Ayu Yang Malang

Ayu Yang Malang
Part 109


__ADS_3

Saat Ika membuka mata dia, ia melirik kesamping, ia heran kenapa suami dia sudah bangun, lalu ia bangun dari tidur dia, lalu pergi ke dapur, ia lihat dapur masih sunyi, bibi belum bangun, pikir Ika, lalu ia melihat jam, Ika terkejut melihat jam 10.30 WIB, Ika baru ingat kalau dia tadi ketiduran saat menunggu suami dia pulang, Ika mencari suaminya.


"Kemana bang Rido ya," ucap Ika sambil berjalan memeriksa semua ruangan didalam rumah dia, karena tidak menemukan suaminya, Ika kekamar Susi, ia ingin bertanya.


"Mana bapak?" ucap Ika setelah berhadapan dengan Susi.


"Bapak kerumah sakit," jawab Susi singkat, karena Susi tidak terlalu dengan Ika.


"Ngapain bapak kerumah sakit, apa bapak sakit?" kata Ika karena penasaran.


"Bukan bapak yang sakit, tapi bu Rini yang sakit," jawab Susi.


"Selalu saja sakit merepotkan, jam berapa bapak pergi bawa bu Rini?" ujar Ika ingin tau.


"Tadi padi sekitar jam 9.30 wib," jawab Susi, Ika terkejut mendengar perkataan pembantu dia, ia mulai cemas dan takut kalau Rido mengetahui ia sering pergi keluar rumah sendirian.


"Kenapa kamu tidak ngabari ibu?" kata Ika dengan penuh rasa cemas.


"Ponsel ibu diluar jangkauan,"jawab Ika, dalam hati Susi bersorak gembira melihat wajah Ika kelihatan ketakutan.


"Rasain, semoga aja pak Rido marah sama dia," Susi bicara dalam hati.


"Bapak ada tanya ibu?" ucap Ika.


"Ada," jawab Susi singkat.


"Kamu jawab apa?" ujar Ika ingin tau.


"Aku bilang ibu keluar," Jawab Susi.


"Kamu gak bilang kalau ibu sering keluarkan," ucap Ika dengan penuh kekuatiran.


"Tidak bu," jawab Susi, dalam hati Susi, maaf bu aku bohong, kata Susi dalam hati, ia cari aman, tidak mau nanti kalau ia jadi amukan Ika.


"Bagus, ya sudah ibu kekamar dulu, kamu lanjut tidurnya," ujar Ika, lalu Ika pergi kekamar dia, setelah Ika pergi, Susi bisa bernapas lega, karena dari tadi ia takut kalau Ika tau ia mengadu kepada Rido.

__ADS_1


"Untuk sudah pergi, aku bisa bernapas lega, siapa yang gak geram melihat tingkah majikan sepertimu, lihatlah bertanya anak dia saja gak ada, apa dia gak rindu sama anaknya sudah seharian tidak jumpa," ucap Susi sambil menggelengkan kepala dia.


Saat Ika sampai dikamar, ia mengambil ponsel dia lalu menghubungi Rido.


"Assalamualaikum," ucap Rido setelah mengangkat telepon dari Ika.


"Wa,allaikumsalam, bagai mana keadaan ibu," kata Ika pura-pura kuatir dengan keadaan ibu mertua dia.


"Anak-anak dimana," kata Rido bukan menjawab perkataan istri dia.


Ika baru sadar kalau ia belum bertemu dengan anak dia semenjak ia tinggalkan tadi pagi, ia jadi gugup dan bingung mau jawab apa.


"Ini, mereka sudah tidur," jawab Ika.


Mendengar jawaban Ika, Rido mendesah, ia tau kalau Ika berbohong, karena Susi baru saja chat dia, isi chat Susi memohon agar ia tidak melibatkan Susi dan Susi tidak mau kalau aduan dia tadi diberitahu kepada Ika, dan Susi juga mengatakan kalau anak mereka tidur bersama Susi, bahkan melihat anaknya saja Ika tidak mau, karena itu Rido tau.


"Ya sudah, kamu tidur saya, assalamu'alaikum," ucap Rido lalu mematikan secara sepihak telepon dia, tanpa mendengar jawaban dari Ika.


Ika heran mengapa Rido seperti itu,"mungkin bang Rido capek nungguin ibu makanya dia seperti itu," pikir Ika.


**


Pagi-pagi sekali Ika sudah datang kerumah sakit membawa sarapan untuk Rido, agar Rido tidak marah ke dia, karena sudah pergi tanpa seizin Rido, ia pikir Rido hanya tau ia pergi hari itu saja, padahal Rido sudah tau ia pergi setiap hari keluar dari rumah.


"Ini bang, aku bawa sarapan untuk abang," kata Ika menyerahkan sarapan yang ia bawa ke Rido.


"Terimakasih," ucap Rido singkat, lalu Rido memakan sarapan yang dibawa Ika, setelah selesai sarapan Rido pamit pulang, Rido menitipkan mama dia kepada Ika, lalu Rido pulang kerumah dan bersiap lalu pergi perja.


Ika geram disuruh menjaga Rini, ia tidak bisa pergi bermain bersama teman dia karena menjaga Rini, tapi ia tidak bisa menolak permintaan suami dia.


"Menyusahkan saja, kenapa sih, ibu gak mati saja," ucap Ika didepan Rini.


Menetes air mata Rini, ia mendengar semua yang Ika katakan, tapi mulut dan tangan dia tidak bisa bergerak, Rini menyesal telah memilih Ika jadi menantu dia, Rini tidak menyangka kalau Ika seperti itu, padahal dia begitu menyayangi Ika selama ini, bahkan anak Ika saja ia sayangi seperti cucu dia sendiri.


Rini teringat perbuatan dia kepada Ayu, ia menyesal telah mengusir Ayu, seandainya Ayu masih jadi menantu dia, Ayu tidak akan berbuat seperti itu ke dia, mengingat itu, Rini semangkin sedih, tapi ia tidak bisa lagi pulang kebelakang, hanya kata maaf yang ada didalam hati dia untuk Ayu.

__ADS_1


Sepulang kerja Rido kembali kerumah sakit, ia berpapasan dengan salah satu perawat yang menjaga mama dia.


"Pak!" panggil perawat itu, Rido menghentikan langkah dia dan menoleh kepada perawat itu.


"Kamu panggil saya?" kata Rido memastikan.


"Iya pak, saya mohon pasien jangan ditinggal sendiri ya pak, untuk saya masuk keruangan pasien keluarga bapak, kalau tidak mungkin ibu itu tidak bisa diselamatkan.


Rido terkejut mendengar perkataan perawat itu, lalu Rido menjawab.


"Loh tapi ada istri saya yang menjaga mama saya," kata Rido.


"Iya pak, tapi istri bapak pergi setelah bapak pergi, itu dia baru kembali setelah meninggalkan pasien mulai dari pagi," kata perawat.


Rido terkejut mendengar perkataan perawat, rahang dia mengeras, ia sangat marah ke Ika.


"Iya sus," jawab Rido.


"Permisi ya pak," ucap perawat itu, lalu pergi dari hadapan Rido.


Rido pun melangkah pergi ke taman rumah sakit itu, untuk menghilangkan rasa marah dia, ia tidak mau sampai memukul Ika.


Sementara itu Ria menyampaikan kabar Rini yang senang sakit kepada Rio.


"Yo, Rini sakit saat ini dia masih dirumah sakit," ucap Ria kepada Rio, Rio terkejut mendengar kabar mantan istri dia.


"Sakit apa kak?" ujar Rio ingin tau.


"Kena stroke," jawab Ria.


"Besok kakak mau menjenguk dia, apa kamu mau ikut?" ujar Ria.


"Aku tanya istriku dulu kak, nanti aku kabari lagi sama kakak ikut apa tidak," jawab Rio.


"Iya," ujar Ria.

__ADS_1


Saat ini Ika gelisah menunggu Rido tidak datang-datang, ia sudah menghubungi Susi, Susi mengatakan kalau Rido sudah pergi satu jam lalu, seharusnya sudah sampai, ia sudah berulang kali menghubungi Rido tapi tidak diangkat, Ika mondar mandir didepan pintu ruangan rumah sakit tempat Rini dirawat, jari kejauhan ia melihat Rido berjalan menuju arahnya, senyum Ika mengembang menyambut suaminya.


__ADS_2