Ayu Yang Malang

Ayu Yang Malang
Ayu pindah 3


__ADS_3

Ayu hanya bisa menangis, bu Aini melihat Ayu menangis segera memeluk Ayu.


''kau masih memikirkan malu! kita sudah tidak punya malu Yo, bagai mana kalau Ayu hamil, mau ditaruh mana muka kita sedangkan si Radit hilang di telan bumi entah kemana dia pergi melarikan diri," ucap Ria dengan nada marah.


''Kakak tau dari mana kalau di Radit pergi melarikan diri?" tanya Rio merasa heran.


"Pak Tono tadi kesana, mereka sudah pindah entah kemana tidak ada satupun tetangga mereka yang tau kapan mereka pergi tau-tau rumah mereka sudah kosong selama satu minggu ini," jawab Ria.


Mendengar kabar menghilangnya Radit Ayu hancur, Ayu tidak menyangka orang yang selama ini dia cintai sudah pergi meninggalkan dia dan tidak mau bertanggung jawab.


Setelah orang-orang pergi, mereka memutuskan, kalau Ayu harus pindah dari kampung mereka, sebab kalau Ayu masih tinggal disitu ia akan jadi gunjingan para tetangga mereka, belum lagi kalau Ayu hamil.


Rio ingin mengembalikan Ayu ke pak Pajar agar Ayu tidak di hina orang-orang sekeliling dia.


Setelah berpamitan Ayu pergi diantar Rio.


Selama diperjalanan Ayu melamun ia memikirkan nasib dia kedepan harus bagai mana.


Rio yang melihat Ayu terus saja melamun, mencoba bicara.


''Yu tidak usah dipikirin percaya sama pak Lek, semua akan baik-baik saja, ujar Rio menasehati Ayu.


''Iya pak Lek, tapi Ayu takut," jawab Ayu menyampaikan apa yang ia rasakan.


''Apa yang Ayu takutkan?" tanya Rio ingin tau.


''Bagai mana kalau Ayu hamil," ujar Ayu balik merasa takut.


''Masalah itu biar nanti kita pikirkan jalan keluarnya, jawab Rio karena dia juga tidak tau bagai mana jalan keluarnya kalau Ayu hamil.


''Apa Papa sudah tau kejadian ini pak Lek?" tanya Ayu penasaran.


"Belum biar pak Lek, yang ngasih tau Papa," jawab Rio jujur.


"Kalau Papa marah dan tidak nerima Ayu gimana pak Lek," tanya Ayu dengan hati gundah.


"Tidak mungkin Yu, Papamu pasti senang Ayu datang ke rumah dia, Papa mu sudah lama menginginkan Ayu pulang ke rumah dia lagi, sudah Yu tidak usah mikir apa-apa, Ayu berdoa saja semoga semu baik-buruk saja," ujar Rio sambil menasehati Ayu.


''Iya pak Lek," jawab Ayu lalu Ayu mencoba memejamkan mata dia yang sudah mengantuk berat tapi tidak bisa tidur karena masalah yang ia hadapi.


''Akhirnya mereka sampai juga ke rumah pak Pajar.


"Assalamualaikum," cap Rio dan Ayu dari luar sebelum masuk


"Wa,alaikumsalam," jawab pak Pajar dari dalam rumah, pak Pajar kebetulan duduk diruang tamu, ia bangun dari duduk dia mendapati tamu yang datang.

__ADS_1


Pak Pajar membuka pintu, setelah terbuka pak Pajar terkejut melihat Rio dan Ayu datang.


"Wah anak Papa sudah datang," ucap pak Pajar dengan hati gembira, ia langsung memeluk Ayu setelah itu menyalami Rio.


"Ayo masuk," kata pak Pajar, ia membawa mereka keruangan tamu.


''Bi, bikinkan minum," kata pak Pajar menyuruh Bibi.


"Gimana kabar Mas," tanya Rio basa basi.


"Alhamdulillah sehat, kabar kalian sehat juga kan," tanya balik pak Pajar.


"Alhamdulillah sehat Mas," jawab Rio.


"Kabar ibu bagai mana, sehat juga kan?" tanya pak Pajar.


''Alhamdulillah sehat juga Mas," jawab Rio.


''Kak Mawar kemana?" tanya Rio karena tidak melihat Mawar.


"Pergi ketempat saudara dia, ada acara hajatan di sana," jawab pak Pajar menjelaskan.


''Bude di mana kok sepi, dari tadi tidak kelihatan," tanya Rio lagi, ia harus memastikan tidak ada yang akan mendengar kalau ia menceritakan masalah Ayu.


"Ikut sama kakak mu, gantikan abang," jawab pak Pajar, pak Pajar merasa heran melihat Rio seperti ingin menyampaikan sesuatu.


"Tidak ada Bibi teman mas," jawab pak Pajar sambil tertawa merasa lucu, Rio dan Ayu ikut tertawa mendengar perkataan pak Pajar.


"Fikri gak di rumah juga?" tanya Rio sambil memperhatikan semua rumah pak Pajar.


"Fikri sudah lama tidak tinggal disini, paling dia datang sekali-kali," jawab pak Pajar singkat.


''Tinggal di mana dia sekarang?" tanya Rio lagi.


"Dia tinggal sama Papa kandung dia, disini dia tidak betah karena mas tidak kasih dia keluyuran, Fikri itu sudah diatur dia maunya bebas, mas tidak suka seperti itu keluyuran tidak jelas," jawab pak Pajar.


Sedang asik mereka bercerita, Bibi datang membawa tiga cangkir teh, Bibi menyuguhkan teh itu ke mereka.


''Terimakasih Bi," uap Ayu, Bibi yang melihat Ayu langsung memeluk Ayu.


"Ayu tidak pernah datang Bibi rindu sama Ayu," kata Bibi dengan hati gembira sudah bertemu dengan Ayu.


''Ayu juga rindu Bi, tapi baru sekarang Ayu bisa datang," jawab Ayu.


''Ya sudah ajak Ayu ke kamar dia, bawa juga teh Ayu biar dia minum dikamar, Ayu pasti capek habis perjalanan jauh," kata pak Pajar.

__ADS_1


Lalu Bibi dan Ayu pergi ke kamar Ayu, tinggallah Rio dan pak Pajar di ruangan tamu.


''Mereka sudah pergi, Rio mau bicara apa?" tanya pak Pajar.


''Kok mas tau Rio mau bicara berdua sama mas?" tanya Rio merasa heran.


''Dari cara mu nanya semua orang dirumah ini," jawab pak Pajar.


''Begini mas." Rio menceritakan semua peristiwa yang di alami Ayu tanpa ada yang dilewatkan.


Pak Pajar yang mendengar cerita Rio, sangat marah ia juga sedih dengan nasib Ayu.


"Biar Ayu sekolah disini saja," kata pak Pajar.


"Tapi mas, gimana kalau Ayu hamil?" tanya Rio merasa khawatir.


''Kalau pun Ayu hamil, bisa mas usahakan Ayu sekolah secara daring, paling tinggal berapa bulan lagi Ayu sudah tamat," tutur pak Pajar.


''Iya sih, tapi kalau Ayu hamil apa mas tidak takut nama baik mas tercoreng?" tanya Rio penasaran.


"Kalau mas sih, tidak perduli apa kata orang yang mas takut mental Ayu terganggu menerima kenyataan ini," jawab pak Pajar.


''Kalau bisa sih mas, Ayu tidak usah dikasih banyak-banyak berpikir diusahakan jangan sampai Ayu tertekan," ujar Rio memberi saran


''Iya nanti mas perhatikan kondisi Ayu selama disini, ya sudah kita istirahat sudah tengah malam, kamu kan capek habis perjalanan jauh," kata pak Pajar.


''Iya mas, biar besok tidak kesiangan, mana besok mau pulang pagi lagi," ujar Rio.


"Kok buru buru pulangnya?" tanya pak Pajar


"Kasihan istri ku ditinggal sama ibu dirumah tidak ada teman mereka," jawab Rio.


''Tapi kak Ria kau bilang dirumah ibu," kata pak Pajar.


"Iya tadinya, tapi dia pulang hari ini juga," jawab Rio.


"Oh," kawab pak Pajar, mereka berjalan masuk ke kamar masing-masing.


Esok paginya setelah sarapan Rio pulang.


Sorenya Mawar dan bu Parida pulang, Mawar terkejut melihat Ayu sudah ada dirumah mereka, tapi karena mereka capek habis perjalanan jauh, mereka langsung beristirahat, mereka tidak bertanya kenapa Ayu datang.


πŸ’ŸπŸ’ŸπŸ’ŸπŸ’ŸπŸ’ŸπŸ’ŸπŸ’ŸπŸ’ŸπŸ’Ÿ


Hai para pembaca setia cerita AYU YG MALANG.jangan lupa dukung terus dengan

__ADS_1


cara like dan komen dibawah iniπŸ‘‡πŸ‘‡πŸ‘ƒπŸ‘ƒ


__ADS_2