
Semua orang menunggu diluar ruangan pak Adi, saat ini dokter yang ada didalam ruangan pak Adi, memeriksa keadaan pak Adi, mereka semua cemas menunggu diluar, sementara itu bu Ati terus menangis, bu Ati merasa kuatir dengan keadaan suami dia, ia takut terjadi hal yang tidak diinginkan dengan suaminya, sementara itu Ika juga terus menangis dan bersandar di dada suami dia, ingin rasanya Rido menyingkirkan Ika dari sisi dia, tapi ia tidak mungkin melakukan itu didepan orang banyak.
Sedangkan Rini sibuk menggendong Diba, Diba dari tadi sudah rewel mungkin dia haus, tapi melihat Ika yang kelihatan tidak baik-baik saja Rini tidak tega memberikan Diba ke Ika, sementara itu Parel terus mondar-mandir di depan pintu ruangan pak Adi, ia begitu cemas dengan kondisi bapak dia.
Selang beberapa saat dokter keluar dari ruangan pak Adi dengan wajah lesu, Parel segara bertanya,
"Bagai mana keadaan bapak saya dok?" tanya Parel dengan penuh kekuatiran.
"Maaf kami sudah melakukan yang terbaik untuk menyelamatkan bapak anda, tapi Tuhan berkehendak lain," jawab Dokter.
"Maksudnya bapak saya meninggal dok," tanya Parel memastikan.
"Iya, kalian yang sabar ya," jawab dokter.
Parel lemas mendengar kata dokter, sedangkan bu Ati segera berlari masuk keruangan almarhum pak Adi, bu Ati memeluk suami dia yang sudah tidak bernyawa lagi sambil menangis histeris, Parel mengikuti ibu dia dari belakang, ia mencoba menenangkan ibu Ati, sementara itu, Ika semangkin memeluk Rido ia menangis di pelukan Rido, Rido mencoba menenangkan Ika, walau ia sebenarnya risih dipeluk Ika, tapi karena melihat Ika begitu terpukul dengan kepergian bapak dia, Rido memakluminya.
Sedangkan Rini menghubungi suami dia, mengabari dan menyuruh suami dia datang.
"Assalamualaikum ma," kata Rio setelah mengangkat telepon dari istri dia.
__ADS_1
"Wa, allaikumsalam pa, papa datang kemari kerumah almarhum pak Adi, dia sudah meninggal," jawab Rini sekalian memberitahu.
"Innalillahiwainalillahirojiun, kapan meninggalnya kok mama bisa tau pak Adi meninggal?" tanya Rio.
"Baru saja pa, pak Adi meninggal, kami sekarang masih dirumah sakit, almarhum pak Adi belum dia bawa pulang," jawab Rini, Rio bingung mengapa istri dia bisa kesana," Mungkin Rido pergi menjenguk lalu istri dia ikut,"pikir Rio, Rio belum tau kalau Rido sudah menikah dengan Ika.
"Papa datang kemari kabari juga mas Pajar juga mbak Ria biar mereka ikut melayat," ujar Rini.
"Kirim salam, saja keluarga mereka terutama bu Ati dan Parel, papa tidak perlu kesana kan mama sudah ada disitu," jawab Rio.
"Tidak enak pa, kalau papa tidak datang," ujar Rini, lalu Rini menceritakan Rido sudah menikah dengan Ika, Rini juga menceritakan bagai mana bisa Rido sampai menikah dengan Ika.
"Ya sudah papa kesana, papa kasih tau dulu sama mas Pajar dan kak Rio," jawab Rio.
"Iya pa, tapi jangan terlalu lama papa datang biar sempat lihat pemakaman almarhum pak Adi," ujar Rini.
"Iya, papa usahain cepat sampai," jawab Rio.
"Ya sudah mama tutup teleponnya, assalamualaikum," ucap Rini.
__ADS_1
"Wa, allaikumsalam, ya ma," jawab Rio, telepon terputus.
**
Rio pergi kerumah pak Pajar mengabari mereka, sekalian mengajak mereka pergi melayat tempat almarhum pak Adi.
"Kamu saja yang pergi mas sibuk banyak kerjaan mas," ucap pak Pajar menolak, saat Rio mengajak mereka, pak Pajar sakit hati mendengar Rido menikahi Ika, ia sengaja menolak karena tidak sanggup melihat Rido bersama Ika, ia kecewa teramat sangat pada Rido, bukannya mencari Ayu malah menikah dengan Ika, begitu tega dia menikah lagi sementara anakku tidak tau dimana keberadaan dia, pikir pak Pajar.
"Baiklah kalau mas tidak bisa ikut, aku pergi sendiri saja," ujar Rio.
"Kakak ikut Yo, mas mu sudah tidak bisa ikut, biar kakak yang mewakili mas mu, kita tidak enak sama keluarga mereka kalau kami tidak ada yang datang, sekarang mereka sudah jadi keluarga kita juga karena Rido sudah menikah dengan Ika," kata Ria.
"Ya sudah kakak berkemas, aku juga bersiap biar kita sempat lihat almarhum pak Adi," jawab Rio.
Setelah Rio dan Ria selesai berkemas mereka pun pergi tinggal pak Pajar dirumah sendirian, ia merenung memikirkan Ayu dimana saat ini berada.
"Dimana kamu saat ini nak, papa sangat merindukanmu, papa tidak tau lagi harus kemana mengadukan kesedihan papa karena Ayu tinggalkan, Rido sudah menikah lagi, papa sakit mendengar dia sudah menikah lagi, papa sendiri nak papa tidak bisa menerima Rido menikah lagi," ucap pak Pajar bicara sendiri.
"Apa sakit yang aku rasakan saat mendengar Rido menikah lagi, begitu juga yang dirasakan almarhum bapak Rahmat saat aku menikah dengan Mawar, apa ini adalah karma yang harus aku terima," ucap pak Pajar lagi, ia mengingat saat ia menikah dengan Mawar, ia menikah saat almarhum istri pertama dia baru meninggal tiga bulan lamanya, mengingat itu dada pak Pajar kembali sesak.
__ADS_1
"Aku sakit hati ke Rido karena dia menikah lagi, jadi bagaimana dengan diriku, aku lebih parah baru tiga bulan almarhum Lia meninggal aku sudah menikah lagi," ucap pak Pajar lagi bicara sendiri.