
Mawar akhirnya mengakui kesalahannya sebab ia di tanya berulang kali, karena ia gugup ia keceplosan menjawab Polisi memang sudah curiga dengannya setelah mereka mendengar pengakuan pembantu mereka Bibi, Polisi memang sengaja tidak memberitahu kepada pak Pajar mengenai kecurigaan mereka kepada istrinya karena mereka ingin pak Pajar sendiri yang membawa istrinya ke kantor Polisi.
Pak Pajar kembali kedalam ruangan polisi.
"Maaf saya menggangu lagi," ucap pak Pajar merasa tidak enak hati.
"Ada apa lagi Pak, apa ada yang ketinggalan?" tanya polisi merasa bingung.
"Tidak Pak, saya mau mengunjungi istri saya apa boleh?" tanya pak Pajar.
"Boleh tunggu sebentar," kata polisi, lalu polisi pergi keluar, beberapa saat polisi datang lagi bersama temannya.
"Bapak pergi menemui istri bapak ikut dengannya kata polisi sambil menunjuk temanya.
"Iya Pak," jawab pak Pajar.
Lalu mereka pergi, polisi membawa pak Pajar ketahanan, pak Pajar ingin menjumpai istrinya, ia ingin bertanya langsung kepada Mawar kenapa ia ingin meracuni Ayu.
"Bapak duduk disini saja menunggu," kata Polisi.
Pak Pajar menganggukkan kepala dia tanda setuju. Lalu polisi pergi, pak Pajar duduk menunggu sambil memperhatikan ruangan itu.
Mawar datang bersama polisi, Mawar melihat suaminya yang mengunjunginya merasa senang, ia berharap suaminya akan membebaskannya dari penjara.
''Pa! Keluarkan Mama dari sini! Mama tidak betah tidak betah didalam penjara ini," kata Mawar kepada pak Pajar sambil memegang tangan pak Pajar, tapi pak Pajar diam saja sambil memandang istri dia, pak Pajar menarik napas panjang sebelum bicara.
''Mama tau kenapa mama ditahan?" tanya pak Pajar ia mencoba bicara baik-baik kepada istri dia.
__ADS_1
''Iya Pa, Mama tau kalau Mama membuat kesalahan, tapi Mama tidak betah di penjara ini," Mawar memelas kepada suaminya.
''Papa kecewa kepada Mama, Papa pikir dengan ditahannya Mama disini, Mama menyadari kesalahan Mama, ternyata tidak Papa salah menilai mama," ujar pak Pajar dengan nada marah.
''Iya Mama tau Mama salah, tapi kesalahan Mama Papa juga ikut andil didalamnya karena Papa yang membuat Mama sampai nekat ingin meracuni Ayu tapi ibu yang kena, apa Papa tidak tau atau pura-pura tidak tau kesalahan Papa,'' kata Mawar berapi-api bicara kepada pak Pajar.
''Mama bicara apa Papa gak ngerti? tanya pak Pajar dengan rasa kebingungan.
''Mama sudah tahu kalau Papa menyukai Ayu, mama juga tau kalau papa sama Ayu menjalin hubungan dibelakang mama, istri mana yang tidak sakit hati melihat suami dia memperhatikan perempuan lain selain dirinya.
Mendengar alasan istri dia, yang cemburu ke Ayu pak Pajar terkejut ia tidak menyangka kalau istri dia bisa berpikir sejauh itu.
''Alasan Mama tak masuk akal, apa Mama tidak tau kalau Ayu itu anak ku mana mungkin Papa menjalin hubungan dengan anak sendiri,'' ujar pak Pajar.
''Cuma anak angkat, tidak sedarah dengan Papa itu bisa saja terjadi apa lagi Ayu sekarang sudah menjadi gadis cantik, Papa ya pasti lebih memilih Ayu dari pada Mama, Mama sudah tua beda dengan Ayu yang masih muda,'' kata Mawar mengeluarkan isi hati dia yang selama ini ia pendam.
Mendengar perkataan istri dia, menurut pak Pajar sudah tidak masuk akal pak Pajar pergi ia takut terbawa emosi bisa-bisa dia memukul istri dia.
''Pa! mama belum selesai bicara,'' ujar Mawar memanggil suaminya, tapi pak Pajar tidak mau mendengar perkataan istri dia, ia terus berjalan tanpa melihat kebelakang.
Melihat suami dia tidak memperdulikan perkataan dia, Mawar sedih ia menangis tersedu-sedu, polisi membawa Mawar kembali masuk ke tahanan.
"Papa tega membiarkan Mama di penjara apa tidak ada sedikit rasa iba Papa melihat Mama berada di penjara ini, kita sudah berumah tangga bertahun-tahun lamanya aku setia menemani Papa selama ini, ini balasan papa kepada Mama hiks.. hiks.. hiks," kata Mawar bicara sendiri saat ia sudah sampai di tahanan.
"Diam! jangat berisik suaramu buat kami tidak bisa tidur," ucap teman satu ruangan dengannya.
Mawar terdiam ia takut melihat temannya yang satu ruangan dengannya karena badan temanya penuh dengan tato mukanya juga sangat menyeramkan.
__ADS_1
"Ya Allah tolong aku dari perempuan ini, jangan sampai dia memukulku seperti yang kulihat di film-film," Doa Mawar dalam hati.
Pak pajar pulang membawa Bibi, sepanjang perjalanan pak Pajar bertanya banyak hal tentang Mawar juga almarhum ibunya saat ia tidak di rumah, Bibi menjawab seadanya saja, ia tidak mau memberitahu perlakuan Mawar kepada Ayu yang sering menyiksa Ayu, karena ia tidak mau mencampuri urusan keluarga majikannya.
Sesampainya mereka dirumah mereka disambut keluarga pak Pajar, Prapto bertanya.
''Jar, kamu kenapa pulang sama bibi mana istri mu, semalam kau bicara bibi yang dicurigai? tanya Prapto.
''Pelakunya sudah tertangkap paman,'' jawab pak Pajar.
''Siapa pelakunya Jar?'' tanya Prapto, dengan berat pak Pajar terpaksa harus mengatakannya toh ditutupin percuma mereka akan tau juga pikir pak Pajar.
''Istriku paman,'' jawab pak Pajar.
''Astaga kok bisa, apa motifnya meracuni ibumu? selama ini paman lihat almarhum ibumu dengan istrimu kelihatan baik-baik saja," tanya Prapto.
"Mawar bukan mau meracuni ibu, tapi ia mau meracuni Ayu," jawab pak Pajar merasa sedih.
"Apa Mawar tidak suka Ayu tinggal bersama kalian atau Ayu pernah membuat Mawar sakit hati sehingga ingin meracuni Ayu?" Prapto menduga-duga.
"Mawar cemburu kenapa Ayu, ia mengira aku dan Ayu mempunya hubungan," jawab pak Pajar.
Pak Pajar menceritakan kenapa ia begitu perhatian ke pada Ayu, ia juga menceritakan penyesalan karena sudah mengirim Ayu ke kampung mantan mertua dia, penyesalan itu yang membuat ia begitu perhatian ke Ayu agar bisa mengembalikan rasa kepercayaan Ayu terhadap dia, sebab selama ini Ayu merasa kalau ia tidak lagi menyayangi Ayu ditambah masalah yang Ayu hadapi, ia tidak mau kalau kandungan Ayu bermasalah yang ke ayu, ia juga menceritakan penyesalannya, karena sudah ibunya tertekan.
"Itu sih salahmu yang tidak terbuka kepada istrimu, seharusnya kau menceritakan apa saja yang terjadi agar tidak ada kesalahpahaman antara kau dan istri mu," Prapto berkata.
"Aku takut kalau aku menceritakan apa yang terjadi dengan Ayu ia akan mengadu ke almarhum ibu dan itu senjata mereka ingin mengeluarkan Ayu dari rumah ini paman tau sendiri kalau semasa hidup ibu tidak pernah menyukai Ayu, aku tidak mau kalau Ayu kembali ke luar dari rumah ini seperti dulu.
__ADS_1
💟💟💟💟💟💟💟💟💟💟
Hai pembaca setia,AYU YG MALANG ikuti terus ya dan dukung dengan cara komen dibawah ini.