
Rio dan Rini hari ini pindah kerumah kontrakkan mereka, walau Rido melarang mereka pindah, mereka tetap pindah karena ingin hidup mendiri, Rido dan Ika ikut mengantar mereka pindah, Diba dan Wiah menangis saat Rido dan Ika pamit pulang mereka tidak mau berpisah dengan Rini, karena Rini yang selalu mengasuh mereka, setelah cukup lama membujuk Diba dan Wiah akhirnya mereka mau pulang, kini tinggallah Rio dan Rini dirumah kontrakkan mereka.
"Mas bahagia akhirnya kita bisa bersama lagi, semoga kita bisa membeli rumah lagi, Mas minta maaf karena gara-gara Mas rumah kita diambil Weni," ucap Rio merasa bersalah.
"Sudah lah Mas, kita kan sudah sepakat untuk melupakan semua masa lalu kita dan membuka lembaran baru, aku juga banyak salah sama Mas," jawab Rini agar Rio tidak lagi merasa bersalah.
"Kamu mungkin bisa memaafkan Mas tapi rasa bersalah Mas tidak pernah hilang dari hati Mas," ujar Rio dengan wajah murung.
"Kesalahan Mas tidak sebanding dengan kesalahan yang aku lakukan, Mas masih bisa minta maaf kepada orang yang Mas saki ini, sedangkan aku tidak bisa minta maaf kesemua orang yang aku sakiti," ucap Rini dengan wajah sendu membayangkan kesalahan dia dimasa lalu, mendengar perkataan istri dia Rio penasaran lalu bertanya,
"Kamu punya salah sama siapa?" ujar Rio merasa penasaran seingat dia Rini tidak pernah buat kesalahan yang besar kepada orang lain.
"Aku membuat kesalahan yang sangat patal, seandainya aku duluan dipanggil sang pencipta, aku minta tolong Mas minta maaf kepada dia, untuk semua kesalahan yang sudah aku lakukan," ujar Rini dengan penuh penyesalan dihati dia.
"Iya tapi kamu punya salah sama siapa?" kembali Rio bertanya, dengan tidak sabaran menunggu jawaban Rini.
"Ayu Mas, hiks..hik..hiks," ucap Rini sambil menangis mengingat kata-kata dia kepada Ayu membuat Ayu pergi, Rio terkejut mendengar perkataan istri dia, lalu kembali bertanya,
"Kamu buat kesalahan apa sama Ayu, apa kamu yang membuat Ayu pergi meninggalkan Rido," tebak Rio, Rini menganggukkan kepalanya, Rio lemas mendengar kenyataan itu, lalu ia kembali bertanya,
__ADS_1
"Apa yang kamu katakan?" ucap Rio ingin tau.
"Aku menyuruh Ayu pergi meninggalkan Rido, aku juga menyuruh dia pergi sejauh mungkin agar Rido tidak bisa menemukan dia hiks..hiks..hiks," jawab Rini menjelaskan semuanya.
"Jadi Mama yang membuat Ayu pergi, aku tidak menyangka Mama setega itu memisahkan kami," ucap Rido yang tiba-tiba datang, ia kembali karena ada yang ketinggalan tapi karena ia mendengar perkataan orang tua dia tentang kesalahan ia penasaran lalu menguping pembicaraan orang tua dia, Rido sangat terkejut mendengar kenyataan yang sebenarnya selama ini ia menganggap Ayu pergi karena kemauan dia sendiri.
Rio dan Rini terkejut melihat Rido masih ada dirumah mereka, apa lagi Rini dia yang paling terkejut dan takut karena Anak dia sudah mengetahui semuanya.
"Maafkan Mama Do, Mama khilaf," ujar Rini sambil bersujud di kaki Riso, agar Rido tidak marah ke dia.
Rido diam saja, lalu pergi dengan rasa kecewa, melihat istri dia begitu sedih terduduk dilantai Rio mendekat lalu membantu istri dia bangun dari lantai.
"Sudah kamu tidak usah terlalu bersedih mungkin Rido masih marah saat ini, besok juga dia sudah memaafkan mu, mungkin dia perlu sendiri dulu, Mas yakin Rido akan memaafkan mu," ujar Rio agar Rini tidak begitu sedih.
"Tidak mungkin dia pasti memaafkan Mamanya," jawab Rio.
**
Sedangkan Rido masuk kedalam mobil dia dan membanting pintu mobil, Ika yang sudah lema menunggu didalam mobil terkejut melihat Rido dengan wajah marah sambil membanting pintu mobil, Wiah dan Diba menangis karena pintu mobil ditutup dengan kencang.
__ADS_1
"Abang kenapa?" tanya Ika menyentuh tangan Rido, Rido diam saja, Ika semakin heran tidak biasanya Rido seperti itu, Anak mereka nangis pun Rido diam saja, akhirnya Ika mengalah dia tidak lagi bertanya melihat wajah Rido yang kelihatan sudah memerah karena menahan amarah dia.
"Diam!" ucap Rido karena Wiah dan Diba tidak berhenti menangis, mendengar suara Papa mereka membentak bukannya diam Diba dan Wiah semakin nangis kencang, Ika mencoba mendiamkan Diba dan Wiah, tapi mereka tidak mau diam, tidak biasanya Papa mereka membentak itu yang membuat mereka berdua ketakutan dan tidak mau diam.
"Kamu kenapa sih bang, lihat Anak kita jadi takut mendengar suara abang," protes Ika karena sudah habis kesabaran dia.
Baru Rido tersadar dan melihat Diba dan Wiah sudah menangis, lalu Rido menghentikan mobil dia dan mendiamkan anak mereka.
"Cup..cup..cup, maafkan Papa Nak," ucap Rido sambil mengambil Anak dia dari pangkuan Ika, seketika Anak Diba dan Wiah berhenti menangis, setelah Diba dan Wiah sudah tenang Rido kembali melakukan mobil dia.
**
Setelah mengetahui Ayu pergi karena Mama dia, Rido menyesal membatalkan pernikahan dia, seandainya waktu bisa ia putar ia tidak akan membatalkan pernikahan dia, rasa kecewa dia sangat mendalam kepada Mama dia, ia juga pemikiran apa mimpi dia itu suatu petunjuk bahwa Ayu memang hamil dan melahirkan Anak dia, ia masih ingat didalam mimpi dia anak itu memanggil dia Papa, tidak terasa air mata Rido menetes mengingat wajah Anak itu sedih saat ia tidak mengakui Anak itu sebagai Anak dia.
"Dimana kamu sekarang Yu, abang rindu apa kamu pergi membawa anak kita, maafkan abang yang salah menilai mu, andai waktu itu abang mencari mu mungkin kamu bisa abang ketemukan," ucap Rido sambil memandang ponsel dia yang ada foto Ayu didalamnya, ia memang menyimpan masih foto Ayu di ponsel dia tanpa diketahui istri dia.
Sedangkan Rini sakit karena Rido belum memaafkan dia, ia kepikiran terus apa lagi kata Ika Rido saat ini sering melamun memikirkan itu tidak bisa tidur sampai membuat dia sakit.
Karena kondisi Rini semakin lemah Rio membawa Rini kerumah sakit, tak lupa ia menghubungi Rido, mendengar Mama dia sakit, Rido jadi kepikiran, ia pun pergi kerumah sakit melihat kondisi Mama dia, melihat Anak dia datang Rini sangat bahagia ia sampai meneteskan air mata sangking bahagianya, ia pikir Rido tidak akan memaafkan dia lagi mengingat sikap Rido yang tidak mau bicara ke dia.
__ADS_1
"Maafkan Mama Do," ucap Rini lagi entah sudah berapa kali Rini minta maaf kepada Rido karena masalah Ayu yang pergi karena dia.
"Iya Ma, Mama harus mau makan agar Mama cepat sembuh," ujar Rido dengan rasa menyesal tidak mau bicara ke Mama dia karena kecewa kepada Mama dia.