
Pagi harinya Rido terbangun mendengar suara orang sedang berbincang di luar kamar Parel, ia melihat ke samping Parel sudah tidak ada di sampingnya bertanda Parel sudah bangun.
''Jam berapa sih ini, tumben Parel cepat bangun biasanya dia yang paling susah di bangunin,''ucap Rido bicara sendiri.
Rido bangun dari tidurnya ia melihat jam tangan dia, Rido terkejut melihat sudah Jam delapan pagi bertanda ia kesiangan.
"Awas kamu ya Rel, asem banget tidak mau bangunkan aku, jadi malu keluar di kirain aku pemalas, tidur di rumah orang bukannya cepat bangun malah ke siangan,'' Rido bicara sendiri.
Ia bangun dan mengintip dari balik pintu ia melihat pak Adi berbincang bersama beberapa orang ia melihat sudah ramai di rumah pak Adi menyiapkan pesta untuk pernikahan Ika besok, ada yang ia perhatikan salah satu pria yang masih muda didekat pak Adi ia seperti mengenali pria itu tapi ia lupa di mana ia mengenal pria itu, Rido mencoba mengingat-ingat siapa pria itu.
Setelah sekian lama ia mengingat Rido tidak mengingat siapa pria itu, ia mendengar pak Adi menyebut nama pria itu baru Rido mengetahui nama pria itu juga mengingat siapa pria itu.
''Kurang ajar rupanya dia, kenapa aku bisa tidak ingat padahal pak Adi semalam sudah menyebut namanya, ini tidak bisa dibiarin aku harus menghalangi Ayu bertemu dengan Radit sebelum Radit dan Ika menikah kalau tidak bisa goyah hati Radit menikahi Ika apa lagi melihat anaknya yang sangat tampan juga menggemaskan, tapi kalau aku keluar bajingan itu pasti mengenali diriku, gimana ini jangan sampai Ayu datang kemari aku harus menghalangi dia datang ke rumah ini aku harus pergi ke rumah Ayu,'' Ucap Rido bicara sendiri.
Setelah Rido menunggu beberapa saat Rido melihat Radit bersama pak Adi pergi entah ke mana naik sepeda motor, Rido segera keluar dari kamar ia buru-buru hentak pergi ke rumah Ayu tapi Parel menyapa dia.
''Sudah bangun rupanya, mau kemana?" Tanya Parel.
''Tidak ada mau jalan-jalan saja,''Bohong Rido menjawab.
"Sabar ya, walau dirimu tidak jadi adik ipar gua, gua tetap sayang kamu, jangan putus asa masih banyak perempuan diluar sana,'' Kata Parel dia bulat-bulat sesedih mungkin.
__ADS_1
''Dasar teman laknat,'' Ujar Rido lalu Rido pergi, Parel tertawa melihat Rido marah.
Sesampainya Rido dihalaman rumah, bu Ati memanggil Rido.
''Nak Rido, ibu minta tolong kamu susul Ayu kerumahnya sudah jam sembilan dia belum datang,'' Ujar bu Ati.
''Iya bu, aku kesana,''Jawab Rido, lalu Rido pergi naik sepeda motor Parel, di tengah jalan hp Rido berbunyi tanda ada yang menghubungi lalu Rido mengangkat.
''Halo assalamualaikum,'' Jawab Rido tanpa melihat siapa yang menghubungi karena buru-buru mau ke rumah Ayu.
''Wa, alaikumsalam nak, kami sudah dalam perjalanan,'' Ucap Rio di sebrang sana.
''Papa mau pergi kemana?" Tanya Rido.
Perkataan papanya membuat Rido terkejut ia baru ingat belum mengabari keluarga dia kalau dia tidak jadi menikah.
''Astaga, kok aku lupa ya,'' Rido bicara sendi, seketika ada ide di kepala dia.
''Iya pa aku lupa hehehe,''Jawab Rido.
"Mikir apa saja kamu sampai lupa?" Tanya Rio.
__ADS_1
''Tidak ada pa,'' Jawab Rido.
''Jangan bilang kamu mikir malam pertama gimana caranya,''Canda Rio.
''Apaan sih papa, ya sudah Rido dijalan ini, hati-hati di jalan pa, assalamualaikum,''Kata Rido.
''Wa, alaikumsalam,'' Jawab Rio telepon terputus.
Rido sampai di rumah Ayu ia melihat Ayu sudah di halaman rumahnya mau pergi bersama Leo.
''Om kami mau pergi ke rumah kakek,'' Kata Leo.
''Leo, om pinjem mama sebentar ya,'' Ujar Rido, Leo menganggukkan kepalanya tanda setuju.
''Ayo Yu, ada yang mau abang bicarakan sama kamu,''Ucap Rido.
''Abang mau bicara apa?" Tanya Ayu setelah mereka di duduk di kursi dalam rumah.
''Yu, kamu tau kan nenek punya penyakit jantung, nenek sangat menginginkan abang segera menikah, ia sangat bahagia saat abang sampakan abang akan menikah, nenek terlihat semakin membaik setelah mendengar abang mau menikah, saat ini mereka dalam perjalanan ke kemari, abang lupa mengabari mereka bahwa abang tidak jadi menikah, abang baru ingat setelah papa menghubungi abang tadi,''Jawab Rido.
''Jadi apa abang sudah memberi tau mereka saat pak Lek menghubungi tadi,'' Tanya Ayu.
__ADS_1
''Tidak, abang takut kalau abang mengatakannya, penyakit jantung nenek kambuh abang takut kalau nenek kenapa-kenapa, dari itu abang ingin kita menikah maukah kamu menerima abang sebagai suami kamu,''Tanya Rido.
''