
"Pa, Ayu pergi Ayu pasti sangat merindukan papa." Ucap Ayu.
''Iya nak, papa juga pasti sangat merindukan Ayu, tunggu papa menjemputmu." Ujar pak Pajar. Ayu menganggukkan kepala dia tanda setuju.
Setelah selesai berpamitan Ayu dengan Udin berangkat, mereka berangkat naik mobil pak Pajar.
Sesampainya Ayu dikediaman pak Rahmat, Ayu di sambut hangat oleh mereka bukan hanya pak Rahmat dan istri saja yang menyambut Ayu, anak dan menantu juga cucu pak Rahmat ikut menyambut, Ria yang beda kota dengan mereka sengaja pulang kampung untuk menyambut Ayu.
Ria yang dulu memberi tahu ke adiknya ya itu almarhum bu Lia tentang Ayu dan menyuruh adiknya mengangkat Ayu, Ria adalah menantu pak Maksum dan bu Salma tetangga Ayu yang pertama menolong Ayu.
Mereka semua sudah merindukan Ayu, semenjak almarhum bu Lia meninggal mereka belum pernah berjumpa lagi dengan Ayu, hanya pak Rahmat yang pernah jumpa sewaktu pernikahan pak Pajar.
Mereka sudah dari tadi menunggu Ayu, apa lagi Rido anak Rio, dia yang paling antusias menyambut ia sampai tidak mau di ajak teman dia bermain karena menunggu Ayu.
__ADS_1
Melihat mereka begitu gembira menyambut dirinya Ayu melupakan kesedihan dia sejenak, yang sedih karena berpisah dengan papa angkat dia.
Pak Rahmat mempunyai tiga orang anak satu anak, anak laki-laki satu anak perempuan dua, anak pertama adalah Ria yang tinggal di tempat asal suami dia Ria punya anak tiga perempuan semua, anak ke dua almarhum bu Lia ibu angkat Ayu bu Lia tidak punya anak Ayu anak mereka anak angkat, anak ketiga Rio yang tinggal bersebelahan dengan rumah pak Rahmat Rio punya anak satu laki-laki yang bernama Rido.
Malam Hari mereka berkumpul bersama, mereka semua sangat gembira bercerita dan bercanda, Ayu sangat senang melihat keluarga pak Rahmat keluarga yang hangat sama seperti keluarga dia dulu sebelum orang tua dia meninggal dan seperti keluarga angkat dia sebelum almarhum bu Lia meninggal.
Sedang asik mereka bercerita pak Pajar menelepon dengan malas-malasan pak Rahmat mengangkat, karena pak Rahmat mereda pak Pajar sudah berubah semenjak menikah lagi, pak Pajar tidak pernah berkunjung lagi juga tidak pernah memberi kabar kemarin baru menghubungi karena ingin menyerahkan Ayu ke dia, padahal sebelum menikah lagi pak Pajar sangat rajin berkunjung juga rajin menghubungi pak Pajar yang paling baik di antara semua menantu pak Rahmat dulunya tapi sekarang jangankan berkunjung memberi kabar saja sudah tidak pernah. Bahkan mengantar Ayu saja orang lain yang di suruh pak Rahmat kecewa dengan sikap pak Pajar, ia menganggap pak Pajar tidak lagi menghargai dia sebagai orang tua almarhum istri pertama dia.
"Wa,alaikumsalam!" Jawab pak Rahmat.
"Ayu sudah sampai pak?" Kata pak Pajar basa basi padahal ia tau kalau Ayu sudah sampai dari si Udin yang mengantar Ayu.
''Sudah." Jawab pak Rahmat singkat.
__ADS_1
"Alhamdulilah, sukur kalau Ayu sudah sampai dengan selamat, aku hanya ingin menitipkan Ayu ke bapak untuk sementara waktu sampai istri ku melahirkan, aku juga minta maaf ke bapak kalau aku tidak bisa mengantar Ayu, karena kondisi istriku saat ini tidak bisa ditinggal sebab itu aku tidak bisa mengantar Ayu." Ujar pak Pajar panjang lebar menjelaskan.
"Tidak perlu meminta maaf, bapak mengerti dengan kondisi mu saat ini, Ayu disini bukan sama siapa, dia disini sama kakek dan nenek dia, sudah sepantasnya Ayu tinggal dirumah kakek dan nenek dia, kalau orang tua Ayu tidak bisa merawat dia saat ini kemarin sewaktu menghubungi bapak kamu sudah mengatakannya seharusnya kamu tidak lagi mengatakan untuk yang ke dua kalinya." Kata pak Rahmat sengaja menyindir pak Pajar.
Mendengar mertuanya berbicara seperti itu, pak Pajar tau kalau mertua dia marah, pak Pajar semakin tidak enak hati karena ia merasa tersindir dengan perkataan mantan mertuanya itu, tapi pak Pajar tidak bisa berbuat apa-apa karena sudah terlanjur terjadi.
"Ayu gimana pak? apa dia masih bersedih." Ujar pak Pajar mengalihkan pembicaraan.
πππππππ
Hai pembaca cerita AYU YG MALANG ikuti terus ya jangan lupa beri dukungan nya,
dengan cara like dan komen dibawah iniππ
__ADS_1