
Buk parida berpapasan dengan mawar saat ia baru keluar dari kamar Ayu, Mawar yang melihat ibu mertua dia keluar dari kamar Ayu bertanya.
"Bu, bagai mana? apa ibu menemukan sesuatu yang mencurigakan di kamar Ayu," tanya Mawar ingin tau.
Bu Parida tidak menjawab ia masih bingung mau jawab apa, ia terus berjalan menuju kamar dia, setelah sampai di kamar dia, ia masuk dan mengunci pintu kamar dia, agar Mawar tidak bisa masuk.
"Bagai mana ini, apa yang harus aku katakan kepada Mawar, aku sangat menginginkan cucu, tapi aku juga tidak mau nama baik keluarga tercoreng gara-gara Ayu yang mengandung cucu ku, apa kata orang jika mereka tau kalau anak ku menghamili anak angkatnya, atau Ayu harus disembunyikan selama ia hamil setelah ia melahirkan anak dia diberikan kepada Mawar sebagai ibunya, itu ide yang bagus," ucap bu Parida bicara sendiri dikamar dia.
Bu Parida mengira kalau, Ayu pasti hamil cucu dia, sementara itu Mawar melihat tingkah ibu mertua dia seperti itu, semakin yakin kalau kecurigaan dia itu ke Ayu dan suami dia.
''Pasti ibu menemukan sesuatu atau Ayu sendiri yang mengaku," ucap Mawar dalam hati menduga-duga.
Mawar mendatangi kamar ibu mertua dia, sesampainya ia di pintu kamar ibu mertua dia, ia mengetuk pintu kamar ibu mertua dia, tapi tidak ada jawaban dari dalam, ia coba berulangkali sambil memanggil ibu mertua dia, tetap tidak ada jawaban dari dalam, akhirnya Mawar mengalah ia pergi dari kamar ibu mertua dia menuju kamar dia, padahal ia sangat penasaran apa yang membuat ibu mertua dia seperti itu.
"Kenapa ya, ibu tidak mau membuka pintu kamar dia, apa ibu shock setelah mengetahui kalau Anak dia menjalin hubungan terlarang sama Ayu, iya ibu pasti terkejut karena itu ibu tidak mau bicara kepada ku," kata Mawar bicara sendiri menduga-duga sama seperti bu Parida.
**
Setelah kejadian itu sikap bu Parida ke Ayu berubah, ia jadi perhatian ke Ayu tidak seperti dulu yang selalu memasang muka tidak suka bila bertatap muka dengan Ayu, bu Parida sudah seperti pak Pajar perhatian kepada Ayu, tiap hari ia masuk ke kamar Ayu hanya untuk bertanya sudah makan apa belum, karena bu Parida mengira Ayu hamil anak pak Pajar.
__ADS_1
"Kenapa ya Nenek berubah, jadi perhatian kepada ku, tidak biasanya Nenek seperti itu, mulai aku kenal Nenek tidak pernah berbuat baik kepada ku seperti yang dilakukan Nenek sekarang, mudah-mudahan Nenek memang sudah berubah," kata Ayu dalam hati, ia heran melihat perubahan bu Parida kepada dia, ia juga terkadang takut kebaikan bu Parida ada maksud lain, karena tidak biasanya bu Parida seperti itu, tapi Ayu mencoba menepis semua prasangka buruk dia kepada bu Parida.
Mawar yang memperhatikan sikap ibu mertua dia berubah kepada Ayu, menjadi meradang ia ingin menyingkirkan Ayu dari rumah itu, tapi ia belum tau caranya bagaimana.
"Kenapa ibu berubah jadi perhatian kepada Ayu, ini tidak bisa dibiarin lama-lama aku yang tersingkir dari rumah ini kalau begini caranya, aku harus bisa membuat Ayu pergi dari rumah ini sebelum semua terlambat," gumam Mawar.
Sedangkan bu Parida sengaja tidak memberitahukan kepada Mawar, karena ia takut kalau Mawar tau Mawar akan mencelakai Ayu, ia tidak mau kalau sampai anak yang dikandungan Ayu Kenapa-napa, ia harus memastikan kalau anak Ayu harus lahir dengan selamat.
**
Saat sarapan pagi Mawar melihat Bibi membuat Jus, ada ide muncul di kepala dia, ia tau kalau jus itu untuk Ayu karena memang setiap pagi Bibi membuat jus untuk Ayu minum, Mawar ingin memasukkan racun ke dalam jus itu, ia memang sudah menyediakan racun untu meracuni Ayu kalau ada kesempatan, ia rasa ini kesempatan yang sangat bagus menjalankan rencana dia.
''Bi," Mawar memanggil Bibi yang lagi buat jus buat Ayu.
''Iya, Bibi datang," jawab Bibi, lalu Bibi menemui Mawar meninggalkan jus untuk Ayu.
"Ambilkan dompet ku dikamar di atas meja hias, aku mau belanja selesai sarapan," ucap Mawar memerintah Bibi, lalu Bibi pergi ke kamar Mawar, sedangkan Mawar yang melihat bibi sudah pergi, ia lagi makan di meja makan meninggalkan makan dia dan pergi ke dapur ia menuangkan racun itu ke jus yang dibuat untuk Ayu, setelah itu ia mencuci tangan dia, lalu ia melanjutkan makan dia yang sempat tertunda, sampai ia selesai makan Bibi tidak keluar dari kamar dia, lalu Mawar menyusul Bibi ke kamar nya.
"Lama sekali bi," ujar Mawar.
__ADS_1
"Dompetnya gak ketemu bu, aku sudah cari sekitar sini tapi tidak ketemu," kata Bibi,'' Mana mungkin ketemu dompetnya ku tarok di lemari," ucap Mawar dalam hati.
"Di mana ya aku lupa tarok, ya sudah biar aku cari Bibi selesaikan kerjaan Bibi," kata Mawar.
''Iya bu," jawab Bibi lalu Bibi keluar dari kamar Mawar, setelah Bibi keluar Mawar berkemas ia mau pergi agar tidak ada yang curiga kepada dia, selesai berkemas Mawar pergi.
Setelah bibi keluar ia tak melihat jus itu lagi, ia membuat jus kembali karena ia sudah tau siapa yang mengambil jus itu, hal itu sudah terbiasa kalau ia membuat jus bu Parida selalu mengambil kalau ia selera tapi Mawar tidak tau kebiasaan mertuanya itu.
Buk Parida keluar dari kamarnya, ia melihat ada jus buah naga kebetulan ia haus lalu ia meminumnya.
"Ini pasti untuk Ayu, ku minum saja pasti Bibi sudah tau kalau aku yang sering minum jus yang untuk Ayu, nanti dibuat dia lagi," kata Bu Parida dalam hati.
Setelah meminum jus itu bu Parida kembali ke kamar dia, setelah beberapa saat bu Parida merasa tenggorokan nya terasa panas dan gatal semakin lama ia semakin tidak bisa menarik napasnya ia berusaha memanggil bibi tapi suara dia tidak bisa keluar semakin lama ia semakin lemah akhirnya bu Parida menghembuskan napas terakhirnya, dari mulut dia mengeluarkan busa.
Mawar keluar menjumpai Fikri anaknya, ia menceritakan permasalahannya ia juga ia juga menceritakan kalau dia sudah meracuni Ayu, Fikri terkejut mendengarnya ia tidak menyangka kalau mamanya bisa senekat itu.
Pada dasarnya otak licik mereka sama, Fikri mendukung perbuatan mamanya ia juga pernah membunuh adiknya sendiri sampai sekarang ia selamat tidak ada yang tau ialah pembunuh Maysa.
ππππππππ
__ADS_1
Hai pembaca setia AYU YG MALANG. jangan lupa dukung terus ya dengan cara like dan komen. dibawah iniππ