
''Belum tau pa, dokter belum keluar dari tadi,''Jawab Ayu, mereka semua menunggu dokter keluar dari ruangan pemeriksaan.
Terlihat wajah mereka gusar menunggu, sedangkan Leo sudah tertidur di pangkuan pak Pajar, Ayu terus berdoa agar suaminya tidak mempunyai penyakit yang serius.
Selang mereka menunggu cukup lama dokter keluar dari ruangan pemeriksaan, dokter menyuruh ke keluarga terdekat ikut keruangan dia ada yang harus dijelaskan dokter, lalu Ayu bangun dari duduknya ingin pergi ikut dokter, tapi dengan cepat Rini melarang.
''Kamu tidak usah ikut biar bule sama pak Lek yang keruangan dokter kamu tunggu suami kamu saja,'' Ucap Rini, Ayu akhirnya kembali duduk di kursinya.
Rini dan Rio pergi keuangan dokter, mereka duduk didepan dokter mendengar penjelasan dokter.
''Bagai mana keadaan anak kami dok?" Tanya Rini dengan tidak sabaran ia sangat kuatir dengan keadaan anaknya.
''Begini anak bapak dan ibu harus segera di operasi di kepalanya ada tumor kami tidak punya alat yang lengkap terpaksa anak ibu dan bapak harus di rujuk ke kota,'' Tutur dokter menjelaskan.
Rio dan Rini terkejut mendengar perkataan dokter karena selama ini Rido tidak pernah sakit Rido juga tidak pernah mengeluh apa pun ke mereka.
__ADS_1
''Bagai mana apa bapak dan ibu setuju?" Tanya dokter ke mereka.
''Kalau menang itu jalan yang terbaik kami ikut kata dokter saja,''Ujar Rio, ia terpaksa menyetujui agar Rido sembuh, lalu Rio dan Rini keluar dari ruangan dokter, mereka pergi ke tempat Rido dirawat sesampainya mereka di sana keluarga mereka sudah disitu semuanya.
''Bagai mana apa kata dokter?" Tanya bu Aini dengan tidak sabaran.
''Rido harus dioperasi di kepalanya ada tumor, besok pagi kita harus membawa Rido ke Jakarta saja di sana biar perusahaan tempat dia bekerja yang tanggung biasanya, toh disini tidak bisa dioperasi karena alat mereka belum lengkap mereka mengatakan kan harus dibawa ke kota,''Ucap Rio, ia menarik napas panjang mengurangi rasa gelisah dia.
Sementara Ayu mendengar apa yang dikatakan pak Lek nya semakin susah, ia menggenggam tangan suaminya menguatkan agar Rido tidak tidak putus ada.
''Iya abang tidak mikirin penyakit abang, asalkan Ayu disamping abang segala cobaan datang abang pasti kuat menghadapinya, jangan pernah tinggalkan abang apa pun yang terjadi kita akan hadapi bersama-sama ya,''Pinta Rido ke Ayu.
''Iya bang kita hadapi bersama-sama, ''Ucap Ayu, Rido mengelus pipi Ayu, hal itu membuat Ayu malu karena disitu ada keluarga mereka.
''Is bang, malu dilihat semua orang,'' Kata Ayu, ia menangkap tangan Rido yang mengelus pipinya, Rido tersenyum.
__ADS_1
''Tidak apa-apa mereka ngeti kita masih pengantin baru, mereka juga pernah muda pasti mereka ngerti sama kita,''Kata Rido sambil tertawa pelan, Ayu juga ikut tertawa lalu Rido menggenggam tangan Ayu, Ayu juga membalas genggaman tangan Rido mereka sama sama tersenyum.
Sementara Rini yang melihat Ayu tersenyum, jadi marah ia melihat Ayu masih bisa tersenyum, sementara ia dari tadi susah memikirkan ke adaan anaknya yang harus dioperasi, lalu Rini mengajak Ayu bicara berdua.
''Yu, bule mau bicara berdua dengan mu, ayo ikut bule keluar,''Rini berucap, Ayu melihat suaminya meminta persetujuan, Rido mengerti kalau Ayu minta ijin ke dia, Rido pun menganggukkan kepalanya tanda setuju, lalu Ayu keluar bersama Rini.
''Kamu ya, bule dari tadi susah memikirkan Rido yang mau dioperasi kamu tidak perduli malah masih bisa senyum, bule sebenarnya tidak setuju Rido menikah dengan mu, kamu tau kenapa? karena kamu pembawa sial setiap orang yang hidup dengan mu pasti meninggal kamu ingat mulai dari almarhum kak Lia, sampai anak mas Pajar terus almarhum bu Parida dan almarhum bapak, bule takut Rido akan seperti mereka kalau masih bertahan hidup bersamamu, Rido itu anak bule satu-satunya bule tidak mau kalau Rido sampai Kenapa-napa bule harap kamu mengerti apa yang bule maksud, kalau sampai Rido Kenapa-napa kamu orang yang pertama bule salahkan." Kata Rini, ia mengeluarkan semua yang ada dihatinya karena ia sudah tidak tahan lagi memendamnya.
Ayu terdiam mendengar perkataan bulenya ia tidak tau harus jawab apa, sementara itu Rido menunggu dengan gelisah.
''Mama mau bicara apa ya sama istriku?" Tanya Rido ke papanya.
''Papa tidak tau mungkin masalah sesama perempuan kali,''Ucap Rio menebak-nebak.
Bu Aini yang curiga apa yang akan disampaikan Rini, pergi keluar mencari Rini dan Ayu.
__ADS_1