Ayu Yang Malang

Ayu Yang Malang
Ayu Pindah


__ADS_3

Saat ini pak Pajar mau pulang, ia berpamitan kesemua orang yang ada disitu, setelah itu pak Pajar pergi mendatangi Ayu di kamarnya, karena Ayu hanya didalam kamar saja, ia tidak melihat siapa saja yang datang termasuk papa dia.


Ayu tidak bersemangat hati dia cemas dan gusar memikirkan masalah yang ia hadapi saat ini, ditambah kakek Rahmat meninggal itu yang membuat Ayu tidak bersemangat.


''Yu, Papa mau pulang, kamu kenapa berdiam saja dikamar tidak keluar?" tanya pak Pajar setelah ia masuk ke kamar Ayu, Ayu tidak menyadari kalau Papa dia sudah ada dikamar dia, karena ia sibuk melamun memikirkan masalah yang ia hadapi saat ini, belum lagi kepergian kakek dia yang mengurus dia selama ini semua itu berputar dipikiran Ayu, lalu pak Pajar mendekat dan mengusap kepala Ayu, baru Ayu sadar Papa dia berada didekat dia, Ayu segera memeluk Pap dia menyalurkan rasa kesedian dia yang sudah melai semalam ia pendam sendiri, ada ketenangan yang dirasakan Ayu saat memeluk Papa dia.


''Ayu mau ikut Papa pulang?" tanya pak Pajar, karena melihat Ayu seperti banyak beban dan tertekan semua itu terlihat dari wajah Ayu.


''Maksudnya?" tanya Ayu kembali karena belum mengerti, ia memperjelas perkataan Papa dia.


''Ya tinggal sama Papa lagi seperti dulu," ujar pak Pajar menjelaskan.


''Tidak bisa sekarang Pa," jawab Ayu menolak secara halus.


''Apa alasan Ayu tidak mau," tanya pak Pajar karena penasaran.


''Ayu sudah kelas tiga tanggung kalau mau pindah sekolah," jawab Ayu menjelaskan agar Papa dia mengerti.


''Biar Papa yang urus asalkan Ayu mau pindah ikut Pap lagi, sebenarnya Papa tidak enak sama keluarga almarhum kakek, apa lagi kakek sekarang sudah tidak ada, Papa takut kamu menjadi tanggungan Nenek, Ayu kan tau sekarang Nenek tinggal sendiri Nenek juga sudah tua, karena itu Papa meminta Ayu ikut Papa lagi," ucap pak Pajar menyampaikan niat dia.


''Nanti ajalah Pa, biar Ayu pikirkan dulu bagai mana baiknya," jawab Ayu sambil memikirkan tawaran Papa dia.


''Ya elah masi mau mikir lagi," ujar pak Pajar merasa gemas melihat Ayu.


''iya dong Pa, Ayu gitu lo," jawab Ayu bercanda.


''Ya udah jangan lama-lama mikirnya," kata pak Pajar.


''Siap Papa ku sayang," jawab Ayu.


Mawar hanya jadi pendengar dari tadi, ia kesal mendengar perkataan suaminya juga Ayu, ia tidak suka kalau Ayu kembali tinggal bersama mereka, tapi Mawar tidak bisa berbuat apa-apa karena pak Pajar tidak bisa dibantah, semenjak anak mereka meninggal pak Pajar berubah perkataan dia tidak bisa dilawan dan keuangan merekapun sekarang pak Pajar kembali yang memegang, karena pak Pajar sudah tau kalau uang yang diberikan dia ke istrinya selama ini habis tidak ada ditabung.

__ADS_1


**


Hari ini di rumah almarhum pak Rahmat sedang sibuk, mereka mempersiapkan tujuh hari meninggalnya almarhum pak Rahmat.


Sedangkan Ayu, sibuk menghubungi Radit dari tadi, namun tidak dijawab Radit, semenjak kejadian mereka tertangkap oleh warga, Radit tidak bisa dihubungi, Ayu sangat gelisah ia coba berulang kali tetap saja tidak ada jawaban Ayu seakan tidak sanggup menghadapi masalah dia sendirian, ia yakin pak RT akan datang setelah tujuh hari almarhum kakeknya, dan mereka akan kembali disidang sementara Radit tidak bisa dihubungi.


Ayu pergi ke rumah Radit secara sembunyi-sembunyi agar tidak diketahui warga tapi rumah Radit sepi ia bertanya keterangan Radit mereka mengatakan kalau Radit bersama keluarganya sudah satu minggu tidak kelihatan kemungkinan mereka tidak berada di rumah, mendengar itu Ayu semakin gelisah Ayu mencoba mencari ke tempat temannya tapi tidak ada yang mengetahui dimana Radit saat ini, Ayu kembali pulang ke rumah dengan wajah lesu Sesampainya ia di rumah ia kena marah.


''Dari mana saja kau udah tau disini mau ada acara malah keluyuran tidak jelas bukannya bantuin?" tanya Ria dengan nada marah.


''Maaf bude," jawab Ayu ketakutan.


''Sudah-sudah sini bantu nenek kerjakan ini," ujar bu Aini.


''Kalian selalu membela dia itu sebabnya dia semakin menjadi-jadi bisa-bisanya dia pergi padahal disini lagi reput," kata Dia protes.


**


''Sudah Yu, iklas kan kepergian kakek, kakek sudah terang di surga jangan sedih lagi ya," kata Rido sambil mengelus kepala Ayu ia mencoba menenangkan Ayu agar tidak bersedih lagi.


Dari hari meninggalnya pak Rahmat Ayu terus melamun dan kelihatan sangat sedih, Rido berpikir Ayu sedih karena meninggalnya almarhum pak Rahmat.


Tanpa Rido tau bukan itu saja yang membuat Ayu sering melamun dan sedih masih ada lagi persoalan yang lebih serius.


''Yu besok abang balik ke kota, abang harap Ayu konsentrasi belajarnya biar Ayu lulus, setelah Ayu lulus Ayu ikut abang ke jakarta Ayu kuliah di sana sama abang." Kata Rido, ia terus berkata walau Ayu tidak menjawab sama sekali.


"Ya udah abang keluar Ayu tidur ya sudah tengah malam," ucap Rido sambil mengelus kepala Ayu dengan kasih sayang, Ayu menganggukkan kepala dia.


Pagi ini, semua orang sarapan di meja makan dengan tenang hanya Ayu yang tidak tenang.


"Jadi Rido balik ke kota hari ini"tanya papa dia.

__ADS_1


''Jadi Pa," jawab Rido.


''Berangkat jam berapa?"tanya Rio kembali.


"Habis sarapan Pa," jawab Rido singkat


''kakak juga hari ini pulang," kata Ria memberitahu.


''Kok cepat pulangnya kak?" tanya Rio protes.


"Anak anak sudah terlalu lama liburnya, abangmu juga tidak tidak ada yang ngurus sudah dari kemarin dia nyuruh kakak pulang," jawab Ria menjelaskan.


''Anak kakak sudah pada gadis masih saja diurusi, anak segitu sudah bisa urus sendiri," ujar Rio merasa heran.


''Iya seharusnya, tapi kenyataannya tidak bisa," jawab Ria jujur.


''Itu karena kakak yang memanjakan mereka," kata Rio.


"Bukan kakak tapi papanya yang memanjakan mereka kalau kakak marahi ujung-ujungnya Kaka yang bertengkar sama abang mu karena itu kakak biarin sudah meles kakak bertengkar," jawab Ria memberitahu.


"Bude jam berapa pulangnya? kalau Rido habis sarapan berangkat, kalau bude pagi ini juga pulangnya biar kita berangkat sama," tanya Rido.


''Bude pulang agak siangan, soalnya bude belum berkemas Rido pulang duluan saja," jawab Ria.


Rio pun mengantarkan Rido ke stasiun, tinggallah Ria dan Rini juga Ayu juga bu Aini tinggal di rumah mereka membereskan rumah karena masih berantakan sedang asik mereka bekerja, ada suara orang dari luar mengucap salam. "Assalamualaikum," kata orang yang dari luar kemungkinan orang itu rame.


💟💟💟💟💟💟💟💟💟💟


Hai pembaca setia AYU YG MALANG. dukung.


terus ya cerita nya, dengan cara like dibawah ini, 👃👃

__ADS_1


__ADS_2