Ayu Yang Malang

Ayu Yang Malang
Part 79


__ADS_3

Setelah dari rumah pak Adi Rido kembali ke rumah Ayu, ia mengajak Ayu mengurus pernikahan mereka, sore harinya keluarga Rido sampai di rumah Ayu, mereka ke rumah Ayu karena Rido yang meminta.


''Opa, Leo sudah punya papa,'' Ucap Leo saat keluarga Rido dan Ayu sampai, semua orang yang mendengar perkataan Leo heran siapa papa yang dimaksud Leo.


''Opa sudah tau papa Leo kan Parel,''Ujar Rio.


''Bukan itu opa, papa Parel itu papa bohongan yang Leo bilang papa beneran,'' Kata Leo.


''Siap apa mama mu sudah punya calon?" Tanya pak Pajar.


''Sudak opa, om itu sudah jadi papa Leo,''Ujar Leo.


''Wah banyak dong papa Leo,''Ucap Rio karena tidak mengerti kalau yang dikatakan Leo itu memang benar, Rio mengira kalau hanya Rido yang meminta dipanggil papa, mereka semua yang baru datang belum tau kalau yang mau dinikahi Rido adalah Ayu bukan Ika.


''Pa, Rido tidak jadi menikah dengan Ika,''Kata Rido, ia baru mengatakan setelah neneknya beristirahat dikamar.


''Kenapa kamu tidak jadi menikah dengan Ika,'' Tanya Rini, ia tidak senang mendengar gagalnya pernikahan anaknya.


''Ika dinodai pria lain, pria itu yang akan menikahi Ika,''Jawab Rido.


''Asta, kok bisa,'' Tanya Rio.


''Ceritanya begini pa, bla bla bla,'' Rido menceritakan kenapa Ika sampai dinodai

__ADS_1


''Kasihan sekali Ika, seharusnya kamu tidak menolak Ika, ia terlihat sangat mencintai Kamu nak,''Ucap Rini, ia takut kalau Rido tidak jadi menikah dengan Ika, Rido akan menikahi Ayu, ia tidak senang kalau Rido menikah dengan Ayu, lebih baik sama Ika walau Ika sudah tidak suci lagi.


''Apa apan sih mama, ya jelas ditolak Rido papa pun akan menolak jika seperti itu, bagai mana kalau Ika hamil, toh pria itu mau bertanggung jawab apa yang harus dikasihani,'' Tutur Rio.


''Kenapa kamu tidak bilang semalam saat papa menghubungi mu,''Tanya Rio.


''Rido tetap akan menikah pa, karena itu Rido tidak menceritakannya,'' Jawab Rido.


''Sama siap do?" Tanya Rini, karena ia penasaran.


''Sama Ayu ma,''Jawab Rido.


''Apa!" Kata semua orang yang ada disitu.


Begitu juga dengan pak Pajar ia senang karena Rido yang menikah dengan Ayu, ia sudah tau kalau Rido baik orangnya dan pak Pajar yakin kalau Rido bisa menyayangi Ayu dan Leo dengan tulus, Rido laki-laki bertanggung jawab, sebab itu pak Pajar senang dan merestui hubungan Rido dan Ayu.


Lain halnya juga dengan Ria, ia juga tidak senang kalau keponakannya akan menikahi Ayu, tapi ia tidak mau menunjukannya karena ia tau kalau suaminya sangat menyayangi Ayu.


''Jadi kapan kalian akan menikah?" Tanya pak Pajar.


''Besok pakde, nikahnya di kantor KUA,''Jawab Rido.


''Kamu pikirkan sekali lagi do, kamu jangan buru-buru mengambil keputusan, menikah itu seumur hidup banyak hal yang harus kamu pertimbangkan, jangan sampai kamu menyesal nantinya,''Papar Rini.

__ADS_1


''Rido sudah mantap ma, Rido sudah mencintai Ayu sedari dulu, kebahagian Rido adalah bersama Ayu, kalau mama ingin melihat anak mama ini bahagia restui pernikahan ku dengan Ayu,'' Ucap Rido.


Perkataan Rido membuat Rini tidak bisa berkata-kata lagi, sudah tidak ada lagi alasan Rini membatalkan pernikahan Rido dan Ayu.


''Iya ma, Ayu orangnya baik kita juga sudah mengenalnya apa lagi yang membuat mama tidak setuju,'' Ujar Rio.


''Mama bukan tidak setuju pa, mama cuma takut kalau Rido nantinya menyesal, papa tau sendiri kalau Ayu sudah punya anak,'' Kata Rini mencari-cari alasan.


Ayu yang menguping pembicaraan mereka dari tadi dibalik pintu kamar dia, menjadi ragu mau menikah dengan Rido, ia tau kalau bule Rini tidak setuju dengan pernikahan ia dan Rido terlihat dari cara budenya menentang.


''Kita berdoa saja agar mereka bahagia dengan pernikahan mereka, mama tidak usah memusingkan yang belum terjadi,''Rio berkata.


Rini sudah tidak bisa lagi menentang, pernikahan Rido dengan Ayu, apa yang ia takutkan akhirnya terjadi juga.


''Apa tidak ada pesta di sini merayakan pernikahan kalian?" Tanya pak Pajar.


''Tidak pakde, pernikahan kami terlalu mendadak jadi tidak sempat mempersiapkan pesta,''Jawab Rido.


''Pakde yang akan buat pesta pernikahan kalian, kamu hanya mengatur hari cuti mu kembali,'' Ucap pak Pajar.


''Iya pade nanti Rido atur kapan Rido bisa cuti lagi,'' Jawab Rido.


''Kok manggil pakde lagi, seharusnya kamu manggil papa mertua,''Kata Rio bercanda mencairkan suasana.

__ADS_1


Mendengar perkataan suaminya tentu saja Ria tidak senang, berapa biaya yang harus keluarkan pembuat pesta itu, tapi ia juga tidak mungkin menentang keputusan suaminya karena anak-anak dia juga sudah dipestakan pak Pajar, dari suami dia yang dulu.


__ADS_2