Ayu Yang Malang

Ayu Yang Malang
Ayu Dipecat.


__ADS_3

Setelah Pak Pajar viral, semua orang menjauhi dia, bahkan nama baik pak Pajar sudah tercemar.


Pak Pajar dituduh menghamili anak angkat dia, masyarakat mengira pak Pajar yang menghamili Ayu, akibat dari viral nya dia, pak Pajar harus kehilangan pekerjaan dia, belum lagi orang-orang di sekeliling dia menjauhi dia, mereka tidak segan meludahi pak Pajar jika berpapasan dijalan, pak Pajar sangat malu dituduh menghamili Ayu, pak Pajar akan menunduk jika bertemu orang dijalan, orang tidak segan mencela dia didepannya langsung, mereka mengatakan kalau pak Pajar orang yang tega menghamili anak angkat dia sendiri.


Sudah satu Minggu berlalu, namun pemberitaan tentang pak Pajar yang menghamili Ayu belum mereda, bahkan berita itu semangkin menyebar kemana-mana sehingga semua orang tau beritanya.


Sementara itu Fikri yang sudah tahu tentang kabar kehancuran pak Pajar segera bergegas menemui mama dia ke penjara, guna memberitahu kabar gembira itu ke mama dia, dengan senyum sumringah Fikri mendatangi mama dia, setelah bertemu mamanya Fikri memberitahu kalau kali ini ia membawa kabar gembira untuk mama dia.


"Kabar apa yang kamu bawa kali ini Fik? kamu yakin kabar baik yang akan kamu sampaikan pada mama, jika tidak lebih baik tidak usah, mama sudah bosan mendengar kabar buruk tentang kegagalan mu seperti sebelum-sebelumnya," ujar Mawar, ia tidak yakin melihat Fikri yang selalu gagal menjalankan rencana mereka.


"Tenang Ma, kali ini Fikri bawa kabar gembira,'' jawab Fikri, lalu Fikri menceritakan apa yang terjadi dengan pak Pajar, Fikri juga menceritakan tentang Ayu yang sudah pergi dari rumah pak Pajar.


Mendengar cerita Fikri, Mawar sangat puas, karena ia memang sangat dendam kepada Ayu dan pak Pajar.


Mawar dendam kepada pak Pajar karena tidak mau mengeluarkan dia dari penjara dan perselingkuhan pak Pajar dengan Ayu.


Jangankan untuk mengeluarkan, berkunjung saja pak Pajar tidak pernah itu yang membuat Mawar sangat dendam kepada pak Pajar dan Ayu.


"Bagus Fik, kau memang anak mama yang bisa diandalkan," jawab Mawar, ia begitu senang.


''Kita tinggal menunggu papa mengemis," ujar Fikri sambil tertawa, mendengar perkataan anak dia Mawar ikut tertawa puas. berkata sambil tertawa.


**


Hari ini Ayu mencari kontrakan karena ia sudah sudah gajian, ia segan terus menumpang dirumah bu Wati, tapi sudah seharian Ayu mencari kontrakan yang murah, hal itu dikarenakan Ayu saat ini sedang hamil tapi belum menikah karena itu tidak ada yang menerima Ayu, Ayu sudah lelah mencari kontrakan seharian iapun kembali kerumah bu Wati, membawa lelah dia.


''Dari mana saja kamu Yu? kakak dari tadi sudah menunggumu, kakak takut kamu kenapa-kenapa diluar sana," kata bu Wati dengan penuh kekuatiran.

__ADS_1


''Maaf kak, Ayu sudah membuat kakak cemas, Ayu tadi mencoba cari kontrakan, maaf Ayu tidak izin sama kakak," jawab Ayu dengan wajah memelas.


"Ya ampun Ayu, kenapa kamu pergi tidak pamit sama kakak dulu," ujar bu Wati.


"Habisnya kalau Ayu minta izin cari kontrakan, pasti kakak tidak kasih izin," jawab Ayu sambil nyengir.


"Untuk apa kamu mencari kontrakan? Apa Ayu tidak betah tinggal dirumah kakak?" kata bu Wati dengan nada sedih.


"Bukan begitu kak," jawab Ayu, lalu Ayu ingin menjelaskan tapi bu Wati duluan bicara.


"Lalu kenapa Yu, apa kakak ada salah sama kamu, atau ada ucapan kakak membuat Ayu tersinggung?" kata bu Wati, ia takut kalau selama ini Ayu tidak betah dengan perkataan dia.


''Bukan begitu kak, justru kakak sangat baik pada Ayu, sehingga membuat Ayu segan tinggal terus dirumah kakak ini," kata Ayu menjelaskan agar bu Wati tidak tersinggung.


"Ayu tidak usah segan sama kakak, anggap saja kakak seperti kakak kandung kamu sendiri, kakak juga sudah menganggap Ayu seperti adik kandung kakak sendiri," ujar bu Wati.


"Sudah gak usah tapi-tapi, daripada kamu menghabiskan uangmu untuk membayar kontrakan lebih baik uangmu kamu simpan menambah tabungan buat lahiran anak kamu, lagi pula kakak kesepian tinggal dirumah sendirian, Ayu tau sendiri kalau suami kakak jarang pulang, kebanyakan kerja diluar kota," ujar bu Wati, ia mencoba meyakinkan Ayu agar tetap tinggal dirumah dia.


Mendengar ucapan bu Wati, Ayu Pun menjadi berpikir tentang biaya persalinan dia nantinya, setelah memikirkan sejenak Ayu memutuskan untuk tinggal dirumah bu Wati lagi.


Esok harinya Ayu pergi bekerja seperti biasa, tapi ada yang aneh sepanjang jalan Ayu diperhatikan orang-orang sampai ia ditempat ia bekerja, tapi Ayu berusaha tidak perduli.


''Apa mereka melihatku karena perutku ini semakin membesar ya? ah sudahlah, untuk apa aku memikirkan apa yang dipikirkan mereka tentang aku," ucap Ayu bicara sendiri dalam hati.


Sesampainya Ayu di tempat kerja, salah satu teman kerja dia menyuruh Ayu keruangan bos mereka, Ayu sudah ditunggu bosnya, itu kata teman Ayu, lalu Ayu pergi keruangan bosnya, dalam perjalanan menuju ruangan bosnya Ayu bertanya-tanya dalam pikiran dia.


"Kenapa aku di panggil ya? apa aku sudah melakukan kesalahan," kata Ayu bicara dalam hati, Ayu takut dimarahi bos dia, setelah sampai di pintu ruangan bos dia, dia mengetuk pintu ruangan bos dia yang tertutup rapat.

__ADS_1


"Permisi," ucap Ayu dari luar.


"Silahkan masuk," jawab bos Ayu, Ayu semakin deg deg kan mendengar suara bos dia, tapi Ayu memberanikan diri.


''Maaf Pak, ada apa memanggil saya?" kata Ayu setelah berhadapan dengan bos dia, Ayu sangat penasaran kenapa ia dipanggil padahal baru semalam ia gajian, jadi tidak mungkin dia dipanggil kalau tidak ada masalah.


"Silahkan duduk dulu ayu," ujar bos Ayu, Alih-alih menjawab bos Ayu malah menyuruh Ayu duduk terlebih dahulu, Ayu semakin cemas karena melihat wajah bis dia tidak bersahabat.


''Sebelumnya saya minta maaf kepada kamu Ayu, dengan berat hati saya harus memberhentikan kamu bekerja disini," kata bos Ayu, mendengar ucapan bos dia Ayu terkejut.


"Apa saya dipecat! Memang apa salah saya pak, apa yang sudah saya lakukan sehingga saya dipecat?" ujar Ayu ia penasaran kenapa ia dipecat, ia merasa tidak melakukan kesalahan apa-apa di pekerjaan dia.


"Kamu tahukan saat ini kamu sedang viral di sosial media, karena hal itu perusahaan tidak mau menanggung resiko, jadi dengan berat hati kamu diberhentikan bekerja disini, selaku wakil dari perusahaan saya mengucapkan terimakasih atas kerja kerasmu selama bekerja disini. Ini ada sedikit uang pesangon untukmu," kata bos Ayu sambil memberikan amplop kepada Ayu.


Meskipun Ayu tidak menyangka jika dirinya dipecat, Ayu tetap sabar menerima keputusan perusahaan.


"Tidak apa-apa Pak, mungkin disini bukan rejeki saya, jika tidak ada lagi yang mau dibicarakan saya izin pamit pak," ucap Ayu.


Bos Ayu menganggukkan kepala dia, lalu Ayu pergi dari ruangan bos dia membawa pesangon yang diberikan kepada dia.


Ayu segera membereskan barangnya yang ada diruangan kerja dia, usai membereskan barang dia, Ayu langsung pulang kerumah bu Wati.


Sesampainya di rumah, Ayu langsung masuk kekamar dia untuk beristirahat.


Melihat Ayu yang pulang bekerja lebih awal dari biasanya bu Wati menjadi penasaran ada apa dengan Ayu, apa Ayu sakit ya, bu Wati bertanya-tanya dalam benaknya.


💟💟💟💟💟💟💟💟💟💟💟

__ADS_1


Hay para pembaca setia AYU YG MALANG ikuti terus ya jalan ceritanya dan juga dukung dengan cara beri like dan komen dibawah ini. 👇👃 👃


__ADS_2