
Saat ini mereka perjalanan pulang.
''Ma, kita cari makan ya, papa sudah lapar,'' kata pak Pajar.
''Ya pa, mama juga sudah lapar,'' jawab bu Lia.
Pak Pajar membelokkan mobilnya ke rumah makan di pinggir jalan, setelah pak Pajar memarkirkan mobil, mereka masuk ke dalam rumah makan itu, setelah mereka duduk mereka memesan makanan masing-masing sesuai selera mereka, setelah makanan datang mereka makan, setelahnya pak Pajar membayar makanan mereka, setelah selesai mereka keluar dari rumah makan itu. Sesampainya mereka diluar bu Lia melihat penjual buah Durian di sebrang jalan, ia sangat menyukai buah Durian, ia ingin membeli buah durian itu.
''Itu penjual buah Durian pa,'' kata bu Lia sambil menunjuk buah Durian banyak di jual di seberang jalan.
''Iya ma,'' kata pak Pajar menjawab perkataan istrinya.
''Kita beli ya pa,'' ujar bu Lia mengajak suaminya membeli buah Durian.
''Ayok,''jawab pak Pajar, tiba-tiba Ayu kebelet pipis, lalu Ayu memberitahu mama dia
''Ma, Ayu mau pipis,'' kata Ayu sambil menarik-narik baju mamanya, ia sudah gelisah.
''Papa saja yang temani Ayu ya, mama yang membeli buah Duriannya, papakan tidak tau milih buah Durian mana yang enak,'' ucap bu Lia.
''Ya sudah papa ngalah,'' jawab pak Pajar.
Ayu pergi ke kamar mandi ditemani pak Pajar, setelah selesai pak Pajar dan Ayu bergegas menyusul bu Lia, sesampainya mereka di tempat penjual buah Durian, mereka tidak menemukan bu Lia.
Mereka berdua mencari bu Lia, saat mereka mencari bu Lia, pak Pajar melihat banyak orang-orang berkerumun di pinggir jalan, pak Pajar penasaran mengapa orang-orang berkerumunan, lalu pak Pajar bertanya ke salah satu orang yang berkerumun itu, untuk menghilangkan rasa penasaran dia.
''Permisi, ada apa ya pak kok rame?'' kata pak Pajar ke salah satu orang yang berkerumun itu.
''Ada tabrak lari pak,'' jawab orang yang itu.
''Korbannya mana pak?'' kata pak Pajar karena penasaran.
__ADS_1
''Sudah dibawa ke rumah sakit terdekat pak,'' jawab warga itu.
Pak Pajar mencari bu Lia lagi, entah kenapa pikiran dia jadi cemas, ia takut kalau istri dialah yang ke kecelakaan itu, lalu ia kembali ke mobil sambil menggendong Ayu, sesampainya ia di mobil, ia tidak menemukan bu Lia, lalu ia mengambil ponsel dia, ia menghubungi bu Lia, ia mendengar suara ponsel bu Lia sangat dekat, lalu ia mencari ponsel bu Lia, setelah beberapa saat ia mencari, ia melihat ponsel bu Lia di kursi penumpang.
''Ayu sini bentar ya, papa kesana mau nanya mana tau mereka melihat mama,'' kata pak Pajar sambil menunjuk ke arah orang yang masih berkerumunan di sana.
"Ya, tapi jangan lama-lama pa,''jawab Ayu.
Pak Pajar menganggukkan kepala menjawab perkataan Ayu, pak Pajar pergi mendatangi orang-orang yang masih berkerumunan yang ada disitu, lalu ia bertanya ke salah satu warga yang di tanyai nya tadi.
''Pak! korban tabrak lari tadi laki-laki atau perempuan ya?'' kata pak Pajar ke orang yang ditanya dia tadi.
''Perempuan pak, umurnya sekitar tiga puluhan lebih gitu,'' jawab warga.
''kalau boleh tau pakai baju warna apa bapak lihat?'' kata pak Pajar lagi.
''Warna putih celana hitam, memang kenapa bapak nanya-nanya, apa yang kecelakaan itu keluarga bapak,'' ujar warga yang penasaran ke napa pak Pajar bertanya terus.
''Istri saya tadi saya tinggal disini, tapi sekarang tidak ada entah kemana dia,'' jawab pak Pajar.
''Ponsel dia tinggal di mobil,'' jawab pak Pajar.
''Kalau begitu bapak datangi saja ke rumah sakit untuk memastikan apakah itu istri bapak atau bukan,'' saran warga itu.
''Ya sudah saya permisi maaf mengganggu waktunya,'' kata pak Pajar.
''Ya pak,'' jawan warga itu.
Pak Pajar berjalan ke mobil dia, pikirannya saat ini sedang kacau, sesaat kemudian ia teringat sesuatu, ia kembali lagi mendatangi warga yang di tanyai dia tadi, ia lupa menanyakan alamat rumah sakit tempat orang yang ke kecelakaan tadi.
''Pak maaf mengganggu lagi, mau nanya orang yang kecelakaan tadi di bawa ke rumah sakit mana ya?'' kata pak Pajar bertanya lagi.
__ADS_1
''Kerumah sakit xxxx pak,'' jawab warga.
''Terimakasih pak, sudah mau memberitahu saya,'' ujar pak Pajar.
Pak Pajar bergegas kembali ke mobil, lalu ia pergi ke rumah sakit. Setelah ia sampai rumah sakit, ia bertanya ke salah satu perawat, setelah ia bertanya, ia diantar perawat kesalah satu ke kamar tempat orang yang kecelakaan itu, sesampainya ia di depan pintu ruangan itu, ia melihat ada beberapa polisi di pintu, ia berdoa kalau yang kecelakaan itu bukan istri dia, walau dari ciri-ciri yang ia dengar dari warga yang melihat, itu adalah ciri-ciri istrinya, ia tidak memperdulikan polisi, ia langsung masuk kedalam.
Setibanya ia didalam, ia melihat bu Lia terlentang kaku, ia melihat dokter dan perawat membersihkan darah ditubuh bu Lia.
Pa, itu mama,'' kata Ayu sambil menunjuk bu Lia.
Pak Pajar yang masih melamun tersadar dari lamunannya, mendengar suara Ayu yang dari tadi ada di gendongan dia, pak Pajar hanya menganggukkan kepala dia menjawab perkataan Ayu, lalu ia bertanya ke dokter.
''Bagai mana keadaan Istri saya dok?'' kata pak Pajar.
''Yang sabar ya pak, Istri bapak sudah meninggal,'' kata Dokter.
Dunia pak Pajar seakan runtuh mendengar apa yang di sampaikan dokter.
Pak Pajar mendekati bu Lia, ia mendudukkan Ayu disamping istrinya, lalu ia mengambil tangan istrinya dan cium tangan istrinya sambil menangis, ia tidak hanya mencium tangan istrinya saja, ia juga mencium kening pipi kiri pipi kanan mata hidung hidung bibir ia mencium seluruh wajar istrinya, lalu ia mendekatkan dirinya ke telinga Istrinya.
''Selamat jalan ma, Papa iklas melepas mama pergi lebih dulu tunggu papa di surga,'' kata pak Pajar sambil memeluk bu Lia, ia menumpahkan kesedihan dia.
''Pa, mama jangan diganggu, mama lagi tidur nyenyak kasihan mama nanti mama bangun,'' kata Ayu ke pak Pajar, Ayu belum mengerti kalau mamanya sudah meninggal, mendengar perkataan Ayu pak Pajar semakin sedih, lalu ia memeluk Ayu sambil menangis.
''Pak, maaf jenazah Istri bapak kami bersihkan lebih dulu, biar bisa cepat di bawa pulang,'' kata perawat.
Dengan terpaksa pak Pajar menyingkir dari tempat istrinya, lalu ia duduk di kursi yang ada di ruangan itu, selama menunggu ia banyak melamun, ia merasa bermimpi dengan kejadian ini, tiba-tiba ada yang menghapus air mata dia, lalu ia menoleh ke samping dilihat dia Ayu yang menghapus air matanya, Ayu juga ikut nangis, melihat sikap Ayu, ia menghentikan tangisnya.
''Aku tidak boleh sedih lagi, aku harus iklas kasihan anak ku,'' kata pak Pajar dalam hati.
ππππππππππ
__ADS_1
Hai para pembaca setia AYU YG MALANG.
ikuti terus cerita nya, dan jangan lupa dukung juga dengan cara beri like dan komen dibawah iniππππ