Ayu Yang Malang

Ayu Yang Malang
Part 117


__ADS_3

Ayu bersama Anak dan suaminya sarapan bersama, mereka sarapan dengan pikiran masing-masing, Ayu memikirkan bagai mana ia jualan besok, sementara bahan yang ia beli kemarin tidak bisa dipakai untuk jualan besok, seharusnya bahan itu dijual saat ini, tapi karena ada masalah ia tidak bisa jualan dan tidak bisa dapat uang, sementara Paujan berpikir bagai mana dia berbicara kepada Ayu tentang hubungan mereka kedepannya ia sungkan bertanya ke Ayu melihat Ayu selalu menghindar saat ia ingin bicara, ia juga tidak tau bagai mana caranya memulai pembicaraan dia ke Ayu, sementara Leo berpikir mengapa Dokter Paujan mandi dan sarapan dirumah dia, apa lagi ia melihat tadi pagi Dokter Paujan tidur dirumah mereka itu yang membuat Leo penasaran ia melihat wajah Mama dia lalu melihat wajah di dokter Paujan bergantian, penasaran Leo semangkin menjadi karena Mama dia dan dokter Paujan diam saja, setelah selesai sarapan, Leo pamit pergi kesekolah, sementara Dokter Paujan menawarkan mengantar Leo, dengan senang hati Leo mau diantar dokter Paujan karena dia diantar naik mobil.


Ayu melihat kepergian Dokter Paujan dan Leo dari kejauhan, ia melihat Leo begitu bahagia diantar dokter Paujan, melihat itu Ayu kembali sedih ia merasa bersalah kepada Anak dia, karena ulah dia Anak dia tidak mendapat kasih sayang yang utuh dari kedua orang tua dia.


Saat Ayu membereskan rumah, ia melihat dokter Paujan datang lagi kerumah dia, ia heran kenapa dokter Paujan datang lagi, ia mengira setelah mengantar Leo, dokter Paujan langsung pergi kerja.


"Yu, Mas mau bicara," ucap Paujan memulai pembicaraan dia, dengan mengumpulkan keberanian Paujan berkata,


"Mas ingin kita pindah kerumah Mas," kata Paujan, Ayu bingung mau jawab apa.


"Kalau kami pindah kerumah Mas, bagai mana aku jualan?" ujar Ayu.


"Kamu tidak usah jualan lagi, kamu dan Anak kita sudah jadi tanggung jawab Mas,"jawab Paujan bersungguh-sungguh.


"Tapi kita menikah bukan kemauan kita, kita sama sama terpaksa," ucap Ayu karena merasa tidak yakin bisa melanjutkan pernikahan mereka, Ayu sadar diri ia tidak pantas bersanding dengan dokter Paujan.


"Kita menikah karena ijin Allah, semua yang terjadi itu sudah kehendak Allah, mari kita menjalani rumah tangga kita sekarang juga karena Allah, Mas yakin kalau kita sama sama membuka hati kita, pasti kita bisa saling mencintai, Mas tidak janji apa apa sama Ayu, tapi Mas akan berusaha menjadi suami yang baik untuk Ayu, juga berusaha menjadi ayah yang baik untuk Anak-anak Ayu kedepannya.


"Mas mungkin bisa menerima Ayu, tapi apa keluarga Mas mau menerima Ayu, Ayu sudah punya Anak tiga, sementara Mas masih lajang," kata Ayu merasa kuatir apa yang ia alami saat menjadi istri Rido akan terjadi lagi.

__ADS_1


"Mas tidak tau, apa mereka bisa menerima pernikahan kita apa tidak, yang pasti walau mereka tidak setuju, Mas tidak akan meninggalkan Ayu, Mas akan memperjuangkan rumah tangga kita, apa Ayu bersedia berjuang sama Mas mendapat restu dari orang tua Mas seandainya mereka tidak merestui? ujar Paujan panjang lebar meyakinkan Ayu, karena ia melihat Ayu masih ragu dengan pernikahan mereka.


Ayu diam saja tidak ada perkataan apapun dari Ayu, sementara Paujan menunggu jawaban Ayu, karena Ayu diam saja, Paujan kembali berkata,


"Ya sudah Ayu pikiran dulu, Mas mau pulang ke rumah ganti baju baru kepuskesmas, nanti sore Mas harap Mas sudah ada jawaban," ucap Paujan lalu ia mencium Adela dan Adnan lalu berpamitan setelahnya ia pergi, Ayu memikirkan perkataan dokter Paujan, apa ia harus menerima dokter Paujan jadi suami dia atau tidak.


Siang harinya Leo pulang kerumahnya sambil nangis, Ayu heran mengapa Leo pulang nangis, selama ini Leo tidak pernah nangis pulang sekolah, lalu Ayu berkata,


"Kenapa Leo nangis, apa ada yang memarahi Leo?" kata Ayu karena penasaran.


"Leo diejekin Ma, kata teman Leo Mama perempuan murahan, tadi malam Mama ditangkap warga, apa betul Ma?" kata Leo sambil menangis.


"Leo tidak usah dengerin kata teman Leo, Mama tidak seperti yang mereka katakan, ya sudah kamu ganti baju, biar kita makan," jawab Ayu hanya itu yang bisa Ayu katakan.


Leo menurut ia pergi kekamar ganti baju, Ayu termenung setelah Leo pergi.


"Apa aku harus menerima Mas Paujan jadi suami ku, agar Anak-anakku tidak jadi ejekan teman-teman dia, ya Allah beri saya kekuatan dan petunjuk agar aku tidak salah langkah lagi," ucap Ayu didalam hati.


Pernikahan Ayu dan Paujan sudah tersebar dikampung mereka, begitu juga Linda juga sudah tau kalau dokter Paujan sudah menikah, Linda sangat sedih dan patah hati mendengar pernikahan Dokter Paujan dan Ayu, ia tidak menyangka kalau dokter Paujan mau sama Ayu.

__ADS_1


Sore harinya dokter Paujan pulang kerumah Ayu, ia pulang membawa buah tangan, Leo melihat dokter Paujan datang segera menyambut,


"Assalamualaikum," ucap Paujan sebelum masuk.


"Wa, allaikumsalam, wah baru tadi pagi Dokter pulang, sekarang sudah datang lagi," kata Leo setelah Paujan masuk, Paujan tidak menjawab ia nanya menyerahkan makanan yang ia beli saat ia dijalan mau pulang, Leo menerima dengan senang hati, Leo pergi kekamar menyimpan makanan yang dibawa Paujan, Leo sudah lupa dengan pertanyaan dia.


Paujan merasa geli melihat Leo seperti itu, ia juga merasa bersyukur Leo lupa dengan pertanyaan dia tadi, jadi ia tidak perlu memikirkan jawabannya.


Malam harinya Paujan bersama Ayu dan juga Anak-anak menikmati makan malam bersama, Leo semangkin penasaran melihat dokter Paujan masih dirumah mereka, padahal sudah malam.


"Kenapa dokter Paujan tidak pulang ya, apa betul yang dikatakan temanku tadi, Mama dan dokter Paujan sudah menikah, kalau memang Mama sudah menikah dengan dokter Paujan, berarti yang dikatakan teman-teman ku itu memang benar, kalau Mama sama dokter Paujan tertangkap berduaan dirumah," ucap Leo dalam hati.


Setelah makan malam selesai dokter Paujan mengajak Ayu bicara setelah Anak mereka tidur.


"Bagai mana, apa Ayu sudah mengambil keputusan?" kata dokter Paujan karena penasaran dengan jawaban Ayu.


"Iya bang, Ayu mau meneruskan pernikahan kita, tapi abang harus janji tidak akan meninggalkan Ayu dan Anak-anak suatu saat nanti," jawab Ayu, Dokter Paujan senang bukan main karena Ayu menjawab sesuai dengan dia harapkan, Paujan memeluk Ayu sakin bahagianya.


Ayu buru-buru memberontak karena terkejut dapat pelukan mendadak, Paujan tersadar setelah Ayu memberontak, Paujan jadi malu sendiri dengan ulah dia.

__ADS_1


"Kok aku peluk Ayu ya, dasar bodoh pasti Ayu berpikir yang tidak-tidak," ucap Paujan menyesali perbuatan dia.


__ADS_2