
Malam ini seperti biasa, Ika bermanja-manja kepada Rido, ia memang setiap malam selama ia hamil bermanja-manja kepada Rido, dengan alasan permintaan anak dia yang masih didalam perut dia, Rido tidak keberatan karena ia juga menyayangi anak dia yang dikandungan Ika.
"Bang!" ucap Ika memangil suami dia.
"Apa?" jawab Rido singkat.
"Kalau seandainya kak Ayu kembali apa abang masih mau menerima kak Ayu?" tanya Ika, ia kuatir kalau Rido akan kembali ke Ayu.
"Kenapa kamu tiba-tiba bertanya seperti itu?" tanya Rido balik, bukan menjawab pertanyaan Ika.
"Ika takut bang, kalau kak Ayu kembali lagi, abang akan meninggalkan Ika, kembali sama kak Ayu," jawab Ika menyampaikan kegelisahan hati dia.
"Kamu tidak usah memikirkan hal lain, kamu fokus dengan kehamilan kamu saja," kata Rido agar Ika tidak bertanya lagi tentang Ayu.
"Tapi Ika selalu dihantui rasa takut abang pergi ninggalin Ika, kalau kak Ayu kembali," ucap Ika dengan rasa cemas dan takut.
"Kalau kamu terus berpikir yang tidak-tidak anak kita nanti kenapa-napa, kamu tidak usah berpikir sejauh itu, Ayu tidak akan kembali lagi," kata Rido sambil mengelus perut Ika, ia meyakinkan Ika, agar Ika tidak perkiraan terus dan menggangu kesehatan anak mereka yang ada dikandungan Ika.
__ADS_1
Rido menyuruh Ika tidur, Ika menurut Ika memejamkan mata dia, sementara Rido kepikiran perkataan Ika tadi, bagaimana kalau Ayu kembali, apa yang harus ia lakukan," Dia yang meninggalkan aku bukan salahku, kalau dia kembali aku harus tegas kalau saat ini aku sudah menikah dan sebentar lagi aku punya anak, aku harus fokus ke anakku dan keluarga kecilku," tekat Rido meyakinkan diri dia apa yang menjadi keputusan dia saat ini, adalah keputusan yang tepat. Rido memejamkan mata dia.
**
Saat ini Rido berjalan dengan Ika di tepi pantai, mereka bergandeng tangan sambil sekali-sekali Rido mengelus perut Ika yang sudah besar, menyalurkan rasa sayang dia ke anak dia yang ada diperut Ika.
"Bang itu penjual kue," ucap Ika sambil ada orang menjual kue itu.
"Kamu mau?" tanya Rido.
"Iya bang," Jawab Ika, lalu mereka mendatangi penjual kue itu.
"Papa," kata penjual kue, Rido terkejut anak itu kembali memangil dia papa.
"Siapa kamu, jangan panggil suami saya papa, anak kami belum lahir, kamu jangan ngaku-ngaku anak suami saya," ujar Ika sambil mendorong anak itu, anak itu menangis sambil minta pertolongan ke Rido.
"Papa sakit, tolong aku," ucap anak itu, Rido masih bingung dengan anak itu.
__ADS_1
Anak itu mencoba mendatangi Rido kembali, tapi Ika kembali mendorong anak itu sampai anak itu terpental kedalam air laut, melihat itu Rido mencoba menolong anak itu, tapi Ika menghalangi Rido, anak itu terus minta tolong ke Rido, tapi Rido dihalangi Ika.
"Mama," ucap anak itu, terlihat dari kejauhan perempuan dan anak perempuan berlari mendatangi anak itu, setelah dekat Rido terkejut melihat Ayu yang datangi menolong anak itu, Ayu masuk ke dalam air laut untuk menyelamatkan anak itu, anak itu berhasil diselamatkan Ayu, Rido mencoba mendekati Ayu dan anak itu, tapi Ika menghalangi Rido, Rido memberontak agar Ika tidak menghalangi dia lagi, akhirnya Rido bisa lepas, Ika tidak dapat menahan Rido lagi karena Rido melawan sekuat tenaga, lalu Rido mendekat ke Ayu yang sedang memeluk anak itu.
"Mama, papa jahat hiks..hiks..hiks," ucap anak itu, Rido terkejut mendengar anak itu memangil Ayu mama, lalu Rido ingin menyapa Ayu, belum sempat Rido menyapa Ayu, Ayu sudah berlari pergi membawa dua anak kembar itu sambil menangis, Rido mengejar Ayu sambil memangil-manggil Ayu, tapi Ayu terus berjalan cepat dengan berurai air mata.
"Bang,bang!"kata Ika membangunkan Rido sambil mengguncang badan Rido yang sedang tidur, Ika mendengar Rido memangil Ayu, Ika marah karena suami dia memangil nama Ayu.
Rido membuka mata dia, ia segera duduk dan mengamati seluruh kamar dia, setelah nyawa dia terkumpul baru Rido tau kalau dia berada dikamar dia, bukan ditepi pantai.
"Abang kenapa tidur memangil nama kak Ayu, apa abang memikirkan kak Ayu," tanya Ika, wajah Ika ditekuk karena merasa cemburu.
"Iya," abang mimpi Ayu, mungkin karena Ika tadi cerita Ayu jadi abang mimpi dia," jawab Rido jujur, percuma bohong pikir dia, pasti Ika tidak percaya kalau dia bilang tidak mimpi Ayu.
"Pasti abang kepikiran dia sampai terbawa mimpi," ujar Ika.
"Sudahlah ayo kita tidur lagi," kata Rido lalu ia kembali memejamkan mana dia, agar Ika tidak bertanya lagi, Ika juga kembali tidur, melihat Ika sudah tidur Rido kembali membuka mata dia, ia tidak bisa lagi tidur, mengingat mimpi dia.
__ADS_1
"