Ayu Yang Malang

Ayu Yang Malang
Part 91


__ADS_3

Sudah satu minggu lamanya Ayu pergi tidak ada yang tau kemana dia, Rido sudah pulang dari rumah sakit saat ini ia pergi ke rumah Ayu, ia berharap ada petunjuk yang ia dapat dari rumah Ayu, ia sudah melaporkan kehilangan Ayu ke polisi tapi belum ada kabar.


Setelah Rido sampai dirumah Ayu ia membuka paksa rumah Ayu, ia memperhatikan semua isi rumah Ayu, ia membuka paksa lemari Ayu, ia melihat baju Ayu sudah tidak ada sebagian, dari situ Rido mengetahui kalau Ayu pergi atas kemauan dia sendiri, Rido menangis ia memeluk baju Ayu yang tersisa di lemari Ayu.


"Apa abang memaksakan kehendak abang sehingga Ayu tidak nyaman, apa Ayu merasa terpaksa menikah dengan abang, baik kalau Ayu tidak mau hidup dengan abang, abang ikhlas melepas Ayu, terimakasih sudah mau jadi istri abang, walau hanya satu hari," kata Rido, ia berpikir seperti itu karena melihat barang Ayu yang dibawa sebagian itu pertanda kalau Ayu pergi karena dia sendiri yang ingin pergi.


Rido pergi ke kantor KUA ia membatalkan pernikahan dia dengan Ayu, setelah itu ia kembali kekota membawa kekecewaan dia, sesampainya dikota ia mencabut laporan dia ke polisi, ia bertekad melupakan Ayu.


Sementara itu Ayu saat ini berada di desa terpencil, ia tinggal dikontrak kecil bersama Leo, ia membuat kue dititipkan di kios-kios dekat kontrak kan dia, Leo sudah masuk sekolah baru, penghasilan Ayu jual kue hanya sedikit Ayu dan Leo hidup sederhana.

__ADS_1


**


Pak Pajar sangat kecewa dengan keputusan Rido yang membatalkan pernikahan dia dengan Ayu, tapi ia tidak bisa berbuat apa-apa karena istri dia juga Rini mendukung keputusan Rido.


Ika merasa senang mendengar kabar batalnya pernikahan Rido dengan Ayu, ia berharap ia bisa mendapatkan Rido kembali, ia selalu membuat ulah agar Radit menceraikan dia, seperti hari ini ia pulang malam padahal ia sudah pulang kuliah sejak siang tapi ia pergi bermain bersama teman-teman dia, Radit berusaha sabar menghadapi sikap Ika, walau kadang Radit merasa hampir kehilangan kesabaran dengan ulah Ika.


Ika tidak pernah melayani Radit seperti layaknya seorang istri pada suami, ia tidak pernah memasak untuk Radit, malah Radit yang masak untuk Ika, pagi sekali sebelum pergi kerja Radit membereskan rumah dan membuat sarapan setelah selesai ia baru pergi kerja, ia sengaja bangun lebih awal agar sempat membereskan rumah mereka, pagi ini Radit bangun lebih awal seperti biasa ia bersih-bersih dan cuci baju lalu buat sarapan setelah selesai ia mengepel rumah sedang asik mengepel ia dikejutkan dengan suara orang dari luar lalu ia melihat siapa yang datang.


Radit salah tingkah karena tertangkap basah ibunya sedang mengepel, ia bingung mau jawab apa, karena melihat anak dia diam saja, ibu Risma kembali bertanya.

__ADS_1


"Mana istrimu?" tanya bu Risma.


"Istriku lagi tidak enak badan bu," jawab Radit, menutupi kesalahan istri dia, karena tidak percaya bu Risma pergi ke kamar anaknya ia segera masuk ke kamar itu diikuti Radit dari belakang.


"Ibu mau apa sudah bu, tidak usah mengurus rumah tangga kami," ucap Radit menghalangi bu Risma agar tidak masuk kamar, tapi bu Risma tidak perduli kemarahan dia sudah sampai ubun-ubun, sesampainya bu Risma didalam kamar mereka, bu Rima melihat menantunya itu sedang tidur nyenyak, melihat Ika tidur nyenyak sementara Radit bekerja membereskan rumah, kemarahan bu Risma semakin bertambah.


"Hai bangun," ucap bu Risma membangunkan Ika, Ika terkejut mendengar suara orang lain dirumah dia, Ika membuka mata dia, ia melihat mertua dia sudah berdiri dipinggir tempat tidur dia sambil berkacak pinggang, melihat wajar mertua dia yang menyeramkan Ika takut ia melirik suami dia meminta pertolongan.


"Sudah bu, Ika jadi takut melihat ibu seperti itu, Ika hari ini tidak terlalu sehat karena itu aku yang membereskan rumah, biasanya Ika yang mengerjakan pekerjaan rumah," ujar Radit berharap ibunya tidak memarahi Ika.

__ADS_1


"Istri apa kamu masih tidur jam segini, suamimu yang mencari uang untuk kamu, malah dia juga harus mengerjakan pekerjaan rumah, jadi untuk apa kamu disini, kamu perempuan tidak tau diuntung seharusnya kamu bersyukur Radit masih mau menikahimu coba kau berkaca apa kau merasa lebih hebat dari anakku," kata bu Risma dengan tantang.


Mendengar penghinaan ibu Radit Ika tersinggung ia tidak terima dihina, padahal ia juga terpaksa menerima pernikahan ini.


__ADS_2