Ayu Yang Malang

Ayu Yang Malang
Pak Rahmat Meninggal.


__ADS_3

Pak Rahmat terjatuh pingsan tepat mengenai kaki Rio, Rio terbangun karena merasa ada sesuatu yang menimpah kaki dia, lalu ia melihat kaki dia, setelah ia melihat alangkah terkejutnya Rio melihat ayah dia tergeletak di lantai bawah kaki dia, Rio segera mengangkat ayah dia, lalu ia meletakkan ayah dia, di tempat tidur seperti semula lalu ia membangunkan ibu juga istri dia, setelah itu Rio memanggil dokter.


Rio menerobos masuk keruangan Dokter, lalu berkata,


"Dok, tolong ayah saya, ayah saya pingsan," kata Rio dengan penuh khawatiran.


"Ya sudah kita kesana," jawab Dokter, Rio dan Dokter pergi keruangan pak Rahmat.


Setelah dokter datang, pak Rahmat segera di periksa sedangkan Rio dan ibu juga istri dia menunggu di diluar, Rio sangat khawatir dengan keadaan ayah dia, ia juga bingung dan heran kenapa ayah dia bisa berada dilantai dekat kaki dia, tidak jauh dari Rio bu Aini juga sangat cemas dengan keadaan suami dia bu Aini berdoa agar suami dia tidak kenapa-kenapa, begitu juga Rini istri Rio juga cemas dengan keadaan mertua dia.


Rio mondar mandir dipintu ruangan pak Rahmat, ia gelisah menunggu Dokter memeriksa ayah dia, sedangkan bu Aini terus saja menangis, Rini mencoba menenangkan bu Aini agar tidak menangis lagi.


"Ibu jangan menangis terus, bapak pasti tidak apa-apa," kata Rini sambil mengelus bahu bu Aini.


"Ibu takut, kalau bapak ninggalin ibu, ibu belum siap berpisah dengan bapak," ujar bu Aini menyampaikan apa yang ia rasakan.


"Ibu tidak boleh bicara seperti itu, kita doakan saja agar bapak tidak kenapa-kenapa," jawab Rini sekalian menasehati ibu mertua dia.


Bu Aini menganggukkan kepala dia, lalu ia berdoa agar suami dia secepatnya sadar.


Setelah lama menunggu akhirnya Dokter keluar dari ruangan pak Rahmat, Rio segera bertanya keadaan ayah dia.


"Dok bagai mana keadaan ayah saya, ayah saya Baik-baik saja kan dok?" tanya Rio dengan penuh khawatiran.


"Maaf Pak, kami sudah melakukan semaksimal mungkin untuk menolong ayak bapak, tapi Allah berkehendak lain ayah bapak sudah meninggal," tutur Dokter menjelaskan.

__ADS_1


Mendengar perkataan dokter Rio terkejut sekalian sedih, begitu juga istri dia juga merasa sangat sedih karena ia sudah menganggap pak Rahmat sebagai ayah kandung dia, apa lagi bu Aini dia yang paling terpukul dengan kepergian pak Rahmat, hati bu Aini hancur mendengar suami dia meninggalkan dia.


Ibu Aini langsung masuk kedalam ruangan suami dia, diikuti Rio juga istri dia dari belakang, bu Aini segera memeluk suami dia, bu Aini sangat sedih dengan kepergian suami dia, mereka sudah hidup bersama selama berpuluh tahun lamanya, suka dan duka sudah mereka lalui bersama, apa lagi pak Rahmat orangnya sangat penyayang itu yang membuat bu Aini begitu terpukul.


''Pak, kenapa pergi tinggalkan Ibu, Ibu belum siap bapak tinggalkan hiks..hiks..hiks," ucap bu Aini sambil memeluk almarhum pak Rahmat ia menumpahkan kesedihan dia diperlukan almarhum pak Rahmat.


''Sudah bu, tidak baik ibu meratapi kepergian Bapak, ibu harus ikhlas menerimanya kita doakan bapak agar tenang di surga dan diampuni segala dosa Bapak," kata Tini sambil mengusap-usap bagi ibu mertuanya agar bu Aini tenang.


Sementara Rio berusaha tegar, ia tidak menunjukkan rasa sedih dia, agar ibu dia tidak semakin sedih, Rini juga sebenarnya sangat sedih dengan kepergian Bapak mertua dia, karena selama ini almarhum pak Rahmat tidak pernah marah kepada dia selalu berkata lembut kepada dia walau ia membuat kesalahan.


Rio mencari ponsel dia, ia ingin menghubungi keluarga mereka mengabari, tapi ia tidak menemukan ponsel dia ditempat semalam ia meletakkan ponsel dia, ia coba mencari disekitar tempat kamar itu, ia melihat ponsel dia sudah pecah berserakan dilantai ia heran kenapa ponsel dia bisa pecah padahal ia menaruh ponsel dilantai, tapi Rio tidak memusingkan ponsel itu, ia meminjam ponsel istri dia, lalu ia menghubung keluarga mereka, semua termasuk Ayu yang berada di rumah.


Sementara di rumah almarhum pak Rahmat saat ini, ada perdebatan antara pak RT dengan orang tua Radit, pak RT memaksa Radit menikahi Ayu sekarang, sementara orang tua Radit tidak setuju karena Radit masih sekolah orang tua Radit meminta agar pernikahan Radit dan Ayu dilaksanakan setelah Radit lulus sekolah alasan mereka karena Radit laki-laki akan susah mencari pekerjaan kalau tidak tamat SMA, sementara pak RT memaksa Radit harus menikahi Ayu sekarang karena pak RT sudah mendengar penjelasan dari kedua belah pihak pak RT menyimpulkan kalau Radit menjebak Ayu.


Titik temu pun tak dapat, karena mereka terus berdebat, ditengah perdebatan mereka, suara ponsel Ayu berbunyi tanda ada yang menghubungi, Ayu melihat panggilan dari pak Lek Rio, Ayu segera mengangkat.


''Halo assalamualaikum pak Lek,," jawab Ayu dengan rasa takut dan penasaran kenapa Paklek dia menghubungi, "Apa Paklek sudah tau kejadian ini ya, apa yang harus aku katakan kalau Paklek bertanya," kata Ayu didalam hati dia.


''Wa, alaikumsalam Yu, kakek sudah tidak ada lagi, kamu bangunkan tetangga kabari mereka, pak Lek mau menghubungi bude Ria assalamualaikum," kata Rio, setelah mengatakan itu Rio mematikan sambungan telepon dia.


Ayu terkejut dan sedih mendengar kabar meninggalnya kakek dia.


''Kek hiks hiks hiks, jangan tinggalkan Ayu, Ayu butuh kakek sekarang Ayu takut menghadapi semua ini," ucap Ayu.


Semua orang yang berada di situ terkejut melihat Ayu menangis sambil memanggil kakeknya lalu pak RT bertanya.

__ADS_1


"Ada apa Yu kenapa kau menangis?"tanya pak RT.


''Kakek sudah tidak ada," jawab Ayu.


''Inalilahi Wainailaihi Raji'un," ucap semua orang yang berada disitu.


Pak RT memutuskan untuk sementara sidang ditunda sampai selesai tujuh hari almarhum pak Rahmat.


Warga akhirnya menyiapkan kepulangan jenazah almarhum pak Rahmat, mereka sibuk semua ada yang memasang tenda ada yang menyusun kursi setelah semua selesai tinggal menunggu kepulangan almarhum pak Rahmat.


**


Banyak orang yang datang melayat, termasuk pak Pajar juga istrinya juga datang melayat, Rido juga pulang melihat almarhum kakeknya untuk terakhir kalinya.


Selesai pemakaman orang-orangpun pulang tinggal keluarga yang jauh yang belum pulang, pak Pajar berpamitan ia mau pulang.


πŸ’ŸπŸ’ŸπŸ’ŸπŸ’ŸπŸ’ŸπŸ’ŸπŸ’ŸπŸ’Ÿ


Hai para pembaca setia AYU YG MALANG,


ikuti terus ya juga dukung dengan cara,


like dan komen dibawah iniπŸ‘‡πŸ‘‡πŸ‘ƒπŸ‘ƒ


"

__ADS_1


__ADS_2