Ayu Yang Malang

Ayu Yang Malang
Ayu Masuk Sekolah Baru


__ADS_3

"Itu lagi main sama Rido," jawab pak Rahmat singkat.


"Sukur kalau Ayu sudah mau bermain, itu tandanya Ayu sudah sudah tidak sedih lagi, aku kepikiran terus sama Ayu, soalnya tadi di rumah Ayu nangis terus saat mau berangkat kesana, ya sudah kalau begitu aku tutup teleponnya assalamualaikum," kata pak Pajar mengakhiri.


"Wa,allaikumsalam," jawab pak Rahmat telpon terputus.


''Apa kata mas Pajar Pak?" tanya Rio kepo.


"Mas mu menitipkan Ayu sama bapak dan minta maaf kerena tidak bisa mengantar Ayu dia juga mengatakan alasan dia kenapa ia tidak bisa mengantar Ayu," jawab pak Rahmat menjelaskan.


"Memang apa alasan Mas Pajar?" tanya Rio kembali.


"Katanya dia istri dia sakit, kandungan istri dia lemah jadi tidak bisa di tinggal kenapa-napa kalau tidak ada mas mu, nanti istri dia,tidak ada yang membawa ke rumah sakit," jawab pak Rahmat menjelaskan panjang lebar.


"Halah itu cuma alasan Pajar saja pak, Ria tidak respek lagi sama Pajar, kalau tau bakalan seperti ini jadinya aku tidak mau memberi Ayu ke dia nyesel Ria nyuruh mereka mengangkat Ayu dasar tidak bertanggung jawab," kata Ria dengan nada marah. ''Ini untuk sementara saja menunggu istri Pajar melahirkan," jawab pak Rahmat mencoba berpikir positif.


''Ria yakin pak, semakin istri dia melahirkan, Pajar semakin melupakan Ayu dan tidak akan menjemput Ayu lagi, sebab Pajar sudah punya anak kandung sendiri istri dia masih hamil saja Ayu sudah di buang, apa lagi kalau anak dia sudah lahir, kita lihat saja nanti," kata Ria menduga-duga.


"Tidak boleh buruk sangka kak, lagian kalau Mas Pajar tidak jemput Ayu lagi ada kita yang bakalan mengurus Ayu kalau bapak tidak sanggup biar Rio yang mengurus Ayu hitung-hitung punya anak perempuan biar ada teman Rido," ujar Rio.


"Sama saja kalau kau yang ngurus Ayu, Anak mu saja ibumu yang banyakan ngurus tidak ada bedanya bapak atau kau yang ngurus Ayu," jawab pak Rahmat. Mendengar kata ayahnya Rio tertawa semua orang yang ada disitu juga ikut tertawa.


"Ibu cuma kepikiran saja dengan Ayu, apa Ayu baik-baik saja dengan semua kejadian yang ia alami selalu berpisah dengan keluarga dia, diusia Ayu yang terbilang masih anak-anak dia sudah harus menerima kenyataan pahit hidup dia, perpisahan yang selalu mendadak," kata bu Aini dengan nada cemas, bu Aini takut mental Ayu terganggu dengan permasalahan di hidup dia, meninggal orang tua dia sampai dua kali meninggal juga secara mendadak, ini juga Ayu harus pisah dengan Papa angkat dia, itu yang membuat Bu Aini merasa takut dengan kondisi mental Ayu.

__ADS_1


''Kita doakan sajalah buk, biar Ayu baik-baik saja," jawab pak Rahmat. "Amiin, kata semua orang yang ada di situ.


''Ya sudah kita tidur sudah tengah malam takutnya besok kesiangan besok bapak mengantar Ayu sekolah sekalian mendaftar kan dia ke sekolah baru dia," kata pak Rahmat.


Merekapun kembali ke kamar masing-masing, kalau Rio kembali ke rumah dia,sebab rumah dia sebelahan dengan ayah dia.


Tengah malam bu Aini terbangun, lalu ia ia sholat tahajud, setelah selesai sholat bu Aini pergi kekamar Ayu, ia melihat Ayu tidur dengan damai, selimut Ayu sudah melorot kebawah, bu Aini kembali membetulkan selimut Ayu, diusapnya kepala Ayu dengan kasih sayang, bu Aini memperhatikan Ayu, ia melihat Ayu kurus ia pegang tangan Ayu, bu Aini heran kenapa tangan Ayu begitu kasar, lalu ia buka telapak tangan Ayu, banyak bekas luka, diusapnya tangan Ayu dengan lembut.


"Apa yang terjadi pada dirimu disana, apa kamu disiksa atau kamu disuruh bekerja, sungguh malang nasib mu, Nenek berjanji akan menyayangimu sepenuh hati Nenek, semoga kamu betah tinggal bersama Nenek," ucap bu Aini, setelah puas memandang Ayu, bu Aini keluar dari kamar Ayu, sesampainya bu Aini dikamar, pak Rahmat baru selesai sholat.


"Dari mana Bu?" tanya pak Rahmat sambil melipat sajadahnya.


"Dari kamar Ayu Pa, kok ibu melihat Ayu kurusan, tangan dia juga kasar dan banyak bekas luka," jawab bu Aini.


"Mungkin Ayu banyak bermain diluar rumah," jawab pak Rahmat masih mencoba berpikir positif.


"Tapi itu seperti bekas kena gores pisau pak," kata bu Aini merasa curiga.


"Sudah bu tidak baik berprasangka buruk, ini sudah hampir dini hari kita tidur sebentar menunggu subuh," kata pak Rahmat, bu Aini dan pak Pajar mencoba tidur lagi.


Pak Rahmat sudah tertidur namun bu Aini tidak bisa tidur, ia masih memikirkan kenapa tangan Ayu banyak bekas luka.


**

__ADS_1


Pagi-pagi sekali rumah pak Rahmat sudah ramai tidak seperti biasanya, kemarin-kemarin hanya ada pak Rahmat dan istri dia yang sarapan di meja makan paling Rido sekali-kali ikut sarapan, tapi tidak dengan hari ini semua anak juga menantu dan cucu pak Rahmat ikut sarapan bersama.


"Jam berapa kalian pulang?" tanya pak Rahmat, ke Ria yang akan pulang hari ini.


"Sehabis sarakan ini pak, biar cepat sampai dan sempat istirahat besok sudah masuk kerja," jawab Husnul suami Rio.


''Ya sudah kita sarapan, bapak juga mau mengantar Ayu masuk sekolah," ujar pak Rahmat.


Sementara itu Ayu dan Rido bersiap memakai baju sekolah mereka, Rido sangat bersemangat mau berangkat sekolah karena ada Ayu, biasanya Rido bermalas-malasan kalau disuruh bersiap mau sekolah, tapi kali ini dia semangat Rio sampai heran melihat anak dia seperti itu, lalu Rio bertanya iseng.


"Tumben kamu tidak dibanguni bangun sendiri, biasanya Papa bangunin kamu susah sampai Mama ngomel baru kamu bangun?" tanya Rio menggoda anak dia.


"Takut ketinggalan Pa, hari ini kan Ayu pertama masuk sekolah kalau hari pertama masuk kesekolah sudah ketinggalan dimarahi guru," jawab Rido asal.


"Ngarang kamu, mana ada seperti itu," kata Rio.


"Hehe, habis Papa tanya sudah tau jawabannya," kata Rido, Rini geleng-geleng kepala melihat tingkah anak dan ayah itu.


Setelah selesai sarapan Ria bersama keluarga dia pulang, lalu pak Rahmat mengantar Ayu dan Rido sekolah, mereka naik sepeda motor pak Rahmat, Ayu sangat senang karena pak Rahmat memperlakukan dia dengan baik, selang beberapa saat mereka sampai di sekolah baru Ayu, pak Rahmat mendaftarkan Ayu setelah selesai mendaftar kan Ayu pak Rahmat pulang, Ayu di antar ke kelas dia, sesampainya di sana Ayu disuruh memperkenalkan dirinya, Ayu memperkenalkan diri seperti yang di suruh guru setelah selesai Ayu duduk di bangku dia yang diarahkan guru.


💟💟💟💟💟💟💟💟


Hai pembaca setia AYU YG MALANG. jalan lupa, dukung terus ya, dan beri like juga komen, 👃👃

__ADS_1


__ADS_2