembali.


"Baiklah kalau Ayu tidak mengijinkan saya datang kemari, saya tidak akan datang lagi," jawab dokter dengan rasa kecewanya karena penolakan Ayu, Ayu sudah entah berapa kali me menolak dokter Paujan datang ke rumah dia, tapi baru kali ini dokter Paujan mau mendengarkan perkataan Ayu.


Dokter Paujan pulang dengan rasa kecewanya, padahal ia begitu berharap kalau dia bisa semakin dekat dengan Ayu, agar ia tau apa Ayu sudah janda apa masih bersuami, kalau Ayu sudah janda ia akan melamar Ayu, tapi harapan dia sudah punah karena Ayu sudah menolak dia.


**


Beberapa bulan kemudian Ika melahirkan anak perempuan, Rido sangat bahagia dengan kelahiran anaknya, begitu juga dengan Rini, ia juga sangat bahagia dengan kelahiran cucu pertama dia, Ika bersyukur karena punya suami dan mertua sangat baik ke dia, bahkan Rini tidak pernah pulang semenjak dia hamil sampai sekarang ia melahirkan, begitu juga dengan Rido begitu perhatian kepada dia, semenjak dia hamil.


"Terimakasih ya Ka, kamu sudah memberikan cucu yang sangat cantik, ibu sangat bahagia punya cucu," tutur Rini menyampaikan isi hati dia.

__ADS_1


"Ibu tidak perlu berterimakasih, itu sudah menjadi kewajibanku sebagai seorang istri," jawab Ika.


Rio juga bersama pak Pajar dan Ria datang menjenguk anak Rido, mereka juga sangat bahagia dengan kelahiran anak Rido, saat mereka mau pulang Rio mengajak Rini pulang lagi-lagi Rini menolak dengan alasan ia ingin mengurus cucu dia, hal itu membuat Rio kecewa dengan sikap Rini yang tidak perduli sama dia, padahal Rido juga sudah menyuruh mama dia pulang ikut dengan papa dia tapi Rini tetap dengan pendirian dia, tidak mau pulang.


Rio pulang dengan rasa kecewanya, tadinya dia berharap ia pulang bersama istri dia.


**


Kini anak Rido dan Ika sudah lima bulan, tapi Rini tidak juga pulang kerumah dia, Rido sudah capek menyuruh mamanya pulang tetap saja Rini tidak mau pulang, Rini tidak mau meninggalkan cucu dia, apa lagi sekarang anak Rido sedang lucu-lucunya karena itu Rini tidak mau meninggalkan cucu dia.


Anak Rido dan Ika diberi nama Rodiatul abdawiah di panggil Wiah, membuat Rido selalu ingin cepat pulang dan bermain dengan Wiah.


"Bu, orang yang didepan mencari ibu," kata pembantu itu yang bernama susi.


"Siapa dia?" Rini penasaran karena ia tidak mengenal orang-orang ditempat Rido.


"Ibu lihat aja kedepan," jawab Susi, ia tidak terlalu suka sama Rini karena Rini terlalu mengatur dia.

__ADS_1


"Kamu jaga cucu ibu, jangan sampai mereka Kenapa-napa, ibu kedepan dulu melihat siapa yang datang," kata Rini.


"Iya bu," jawab Susi singkat, ia malas bicara banyak kepada Rini, lalu Rini pergi kedepan mendatangi tamu itu.


Setelah sampai didepan Rini menyapa orang itu.


"Kamu cari saya?" kata Rini.


"Iya bu, ini ada surat untuk ibu," ujar orang itu lalu menyerahkan surat itu, lalu Rini menerima surat itu.


Setelah selesai menerima surat itu Rini kekamar dia, ia penasaran dengan surat itu, ia melihat surat itu dari kantor pengadilan agama, tapi belum sempat ia membuka surat itu, Susi memangil dari luar kamar dia, Rini mengurungkan niatnya membuka surat itu, lalu ia keluar dari kamar dia mendatangi Susi, ia takut cucu dia Kenapa-napa.


"Ada apa sih, kamu manggil ibu?" ujar Rini karena ia terganggu ingin membuka surat itu


"Ini bu, Diba mau pup, aku mau temani dia tapi tidak ada jagain Wiah," jawab Susi.


"Ya sudah sana kamu pergi, ibu yang jaga Wiah," kata Rini, lalu Susi pergi membawa Diba kekamar mandi.

__ADS_1


Tiap hari yang menjaga Wiah dan Diba adalah Rini, sedangkan Ika tiap hari pergi setelah Rido pergi bekerja, tapi Rido tidak pernah tau kalau Ika tiap hari pergi, setau Rido Ika dirumah menjaga anak-anak mereka, karena Ika pulang sebelum Rido pulang, Rini tidak pernah mengadu kepada Rido kalau Ika tiap hari keluar, karena Ika menantu pilihan dia.


__ADS_2