
Rido mengajak Papa dia melihat kontrakan yang akan mereka sewa, saat diperjalanan Rido bercerita tentang Mama dia memancing Papanya.
"Pa, tadi aku sudah cerita sama Mama kalau Papa mau pindah," ucap Rido sambil memperhatikan wajah Papa dia.
"Terus apa tanggapan Mama?" kata Rio penasaran.
"Mama kurang setuju kalau Papa pindah, Mama kuatir kalau Papa tidak ada yang mengurus kalau tinggal sendirian," jawab Rido, mendengar cerita Anak dia, hati Rio berbunga-bunga masih ada harapan dia untuk mendekati mantan istrinya, kemarin dia merasa segan menyapa mantan istrinya karena Rini terus menghindar, ia mengira Rini belum memaafkan dia.
"Papa pikir Mama tidak lagi perduli sama Papa," ujar Rio.
"Mungkin Mama hanya gengsi, Papa usaha lebih keras dong," jawab Rido sekalian memberi saran.
"Kamu setuju kalau Papa balikan kali sama Mama?" kata Rio.
"Kalau aku sih, terserah Papa sama Mama saja, kalau memang Papa sama Mama kembali rujuk aku senang, kalau tidak juga gak papa mungkin itu yang terbaik untuk Papa sama Mama," jawab Rido.
"Kalau Mama tidak menerima Papa lagi, Papa ikhlas tadi Papa pengen bicara berdua dengan Mama, Papa mau meminta maaf kepada Mama, atas dosa-dosa Papa yang menyakiti Mama," kata Rio dengan dana penyesalan.
"Iya aku setuju, Papa coba bicara berdua dengan Mama mana tau setelah Papa bicara sama Mama, Mama bisa memaafkan Papa dan mau kembali rujuk dengan Papa," jawab Rido.
**
Setelah Rido dan Rio melihat kontrakan yang ingin sewa Rio, mereka pulang sesampainya dirumah Rido melihat ada mobil Parel terparkir dihalaman rumah dia, lalu ia masuk kerumah.
__ADS_1
"Assalamualaikum," ucap Rido dan Rio secara bersama, lalu mereka mendatangi Parel diruangan tamu, Parel tidak sendiri dia bersama bu Ati, disitu ada juga Rini dan Ika.
"Wa, allaikumsalam, gimana kontrakannya bang, apa Papa suka tempatnya?" kata Ika dengan penuh penasaran.
"Alhamdulillah tempatnya bagus, Papa suka disana," jawab Rio, lalu Rido dan Rio bergabung duduk bersama mereka.
"Begini Nak, kami datang kemari mau mengajak kalian nanti malam melamar calon istri Parel," ucap bu Ati menyampaikan niat mereka, walau ia sudah mengatakan itu kepada Rini dan Ika ia tetap menyampaikan kembali kepada Rido dan Rio.
"Wah, ketinggalan berita aku ya, baru tau Parel sudah punya calon, orang mana calon mu Rel?" ujar Rido karena dia penasaran.
"Calonku asli orang sini," jawab Parel.
"Iya bu, kami ikut mendampingi nanti malam," jawab Rido, ke ibu mertua dia.
Merekapun berbincang-bincang setelah mereka selesai berbincang-bincang Parel dan bu Ati pulang, Rido dan Ika masuk kekamar, Rido mengajak istrinya masuk kekamar, karena memberi ruang untuk Papa dan Mama dia berbicara, melihat Parel dan Ika meninggalkan mereka berdua, Rini bangun dari duduk dia, tapi dengan sigap Rio menahan Rini.
"Apa sih, aku tidak mau berbicara kepadamu," kata Rini sambil menghempaskan tangan Rio yang memegang tangan dia.
"Sebentar saja, abang hanya ingin minta maaf atas kesalahan abang dimasa lalu," ucap Rio menyampaikan niat dia.
"Aku sudah memaafkan abang, aku juga banyak salah sama abang dimasa lalu, aku minta maaf semua kesalahan yang pernah aku lakukan kepada abang," jawab Rini, akhirnya Rini Luluh mendengar kata maaf dari Rio, sudah lama Rini menunggu kata maaf dari Rio, baru hari ini Rio meminta maaf, air mata Rini menetes mengingat perjalanan hidup mereka berdua mulai dari pertama menikah sampai bercerai, semua kenangan itu berputar dipikiran Rini.
Melihat Rini menangis Rio menghapus air mata mantan istrinya itu, ia merasa bersalah telah menyakiti ibu dari anak dia, lalu ia berkata,
__ADS_1
"Mari kita memulai hidup bersama lagi, apa kamu mau kembali rujuk sama abang?" ucap Rio dengan harap-harap cemas menunggu jawaban Rini.
"Kalau abang bersungguh-sungguh mau bertaubat dan berjanji tidak akan menyakiti aku lagi, aku mau kembali rujuk," jawab Rini setelah menjawab Rini tertunduk karena malu.
"Alhamdulillah, jadi kamu mau menerima abang lagi kita rujuk," ucap Rio memperjelas, apa yang ia dengar, dengan malu-malu Rini mengangguk.
Sementara Rido dan Ika dari tadi menguping pembicaraan orang tua mereka, bisa bernapas lega karena itu yang diharapkan mereka.
"Yuk bang, kita masuk kamar nanti Papa sama Mama tau kalau kita menguping," kata Ika, Rido mengiyakan perkataan istrinya mereka kembali kekamar.
**
Sementara itu dokter Paujan saat ini masih dipuskemas, saat ia ada diruangan dia Linda datang.
"Dok, aku bawa bekal makan malam buat dokter," ujar Linda sambil menyodorkan makanan yang ia bawa, hari ini dokter Paujan tugas malam.
"Terimakasih tapi saya sudah bawa bekal dari rumah, lain kali kamu tidak usah repot-repot bawa bekal untuk saya, saya sudah punya istri, istri saya yang buat bekal untuk saya," ucap dokter Paujan menolak, agar Linda mengerti.
"Kenapa dokter selalu menolak saya, apa kurangnya saya dibandingkan Ayu, Ayu itu janda sedangkan aku masih gadis, dia sudah punya Anak tiga sementara aku belum ada tanggungan, dokter harus pikirkan ulang bagai manapun aku lebih baik dari Ayu," kata Linda, ia merasa heran kenapa dokter Paujan mau menikah dengan Ayu.
"Apa yang menjadi keputusanku bukan urusanmu kamu tidak usah ikut campur terlalu dalam kehidupan saya, jaga batasan mu," ujar Dokter Paujan.
Linda marah dan malu oleh perkataan dokter Paujan, Linda pergi dari ruangan dokter Paujan, dokter Paujan geleng-geleng kepala melihat kepergian Linda, ia tidak habis pikir dengan sikap Linda, sudah berapa kali ia menolak tetap saja Linda terus mendekati dia.
__ADS_1
Dokter Paujan menyandarkan tubuh dia dikursi tempat kerja dia, ia merasa pusing dengan tingkah Linda, Paujan melihat jam tangan dia, lalu berkata.
"Maafkan abang Vania kakak tidak bisa datang hari tunanganmu, insyaallah dihari pernikahan mu abang akan datang," ucap dokter Paujan bicara dalam hati, tadi Mamanya menelepon, menyuruh dia pulang karena adik dia malam ini tunangan, tapi karena dia belum siap mengenalkan Ayu kepada orang tua dia jadi dia beralasan kalau dia saat ini sedang sibuk, padahal ia tidak tega menyakiti hati Ayu kalau dia pamit pergi sendiri kerumah orang tuanya, kalau dia mengajak Ayu, ia takut orang tua dia tidak setuju dan tidak merestui hubungan mereka, itu yang membuat dokter Paujan kalau.