
Fikri melihat mobil pak Pajar melintas di jalan, kebetulan Fikri mengenali mobil pak Pajar, karena ia sudah hapal plat nomor mobil pak Pajar, Fikri mengikuti mobil pak Pajar kemana pergi, Fikri curiga sebab mobil pak Pajar tidak mengarah ke jalan tempat kerjanya, kecurigaan Fikri semakin bertambah saat mobil pak Pajar membelok ke rumah sakit.
Setelah melihat pak Pajar keluar dari mobil dan membuka pintu mobil penumpang Fikri terkejut melihat perempuan muda yang sedang hamil keluar dari pintu penumpang yang dibukakan pak Pajar, Fikri semakin penasaran siapa perempuan itu, Fikri terus mengikuti kemana mereka pergi, Fikri melihat pak Pajar dan perempuan itu masuk keruangan dokter kandungan, Fikri melihat pak Pajar seperti merangkul perempuan itu, Fikri menduga-duga apa perempuan itu adalah Ayu, Fikri menunggu pak Pajar dan perempuan itu keluar dari ruangan dokter.
Setelah menunggu beberapa saat, pak Pajar dan Ayu keluar dari ruangan dokter, Fikri segera mengambil foto pak Pajar dan Ayu saat keluar dari ruangan dokter pakai ponsel dia, agar ia punya bukti Fikri terus mengikuti mereka sampai keluar dari rumah sakit, melihat pak Pajar membukakan pintu mobil untuk Ayu, Fikri kembali mengambil foto mereka lagi sampai mobil pak Pajar meninggalkan rumah sakit.
Fikri terus mengikuti mobil pak Pajar kemana pergi, Fikri melihat mobil pak Pajar berhenti di supermarket ia juga membelok sepeda motor dia ke supermarket, kebetulan Fikri memakai topi jadi pak Pajar tidak tidak terlalu memperhatikannya, di dalam supermarket Fikri mengambil foto pak Pajar dan Ayu kembali, sampai keluar dari supermarket Fikri mengambil foto mereka entah sudah berapa puluh foto yang Fikri ambil, Fikri terus mengikuti mereka sampai ke rumah pak Pajar, Fikri melihat pak Pajar dan Ayu masuk kerumah lalu Fikri kembali mengambil foto mereka.
Setelah selesai mendapat bukti, Fikri pergi ke penjara ia mau memberitahu ke mama dia.
Fikri berharap setelah ia mengatakan ke mamanya mamanya akan melupakan pak Pajar, karena ia sudah tidak suka kalau mamanya berharap kepada pak Pajar.
Semoga mama melupakan papa kalau sudah tau papa menghamili Ayu, aku tidak sudi melihat mereka lagi, sudah cukup air mata mamaku menangisi mereka, mulai hari ini mama tidak boleh lagi memikirkan papa karena dia tidak pantas untuk di pikiran dan di cintai.
"Permisi Pak, saya mau mengunjungi mama saya," kata Fikri ke salah satu polisi yang berjaga di depan penjara.
"Ayu ikut aku," jawab polisi. Polisi sudah tau kalau Fikri mau menjumpai siapa karena polisi sudah sering melihat Fikri datang.
"Kamu tunggu di sini," ujar polisi, sambil menunjuk kursi tempat orang biasa bertemu dengan orang yang berada di penjara. Fikri menurut ia duduk di kursi yang di arahkan polisi. Lalu polisi pergi memanggil Mawar.
__ADS_1
"Ada yang ingin bertemu denganmu," ujar polwan kepada Mawar.
Mawar terkejut dan bertanya-tanya siapa yang datang, ia berharap kalau yang datang adalah pak Pajar, lalu ia bertanya.
"Siapa yang datang berkunjung?" tanya Mawar penasaran.
"Anakmu yang biasa datang ke sini," jawab polwan.
Mawar lemas mendengarnya, tapi ia juga merasa senang mungkin Fikri membawa kabar gembira, pikir Mawar.
"Ayo!" kata Polwan. Lalu polwan membawa Mawar bersamanya menjumpai Fikri.
Dari jauh Mawar sudah melihat anaknya, tiba-tiba air matanya menetes merasa sedih melihat anaknya yang sering datang tidak ada orang lain selain anaknya, padahal ia punya suami seharusnya suaminya datang mengunjunginya, tapi sayang hanya sekali suaminya datang waktu pertama ia masuk penjara, setelah itu suaminya tidak pernah lagi datang, itu yang membuat Mawar sedih.
"Ma, aku sudah punya bukti perselingkuhan papa dengan Ayu," kata Fikri mengadu. Mendengar perkataan anaknya, Mawar terkejut dan sedih tapi ia berusaha tegar ia tidak mau terlihat lemah didepan anaknya.
''Yakan apa mama bilang kamu baru percayakan setelah kamu melihat langsung, jadi dimana kau melihat mereka?" tanya Mawar walau dalam hatinya sakit mendengar kabar itu, ia tetap ingin tau.
"Aku melihat mereka kerumah sakit Ma," jawab Fikri sambil memandang wajah mamanya karena ia takut mamanya akan syok dan pingsan nantinya.
__ADS_1
"Siapa yang sakit papa atau Ayu?" tanya Mawar merasa kuatir kalau yang sakit adalah suaminya.
Mendengar pertanyaan mama dia Fikri dilema apa ia harus mengatakan atau tidak di satu sisi ia ingin mengatakan kalau Ayu saat ini sedang hamil tapi disisi lain ia tidak tega melihat mama dia sedih karena mendengar suami dia menghamili perempuan lain sedangkan mama dia masih dipenjara.
"Fik!" Mawar memanggil anaknya karena diam saja tapi Fikri masih asik melamun ia menyentuh tangan Fikri baru Fikri tersadar dari lamunannya.
"Aku melihat papa keruangan dokter kandungan Ma," kata Fikri, ia terpaksa memberitahu ke mamanya agar mamanya segera melupakan pak Pajar, Fikri juga menunjukan foto di ponsel dia yang dia ambil tadi, tangan Mawar gemetar melihat foto suaminya dan Ayu, ia tidak menyangka suaminya dengan Ayu sudah sejauh itu berhubungan sampai Ayu hamil, Mawar menangis melihat foto itu ia sangat sedih menerima kenyataan kalau suaminya sudah menghamili perempuan lain, seharusnya dia dapat perhatian dari suaminya di saat seperti ini keadaan dia, tapi yang ia dapat adalah sebaliknya perselingkuhan suami, itu yang didalam pikiran Mawar.
Teganya kamu mengkhianati ku Ma, apa salahku apa masih kurang pengabdian ku selama ini, aku begitu tulus merawat mu juga ibumu, tapi ini kah balasanmu, sakit kau buat aku seperti ini, semoga kalian mendapat balasan dari Tuhan, hiks.. hiks.. hiks," gumam Mawar.
Fikri jadi ikut sedih melihat mama dia menangis, ia memeluk mamanya dan berusaha menenangkan mamanya, agar tidak sedih lagi.
"Tenang diri mama lupakan papa, kita harus balas perbuatan mereka kepada kita, aku berjanji akan membuat mereka menderita karena telah mengkhianati mama," ujar Fikri dengan nada marah.
"Dengan cara apa Fik? sedangkan mama masih di penjara kita juga tidak punya uang bagaimana kita bisa balas dendam?" tanya Mawar merasa putus asa.
"Tenang Ma, Fikri sudah punya rencana untuk membalas sakit hati mama, kita buat mereka menderita sampai mereka hancur," jawab Fikri berapi-api.
"Kamu merencanakan apa Fik, kamu jangan membuat masalah lagi, mama tidak mau kamu sampai di penjara sama seperti mama, kalau kau dipenjara siapa yang akan memberi mama uang lagi," kata Mawar merasa cemas kalau anaknya akan mendapat masalah.
__ADS_1
💟💟💟💟💟💟💟💟💟💟💟💟
Hai membaca setia AYU YG MALANG ikuti terus ya ceritanya dan juga dukung dengan cara beri like dan komen dibawah ini 👇👇👃👃