
Ika pergi kekantor tempat suami dia bekerja, ia berkata kepada resepsionis suami dia masuk kerja apa tida, Resepsionis menjawab kalau Rido sudah berhenti bekerja dari perusahaan itu, Ika terkejut mendengarnya, lalu Ika bertanya abang dia bekerja apa tidak, Resepsionis menjawab kalau Parel juga berhenti bekerja, Ika prestasi memikirkan hidup dia ke depan bagai mana nantinya karena ia tidak punya tabungan, selama ini Ika tidak pernah menabung ia mengabiskan uang yang diberi Rido bersenang-senang bersama teman-teman dia.
**
Kehidupan Ayu mulai membaik, usaha jualan sarapan dia lancar, Ayu sudah bisa membeli sepeda motor hasil jualan dia, tapi para tetangga mulai bergosip karena pembeli jualan Ayu kebanyakan bapak-bapak, para ibu-ibu kuatir suami mereka terpincut kepada Ayu, para bapak-bapak memang membeli sarapan jualan Ayu karena ingin menggoda Ayu, tapi Ayu tidak pernah merespon godaan para bapak-bapak itu, Ayu fokus berjualan saja.
Seperti pagi ini, salah satu bapak-bapak membeli sarapan diwarung Ayu, bapak itu menggoda Ayu, tapi Ayu tidak menanggapinya, saat ingin membayar sarapan yang ia beli, bapak itu mencolek hidung Ayu, tentu saja Ayu terkejut, belum pernah dia diperlakukan seperti itu, selama ini banyak yang menggoda dia, tapi tidak sampai senekat itu, lalu Ayu berkata,
"Apa maksud bapak, tolong jaga perlakuan bapak, aku tidak suka kelakuan bapak!" kata Ayu dengan marah.
"Kamu jangan jual mahal, kalau kamu mau jadi pacarku, aku akan membiayai semua kebutuhanmu dan juga kebutuhan anakmu, kau tidak perlu bekerja lagi," bapak itu menawarkan.
"Maaf pak, saya bukan perempuan seperti itu, bapak cari perempuan lain saja,," jawab Ayu dengan nada tidak suka.
"Kamu jangan jual mahal, aku tau kamu butuh uang juga butuh belaian kasih sayang dari pria, aku siap memuaskan mu," ujar bapak-bapak itu lagi.
Ayu jijik mendengar perkataan bapak-bapak itu, lalu Ayu pergi kedalam rumah dia meninggalkan bapak-bapak itu.
**
Rini sudah sadar dari pingsan dia, Rido bersyukur karena Mama dia sudah sadar, Ria juga bahagia, Ria dan pak Pajar pamit pulang karena melihat Rini sudah sadar.
__ADS_1
Sudah sebulan lamanya Ika tidak bisa bertemu dengan keluarga dia, uang dia juga sudah habis, terpaksa ia mencari pekerjaan agar ia bisa bertahan hidup, Ika juga merindukan keluarga dia, setelah lelah mencari pekerjaan akhirnya Ika mendapat pekerjaan di kafe sebagai pelayan, ia terpaksa menerima pekerjaan itu karena sudah lelah mencari kerjaan.
Sementara itu keadaan Rini semakin membaik, ia sudah mulai bisa bicara walau kurang jelas, Rini juga sudah bisa menggerakkan badan dia walau tidak seperti biasanya.
Melihat Mama dia sudah berangsur membaik, Rido bersyukur ia bisa tenang saat pergi bekerja.
Hari ini Rido pergi kerja pagi sekali, karena dia banyak pekerjaan yang harus ia selesaikan, belum lagi dia ada pertemuan hari ini karena itu ia pergi cepat.
**
Siang harinya Rido pergi ke kafe tempat pertemuan dia bersama teman kuliah dia dulu, kebetulan teman dia itu, bekerja sama dengan perusahaan tempat dia bekerja, mereka ada kerja sama, karena itu mereka bertemu membicarakan masalah pekerjaan.
Setelah Rido sampai di kafe teman dia sudah menunggu dia.
"Tidak juga, aku juga baru sampai," jawab sindy teman Rido.
"Kamu sudah pesan makanan?" kata Rido.
"Aku sudah, kamu pesan saja punyamu," jawab Sindy, lalu Rido memanggil pelayan, setelah pelayan datang Rido memesan apa yang inginkan, setelah itu, sambil menunggu pesanan mereka, Rido dan Sindy bercerita masa kuliah mereka dulu, disela cerita mereka berdua kadang mereka tertawa kalau ada yang lucu cerita mereka saat kuliah dulu.
Pelayanan mengantar pesanan Rido, saat melihat siapa yang mengantar makanan dia, Rido tertegun melihat Ika yang mengantar pesanan dia bersama pelayan lain, melihat suami dia bersama perempuan lain, Ika marah dia tidak bisa menahan diri, lalu berkata,
__ADS_1
"Oh, selama ini abang menghilang pergi sama wanita ini, wah hebat ya, suami brengsek aku benci sama abang, hiks..hiks..hiks, kemu lagi perempuan tidak tau diri, apa kamu tidak bisa mencari pria yang masih lajang sehingga kamu pacaran sama suami orang, atau kami tidak laku sama pria lajang makanya kamu pacaran sama suami orang," kata Ika sambil menunjuk-nunjuk Rido dan Sindy.
Semua orang melihat yang berada di kafe itu melihat mereka, ada juga yang merekam pakai ponsel mereka, Sindy sangat malu dibuat ulah Ika, karena sudah tidak tahan lagi Sindy pergi dengan cepat dari kafe itu, melihat Sindy pergi Ika berkata lagi,
"Kenapa kamu pergi urusan kita belum selesai," ucap Ika dengan suara keras, Rido yang masih shock dengan apa yang terjadi barusa, tersadar mendengar suara Ika yang sangat keras, Rido melihat sekeliling mereka memperhatikan mereka, Rido menarik tangan Ika pergi dari kafe itu.
"Apa-apa kamu, kamu tau karena ulahmu Sindy pergi, pasti dia malu karena ulahmu," kata Rido meluapkan kekesalan dia.
"Abang masih membela dia, istri mana yang tidak cemburu melihat suami dia bermesraan ditempat umum," ujar Ika.
"Siapa yang bermesraan, kamu salah paham Sindy itu teman kerjaku juga teman kuliahku sekarang kami ada kerja sama, tapi karena ulah mu mungkin dia akan membatalkannya," ucap Rido merasa prestasi.
"Mana ada maling ngaku," kata Ika, karena tidak mau berdebat Rido meninggalkan Ika, melihat suami dia pergi, Ika mengejar Rido sambil memanggil-manggil Rido, karena Rido malu akhirnya dia berhenti dan menunggu Ika.
Rido membawa Ika bertemu dengan Parel, agar Parel yang mengatasi Ika, setelah Parel menjelaskan kepada Ika kalau Sindy bukan pacar Rido, baru Ika tidak emosi lagi, Parel menyuruh adik dia minta maaf kepada Sindy, Ika menyetujuinya demi mendapat maaf dari suami dan keluarga dia.
Setelah bertemu dengan Sindy Ika minta maaf Sindy memaafkan Ika, Rido dan Ika kembali bersama, dengan Ika harus berjanji tidak pergi tanpa seizin Rido, juga harus menjalankan kewajiban dia sebagai seorang istri dan ibu, Ika menyetujuinya, karena itu Rido menerima Ika lagi, kalau Ika mengulangi perbuatan dia yang suka keluyuran Rido akan menceraikan dia, itu perjanjian mereka.
Hari-hari berlalu rumah tangga Rido kembali rukun, Ika juga sudah berubah, ia tidak pernah lagi pergi keluyuran dia juga mengurus Rini dan Anak-anak dia dengan telaten, Rini sudah mulai berangsur sembuh, Rini sudah bisa berjalan pelan-pelan.
Sedangkan Susi berhenti bekerja semenjak Ika kembali kepada Rido, karena dia takut kalau Ika memukul dia lagi.
__ADS_1
Hari Minggu tiba, seperti biasa Rido libur tidak bekerja, saat ini Rido dan Ika juga Rini bersama Diba dan Wiah, sedang berkumpul diruang tamu, tiba-tiba ada yang mengetuk bertanda ada tamu,
"Siapa ya, coba aku lihat," kata Rido lalu bangun dari duduk dia, Rido membuka pintu rumah dia, setelah Rido membuka pintu, Rido terkejut melihat siapa yang datang.