
"Ini tandanya aku masih normal," kata Parel, enggan kalah.
"Bukan norma, tapi gatal,'' sudah kamu makan sana-sini, Leo, biar sama ibu, kalau ngomong sama kamu, tidak ada yang menang," Ucap Bu Ati.
"Tuh, ibu tahu, kalau anakmu ini memang tidak bisa dikalahkan dari segi apapun," Tutur Parel.
"Sudah, sana makan. Malas ibu mendengar omonganmu yang kepedean," kata Bu Ati.
"Iya-iya, Leo sama nenek ya, papa makan dulu," Ujar Parel bercanda.
Bu Ati geleng-geleng kepala mendengar perkataan anaknya.
"Assalamualaikum," terdengar suara dari luar saat Parel sedang makan.
"Wa'alaikumsalam,'' Ucap Bu Ati dari dalam rumah.
Ika masuk ke dalam rumah baru saja pulang sekolah.
"Abang sudah pulang, tidak ngabari, bawa oleh-oleh apa?" Ujar Ika bertanya.
"Tuh, ambil di tas abang. Banyak baju kotor abang disitu. Cuci ya," Parel berkata.
"Idih, tiap pulang selalu baju kotor yang dibawa. Bawa oleh-oleh sekali-kali dong," Icp Ika protes.
"Gimana mau bawa oleh-oleh. Makan saja abang di irit biar cukup uang yang dikirim bapak," jawab Parel.
"Tunggu abang lulus kuliah dan sudah bekerja, baru kamu minta apa saja. Abang pasti turuti," Ujar Parel.
__ADS_1
"Aamiin, semoga abang kalau sudah lulus kuliah bisa dapat kerjaan, biar Ika bisa kuliah juga," kata Ika menjawab.
"Makanya, kamu harus rajin belajar, biar bisa dapat beasiswa seperti abang tampan mu ini, kuliah gratis," Tutur Parel menasehati adiknya.
"Ya-ya-ya, abangku yang tampan sedunia," kata Ika menjawab.
Sore hari Ayu menjemput Leo di rumah Pak Adi. Sesampainya di sana, ia melihat Leo digendong pria di depan rumah Pak Adi. Pria itu tidak dikenal Ayu. "Siapa yang menggendong Leo ya? Apa itu anak Pak Adi yang kuliah di Jakarta?" kata Ayu bicara sendiri.
Ayu terus melangkahkan kakinya ke halaman Pak Adi. Leo tertawa melihat ibunya. Leo terus tertawa sambil berceloteh bahasa yang tidak dimengerti orang dewasa. Parel tidak sadar Kalau Ayu mendekati mereka. Parel heran melihat Leo tertawa sendiri.
"Ada yang lucu ya, kenapa Leo tertawa terus?" tanya Parel kepada Leo.
"Anak ibu siapa yang gendong ya?" tanya Ayu ketika ia mendengar Parel berbicara. Ayu menoleh padanya dengan tatapan heran, membuat Parel terpesona yang membuat matanya tidak berkedip selama beberapa saat, setelah Ayu berdehem, Parel tersadar dengan rasa salah tingkah karena telah memandangi Ayu selama itu.
"Sini sama ibu,'' Ajak Ayu sambil melihat tangan ibunya yang ingin mendekat kepadanya, Leo kegirangan dan mulai memberontak dari gendongan Parel. Parel memberikan Leo kepada Ayu dan suasana menjadi canggung, mereka sama-sama diam sampai akhirnya Ayu bersuara.
"Y..y..ya!" jawab Parel yang menjadi gugup.
"Ibu di mana?" Ayu bertanya lagi.
"Di dalam lagi masak," jawab Parel.
Ayu masuk ke dalam rumah Pak Adi sambil menggendong Leo. Sementara itu, Parel baru bisa bernapas lega setelah Ayu pergi dari hadapannya karena sejak tadi ia merasa grogi melihat Ayu.
"Belum bicara apa-apa sudah gugup, dasar Parel bikin malu saja, ibu Leo cantik sih," bicara Parel sendiri.
"Ibu, Ayu jemput Leo," pamit Ayu.
__ADS_1
"Iya, makan dulu yu, ibu hampir selesai masak ini," tawar Bu Ati.
"Ayu juga sudah memasak, Bu. Kalau aku makan di sini, sayang makanan di rumah tidak ada yang makan," tolak Ayu.
"Padahal, ibu telah masak banyak ini," kata Bu Ati.
"Kalau tidak habis, disimpan untuk besok, Ayu ya sudah Ayu pulang nanti keburu maghrib," Kata Ayu.
"Ya, hati-hati di jalan," Ujar Bu Ati.
"Ya, Bu," Jawab Ayu.
Ayu berjalan ke depan rumah Pak Adi, sesampainya di halaman rumah Pak Adi, Parel hendak pergi jalan-jalan ke tempat temannya dengan membawa sepeda motor, Parel melihat Ayu berjalan dan menawarkan untuk mengantarkannya.
"Leo mau pulang ya?" tanya Parel.
"Iya, om," kata Ayu menjawab.
"Ayo, om antar, sekalian, om mau pergi ke tempat teman om,'' Ujar Parel.
"Tidak usah om, rumah kami dekat kok," Ucap Ayu sambil menolak karena sungkan.
"Tidak apa-apa, ayo, sekalian bawa Leo jalan-jalan,'' Kata Parel memaksa.
Karena terus dipaksa, akhirnya Ayu mau diantar Parel, Parel tidak mengantarnya, melainkan membawa Ayu keliling kampung, meskipun Ayu menolak Parel terus memaksa, kalau ada yang melihat mereka, pasti menganggap mereka sebagai pasangan suami istri karena kelihatan serasi, yang satu cantik dan yang satu lagi tampan Leo juga cocok kalau menjadi anak Parel, Leo sangat senang dibawa jalan-jalan hingga tertawa sepanjang perjalanan, tidak hanya Leo yang senang, Parel juga senang membawa mereka berkeliling kampung.
**
__ADS_1
Sementara itu, Rido juga sedang berkeliling kampung dengan sepeda motornya, dia merindukan Ayu, terlebih saat ini dia berada di kampung karena libur panjang, banyak memori kebersamaan mereka yang tenggelam di pikirannya, termasuk setiap kali mereka pergi ke mana-mana dengan sepeda motor Rido yang kini ia naiki, Rido tak bisa menahan air mata yang terus mengalir di pipinya sepanjang perjalanan di kampung yang dulunya mereka sering lewati bersama.