Ayu Yang Malang

Ayu Yang Malang
Mawar Cemburu Buta.


__ADS_3

Sudah sebulan lamanya Ayu tingga dirumah pak Pajar ia juga sudah sekolah, pak Pajar sangat memperhatikan Ayu, membuat Mawar iri dan cemburu, Mawar mengira kalau pak Pajar menyukai Ayu.


Bertambah lah benci Mawar ke Ayu tapi Mawar tidak bisa berbuat apa-apa karena pak Pajar mengancam dia kalau sampai dia berbuat jahat ke Ayu ia akan di usir dari rumah mereka ,karena itu Mawar tidak bisa berbuat apa-apa.


Tanpa Mawar tau pak Pajar perhatian kepada Ayu agar Ayu tidak terlalu memikirkan masalah dia, pak Pajar takut Ayu tertekan dan mengganggu mental Ayu kalau ia dibiarkan sendiri, pak Pajar tidak menceritakan masalah Ayu ke Mawar karena pak Pajar berpikir tidak ada gunanya Mawar di beritahu toh kalau Mawar tau ia tidak akan bersimpati malah tambah masalah kalau Mawar mengadu ke ibu dia dan itu senjata mereka mengusir Ayu, pikir pak Pajar.


Pagi ini Ayu merasa mual, Ayu berlari kekamar mandi sesampainya dikamar mandi Ayu muntah-muntah pak Pajar membawa Ayu ke rumah sakit.


Sesampai mereka dirumah sakit Ayu langsung diperiksa dokter, setelah di periksa, dokter menjelaskan kenapa Ayu muntah-muntah.


"Selamat ya bu, ibu hamil, kata dokter, mendengar perkataan dokter Ayu langsung menangis sesenggukan, melihat anak dia menangis pak Pajar memeluk Ayu dan mengusap-usap kepala Ayu, membuat dokter heran, tapi Dokter tidak berani bertanya ia hanya menduga-duga dalam hati, kalau Ayu hamil tanpa suami, melihat dari usia Ayu yang masih muda.


Setelah selesai diperiksa pak Pajar dan Ayu pulang, Sepanjang perjalanan Ayu terus saja bersedih pak Pajar yang melihat Ayu seperti itu jadi ikut sedih, tapi ia tidak mau menunjukan kesedihan dia didepan Ayu.


''Yu, sudah tidak usah sedih lagi semua akan baik-baik saja kasihan anak yang ada dikandungan mu dia juga pasti akut meredakan kesedihan ibunya, Ayu tadi dengarkan apa kata dokter Ayu tidak boleh banyak pikiran," tutur pak Pajar menasehati Ayu.


''Gimana Ayu tidak sedih Pa, Ayu hamil tanpa suami Ayu malu gimana Ayu mau sekolah kalau Ayu hamil, belum lagi kalau guru Ayu tau Ayu hamil, Ayu pasti dikeluarkan dari sekolah terus bagai mana masa depan Ayu, Ayu menyesal tidak mendengarkan bang Rido kalau Ayu tidak boleh pacaran hiks..hiks..hiks," jawab Ayu sambil menangis.


''Untuk sementara waktu Ayu terus sekolah, kalau perut Ayu sudah mulai kelihatan beras, Ayu sekolah dari rumah, Papa yang mengurus toh sebentar lagi Ayu tamat," kata pak Pajar menenangkan Ayu.


''Apa bisa pa?" tanya Ayu ingin tau.


"Bisa, Ayu tidak usah mikir apa-apa, biar papa yang mengurus semuanya kamu hanya perlu fokus belajar saja percayakan sama Papa, kita mampir sebentar di supermarket," ucap pak Pajar.


''Papa mau belanja apa," tanya Ayu.


''Iya Papa mau beli susu ibu hamil biar anak mu sehat," jawab pak Pajar, lalu mereka mampir ke supermarket, pak Pajar mengajak Ayu memilih susu, ia menyuruh Ayu memilih susu yang rasa apa yang Ayu sukai, setelah selesai berbelanja pak Pajar membayar belanjaan mereka, setelah selesai membayar mereka keluar dari supermarket, setelah sampai di mobil pak Pajar membukakan pintu mobil untuk Ayu, Ayu pun masuk ke mobil, tanpa mereka sadari ada sepasang mata yang memperhatikan mereka dari mereka keluar dari supermarket.


Fikri yang memperhatikan mereka, Fikri datang tepat pak Pajar dan Ayu keluar dari supermarket berjalan ke mobil, Fikri tidak melihat wajah Ayu karena ia melihat mereka dari belakang, setelah mobil pak Pajar lewat Fikri menghubungi Mama dia, namun tidak di angkat, ia coba berulang kali menghubungi Mama dia, tetap tidak diangkat.

__ADS_1


''Kenapa nggak diangkat sih, ya sudahlah nanti saja aku kesana," kata Fikri bicara sendiri, lalu ia masuk ke supermarket membeli keperluan dia, setelah selesai ia pergi ke rumah pak Pajar, ia sangat penasaran siapa perempuan yang bersama papa dia tadi, ia ingin menanyakan ke mama dia.


Sesampainya Fikri di rumah Papa dia, ia langsung masuk, ia melihat Papa dia duduk di ruangan tamu.


"Assalamualaikum Pa," kata Fikri sambil menyalami dan mencium tangan pak Pajar.


"Wa, alaikumsalam," jawab pak Pajar.


"Pa Mama mana?" tanya Fikri sambil duduk dikursi di depan pak Pajar.


''Arisan," jawab pak Pajar singkat.


"Jam berapa pulangnya Pa? tanya Fikri


''Papa tidak tau, mau perlu apa sih Fik, sepertinya ada yang penting?" jawab pak Pajar sekalian bertanya balik.


Pak Pajar memberikan uang sepuluh lembah ratusan, dengan senang hati Fikri menerimanya.


''Itu untuk satu bulan," kata pak Pajar, senyum Fikri langsung lenyap mendengar perkataan Papa dia.


''Mana cukup ini Pa untuk satu bulan," kata Fikri protes.


"Ya dihemat biar cukup," jawab pak Pajar.


Fikri menerima uang itu malas malasan, tadinya ia sudah senang karena Papa dia memberikan uang ke dia, tapi Papa dia mengatakan untuk sebulan, ia menjadi kecewa, tapi Fikri tidak menampakkannya didepan pak Pajar.


''Fikri pulang Pa,assalamualaikum," ucap Fikri bangun dari duduk dia.


''Wa, alaikumsalam, loh gak jadi nunggu Mama pulang? jawab pak Pajar sekalian bertanya.

__ADS_1


''Tidak Pa, lagian Mama pulang tidak tau jam berapa aku hubungi dari tadi tidak diangkat," jawab Fikri.


''Ponsel Mama tidak dibawa gimana mau angkat," kata pak Pajar memberitahu.


''Tidak biasanya Mama gak bawa ponsel?" tanya Fikri penasaran.


"Kalau pengajian Mama memang gak pernah bawa ponsel, dibawa juga percuma sampai di sana dimatikan," jawab pak Pajar.


''Kenapa dimatikan? Tanya Fikri balik.


"Biar gak ganggu mereka saat pengajian," jawab pak Pajar.


Fikri manggut-manggut mendengar penjelasan pak Pajar, Fikri akhirnya pulang, Fikri sudah melupakan niat awal dia setelah melihat uang yang diberikan papa dia.


**


Selang beberapa hari Fikri menghubungi Mama dia, ia menanyakan perempuan yang bersama papa dia di supermarket.


Mawar tidak merasa dibawa pak Pajar dalam satu minggu ini menjadi murka, ia mengira pak Pajar berselingkuh dibelakang dia, ia segera menanyakan ke suami dia langsung, pak Pajar menjawab jujur kalau yang ia bawa adalah Ayu.


Setelah Mawar tau, siapa yang dibawa suami dia, Mawar semangkin curiga ke pak Pajar dan Ayu apa mereka ada hubungan dibelakang dia, sebab Fikri mengatakan kalau pak Pajar kelihatan mesra dengan perempuan itu sampai membukakan pintu mobil untuk Ayu bagi Mawar itu tidak wajar.


Tapi Mawar tidak bisa memarahi mereka berdua karena ia tidak ada bukti, dari hari itu Mawar terus mengawasi suami dia dan Ayu.


💟💟💟💟💟💟💟💟💟


Hai membaca setia AYU YG MALANG. dukung cerita ini terus ya. dengan cara


beri like dan komen ya di bawah ini. 👃👃

__ADS_1


__ADS_2