
Pagi ini mereka sarapan bersama Pak Pajar berusaha bicara kepada Ayu, namun Ayu tidak mau menjawab.
''Ayu mau sarapan apa? biar Papa ambilkan," kata pak Pajar namun Ayu tetap diam, pak Pajar sedih melihat anak dia diam saja.
''Kalau ditanya dijawab, cucu kakek itukan pintar kalau orang pintar tidak boleh sombong nanti cantiknya hilang," ujar pak Rahmat mencairkan suasana, agar tidak terlalu tegang.
''Ayu ambil sarapan sendiri," jawab Ayu, barulah ia mengeluarkan suaranya setelah pak Rahmat menegur dia, pak Pajar sedang karena Ayu sudah mau bicara lalu ia berkata,
"Oh Anak Papa sudah besar rupanya, sudah bisa ambil sendiri kok Papa bisa lupa ya, kirain masih kecil," kata pak Pajar bercanda, ia sangat senang karena Ayu menjawab perkataannya semoga ini awal kebaikan antara ia dan Ayu walau bicara sedikit ia sudah lega.
''Oh ya ini hari minggu kita pergi ke pantai yok," ajak pak Rahmat, ia memberi saran berharap dengan berlibur bersama Ayu dan Papa dia bisa kembali akrab sama seperti dulu sebelum Ayu tinggal bersama mereka.
''Wah itu ide bagus kalau begitu mari kita berkemas Ayu ikutkan?" ujar pak Pajar, pak Pajar berusaha bicara ke Ayu, ia sangat senang dengan ide pak Rahmat agar dia bisa lebih dekat dengan Ayu.
Ayu hanya menganggukkan kepala dia, tanda ia setuju, Ayu masih takut atau sungkan bicara kepada Papa dia.
Mereka pergi ke pantai yang tidak jauh dari kampung mereka, semua orang yang di rumah pak Rahmat ikut termasuk Rio merasa keluarganya, mereka manggang-manggang ayam juga ikan mereka semua sangat bahagia menikmati liburan mereka kali ini, sudah lama mereka tidak pernah berlibur semenjak meninggalnya almarhum bu Lia, sebab almarhum bu Lia yang rajin membawa mereka berlibur semasa hidupnya tapi kali ini pak Rahmat yang mengajak mereka sengaja ingin mengenang saat-saat bersama mereka sewaktu almarhum bu Lia masih hidup.
Apa lagi saat ini pak Pajar ikut membuat pak Rahmat semakin teringat saat mereka berlibur waktu almarhum anaknya masih ada, karena pak Pajar yang membawa mereka dahulunya, memang selama jadi menantunya dahulu pak Pajar sangat baik ke mereka tidak pernah mereka tersinggung dengan ucapan dan perbuatan pak Pajar, dialah menantunya yang paling baik waktu itu, pak Rahmat baru tersinggung sewaktu pak Pajar sudah menikah lagi mungkin karena istri pak Pajar yang sekarang kurang baik, pikir pak Rahmat, itu yang membuat pak Rahmat memaafkan pak Pajar.
Sedangkan Ayu dan Rido mereka asik bermain di pasir mereka membuat istana-istana dari pasir sedang asik bermain tiba-tiba Ayu menangis membuat Rido bingung Rido berusaha membujuk Ayu agar diam, bukan nya diam Ayu semakin nangis malah Ayu sudah bergetar Rido ketakutan melihat Ayu seperti itu, ia buru-buru memanggil ibunya.
''Maaa, sini lihat Ayu!" kata Rido dengan suara jeritan dia, Rini terkejut mendengar suara Rido, Rini segera datang.
''Loh kenapa Ayu?" ucap Rini, karena melihat Ayu seperti itu.
__ADS_1
''Tidak tau Ma, tiba-tiba dia nangis terus jadi seperti ini," jawab Rido.
''Yu, Yu, Yu," ucap Rini sambil menepuk-nepuk pipi Ayu, tapi Ayu tidak bicara ia semakin bergetar, Rini ketakutan lalu memanggil suaminya.
''Paaaa, sini lihat Ayu!" ucap Rini memanggil Rio, Rio segera datang.
''Kenapa Ayu ma?" tanya Rio.
''Tidak tau pa coba panggil sayang lain aku takut dengan keadaan Ayu," jawab Rini, Rio memanggil mereka semua, sesampainya mereka Ayu sudah pingsan, pak Pajar langsung menggendong Ayu ia membawa Ayu ke mobil diikuti yang lain dari belakang.
**
Saat ini mereka sudah di rumah sakit terdekat mereka menunggu diluar karena dokter sedang memeriksa keadaan Ayu.
Setelah beberapa saat dokter keluar dan menyuruh orang tuanya keruangan dokter, ia ingin menjelaskan apa penyebab Ayu seperti itu, pak Pajar dan pak Rahmat yang pergi keruangan dokter yang lain menunggu Ayu sadar.
''Begini ada yang saya akan jelaskan ke bapak mengenai kondisi anak bapak, anak bapak mengalami gejala PTSD," kata Dokter menjelaskan secara rinci.
''Penyakit apa itu dok? soalnya kami tidak mengerti," ucap pak Pajar tidak tau.
''PTSD itu kepanjangan dari Post Traumatic Stress Disorder atau biasa disebut PTSD, kondisi masalah mental yang terjadi di sebabkan seseorang mengalami kejadian traumatis, penyebabnya ialah pelecehan seksual, mengalami kekerasan Fisik, kecelakaan, itu yang membuat anak bapak seperti itu ini kalau tidak cepat diobati itu berbahaya saran saya hindari tempat-tempat yang membuat dia trauma juga jangan kasih dia tertekan jangan memaksa dia kalau ia sudah tidak mau," jawab dokter menjelaskan panjang lebar.
''Tapi Anak saya tidak pernah mengalami seperti yang dokter katakan," kata pak Pajar.
''Coba bapak ingat-ingat mungkin bapak lupa," kata dokter.
__ADS_1
''Tapi dia pernah pergi ke pantai setelah pulang dari pantai ibunya meninggal apa itu mungkin penyebabnya dok?" kata pak Rahmat menimpali.
''Bisa jadi apa kalian pernah membawa Ayu berlibur ke pantai setelah ke jadian itu?" tanya dokter.
''Tidak dok baru tadi kami bawa terus jadi seperti ini," ujar pak Pajar.
''Hindari pergi ke pantai untuk sementara sampai dia sembuh,''kata Dokter.
''Iya dok," jawab pak Pajar.
Mereka pulang sesampai dari rumah sakit hari itu juga karena Ayu sudah diperbolehkan pulang tapi harus terus kontrol ke rumah sakit, mereka beristirahat karena mereka kelelahan pulang dari pantai terus ke rumah sakit tidak ada beristirahat sesampainya di rumah baru beristirahatlah, baru beberapa saat pak Pajar meletakkan badannya di kasur suara hp dia berbunga tanda ada yang menghubungi, ia melihat yang menghubungi istrinya ia segera mengangkat.
''Halo, assalamualaikum," jawab pak Pajar.
''Halo pa, kapan papa pulang?",kata Mawar bukan menjawab salam pak Pajar malah balik bertanya.
''Belum tau ma, nanti papa kabari kalau Papa sudah mau pulang,'' jawab pak Pajar
''Kok gitu sih pa, apa papa tidak mikirin kami disini, papa lebih mementingkan anak angkat papa itu, ia itu tidak ada ikatan darah sama kita," ucap Mawar dengan nada marah.
''Apa maksud mama bicara seperti itu apa mama tidak sadar dengan pembicaraan mama, asal mama tau kita saat ini sedang ditegur Tuhan itu sebabnya anak kita meninggal sampai dua kali kita kena karma karena kita sudah membuang Ayu," ucap pak Pajar setelah itu ia mematikan hp dia tanpa mendengar jawaban Mawar.
Pak Rahmat berusaha berbicara ke Ayu tentang niat pak Pajar yang ingin mengambil Ayu kembali.
💟💟💟💟💟💟💟💟💟
__ADS_1
Hai teman teman semua yg mendukung cerita, AYU YG MALANG. ikuti terus ya jangan
lupa like dan komen dibawah ini ya 👃👃