
Rido terus merenung memikirkan mimpi dia semalam," Apa maksudnya mimpiku semalam ya, kenapa aku bisa mimpi anak itu sampai dua kali, kenapa pula anak itu memanggil aku papa, apa Ayu hamil dan melahirkan anakku, masak iya cuma satu kali melakukannya langsung jadi, kalau memang Ayu hamil anakku kenapa dia malah pergi meninggalkan aku," gumam Rido bicara sendiri diruang kerjanya, ia tidak fokus bekerja karena mimpi dia semalam.
Rido membuka ponsel dia dan mencari tau, apa bisa orang hamil hanya melakukan sekali saja, setelah ia mengetahui kalau melakukan hubungan suami istri itu, bisa jadi hanya sekali kalau perempuan itu dalam masa subur.
"Apa kamu hamil anak abang Yu, kalau memang Ayu hamil anakku, pasti sekarang dia sudah lahir," kata hati Rido, sedang sibuk memikirkan mimpi dia, suara dering ponsel Rido berbunyi tanda ada yang menghubungi, lalu Rido melihat siapa yang menghubungi dia, ia melihat papa dia yang menghubungi, lalu Rido segera mengangkat.
"Halo assalamualaikum pa," ucap Rido setelah mengangkat telepon dari papa dia.
"Wa, allaikumsalam, Do gimana keadaan istrimu?" Rio ingin mengetahui keadaan menantu dia.
"Alhamdulillah sudah sehat pa," jawab Rido.
"Papa minta tolong sama kamu, suruh mama pulang kalau istrimu sudah bisa ditinggal, papa kerepotan tiap ada masak mana lagi papa kerja," ujar Rio karena ia tidak ada yang mengurus dia.
"Iya pa, nanti Rido coba ngomong sama mama," jawab Rido.
"Ya, makasih sudah mau bantu papa bicara ke mama, dari kemarin papa sudah menyuruh mama pulang, tapi mama menolak katanya takut istrimu sakit kalau ditinggal," ucap Rio.
"Loh mama sendiri yang tidak mau pulang, Rido sudah sering kasih tau mama, kalau papa tidak ada yang ngurus, mama bilang kalau papa yang menyuruh mama tetap tinggal di rumahku," jawab Rido.
"Mamamu itu terlalu bersemangat mau punya cucu jadi dia seperti itu, papa yang disini tidak ada mengurusi," kata Rio.
__ADS_1
"Ya sudah nanti Rido suruh mama pulang," jawab Rido.
**
Malam harinya saat Rido menonton televisi bersama Ika, kebetulan Rini datang dan bergabung bersama mereka, Rido melihat mama dia teringat pesan papa dia, lalu Rido berkata,
"Ma, besok mama pulang ya, kasihan papa tidak ada yang mengurusi dia," kata Rido memulai pembicaraan dia.
"Kamu ngusir mama," ujar Rini, ia sedih mendengar perkataan anaknya.
"Bukan ma, aku cuma kuatir dengan papa disana tidak ada yang menemani, papa sudah tua, papa bekerja pasti dia capek sampai rumah harus masak dulu baru makan," ujar Rido agar mama dia mengerti.
"Papa gak mungkin minta terus sama bude ma, mama dah lama tinggal disini, Ika juga sudah bisa beraktivitas seperti biasa, lagian disini ada pembantu teman Ika," nasehat Rido.
"Kamu tega sama mama, mama itu nemani istrimu disini, bukannya berterima kasih malah ngusir mama hiks..hiks.. hiks," ujar Rini, Rido jadi serba salah.
"Sudah bang, biarkan mama tinggal disini kalau sudah mama bosan pasti dia pulang, jangan bikin mama sedih," kata Ika sok bijak, padahal ia senang Rini dirumah dia karena Rini memanjakan dia, Ika tidak diperbolehkan bekerja, bahkan mengasuh Diba saja kebanyakan Rini yang mengasuh, itu yang membuat Ika suka Rini tinggal dirumah mereka.
"Terserah mama saja, kalau mama mau tinggal disini ya sudah, tapi jangan salahkan kalau papa disana nantinya Kenapa-napa," ujar Rido lalu ia bangun dari duduk dia pergi kekamar untuk menghilangkan rasa marah dia melihat sikap mamanya.
Melihat suaminya pergi lalu Ika juga bangun dari duduk dia dan ikut dengan suami dia.
__ADS_1
**
Hari berlalu tidak terasa usia anak Ayu sudah lapan bukan, Adnan semakin besar semakin mirip dengan Rido, sementara Adena mirip Ayu.
Dokter Paujan semangkin sering berkunjung kerumah Ayu, dia sering membawa berbagai hadiah untuk anak Ayu, walau Ayu menolak Dokter Paujan tetap memberikan mainan itu ke anak Ayu, Ayu sendiri tidak tau lagi harus bagai mana menolak pemberian dokter Paujan.
Setelah mengenal Ayu, Dokter Paujan semakin kagum dengan Ayu, ia melihat Ayu adalah wanita tangguh, Ayu bisa mengurus anak dia tanpa bantuan siapapun itu yang membuat dokter Paujan semakin kagum kepada Ayu.
Hari ini dokter Paujan kembali datang kerumah Ayu, seperti biasa dokter Paujan membawa mainan dan buah tangan untuk Ayu dan anak Ayu.
"Wah om datang lagi," ucap Leo setelah melihat dokter Paujan datang.
"Iya, om datang bawa ini untuk kalian," jawab Paujan, lalu ia memberikan mainan dan berbagai makanan ke Leo.
"Terimakasih om," ujar Leo, Leo begitu senang menerimanya.
Ayu melihat dokter Paujan datang, segera menghampiri.
"Dok, saya ingin bicara," ucap Ayu memulai pembicaraan.
"Iya silahkan," jawab dokter Paujan dengan santainya, sementara Ayu dari tadi memikirkan kata-kata yang diucapkan dia nantinya agar tidak menyinggung dokter Paujan.
__ADS_1