Ayu Yang Malang

Ayu Yang Malang
Part 101


__ADS_3

Pemakaman almarhum pak Adi sudah selesai, saat ini keluarga mereka juga para pelayat sudah pulang, hanya bu Ati dan Parel juga keluarga Rido bersama Rido juga Ika yang masih bertahan dirumah almarhum pak Adi.


Saat mereka berkumpul bersama setelah tahlilan Rini tiba-tiba berkata,


"Aku berencana ingin membuat pesta pernikahan Rido dan Ika," ujar Rini.


"Terserah mama saja, papa ngikut," jawab Rio.


"Iya itu ide bagus, Rido anak satu-satunya sudah sewajarnya kalian membuat pesta meriah buat Rido," ucap Ria menimpali.


"Aku tidak mau pesta ma, almarhum pak Adi juga baru meninggal, kita tidak enak kalau harus bikin pesta, dikira orang-orang kita tidak punya perasaan kalau kita bikin pesta," ujar Rido menolak, ia tidak mau bikin pesta.


"Kami tidak apa-apa kalau kalian ingin buat pesta, kami minta maaf karena tidak bisa bikin pesta untuk Ika dan Rido saat ini, kami menjaga perasaan keluarga bapak," jawab Parel.


"Iya ibu juga tidak keberatan kalau kalian ingin buat pesta, pestanya bukan dikampung ini tidak masalah," jawab bu Ati menimpali.


Akhirnya acara pernikahan akan dilaksanakan bulan depan setelah mereka bermusyawarah, Rido tidak bisa menentang karena ia sendiri yang tidak setuju.


Setelah tiga hari meninggalnya almarhum pak Adi, keluarga Rido pamit pulang karena ingin menyiapkan pesta pernikahan Rido dan Ika, sedangkan Rido menunggu tujuh hari meninggal almarhum pak Adi baru kembali.

__ADS_1


Rido selalu menghindar kalau Ika mencoba mendekati dia, ia juga sudah berkata ke Ika kalau dia belum siap menerima pernikahan mereka, tapi Ika terus mencoba mendekati dia, seperti malam ini Rido tidak bisa lagi beralasan untuk tidur tidak sekamar dengan Ika, karena keluarga dia sudah pulang, kalau kemarin dia bisa beralasan menemani papa dia tidur diluar.


Rido sengaja berlama-lama tidak masuk ke kamar Ika, agar Ika lebih dulu tidur baru ia masuk.


Tapi saat dia masuk kekamar Ika, Ika belum tidur ia sengaja menunggu Rido masuk yang parahnya lagi Ika memakai baju haram membuat Rido pusing.


"Abang kok lama masuk kamar, Ika sudah dari tadi nunggu abang," ujar Ika.


"Mana Diba?" tanya Rido bukan menjawab perkataan istri dia.


"Diba tidur sama ibu," jawab Ika.


"Ibu yang minta Diba tidur sama dia, kata ibu biar kita bisa berduaan tidak ada yang ganggu," jawab Ika.


Mendengar perkataan Ika, Rido geregetan ingin rasanya ia menelan Ika hidup-hidup, Rido tidak bicara lagi ia naik ketempat tidur dan merebahkan badan dia, lalu ia memejamkan mata mencoba tidur, melihat suami dia tidak menyentuhnya Ika mencoba merayu Rido, ia mendekat dan mencium bibir Rido, sontak Rido mendorong Ika karena terkejut, Ika tersungkur kelantai membuat punggung dia sakit.


Ika menangis karena merasa sakit di punggung dia, melihat Ika nangis Rido buru-buru menghampiri Ika, ia takut suara Ika terdengar sampai keluar kamar.


"Abang minta maaf, abang tadi terkejut tidak sengaja dorong Ika, ayo bangun," ujar Rido merasa bersalah.

__ADS_1


"Punggungku sakit, aku tidak bisa berdiri," jawab Ika, terpaksa Rido menggendong Ika naik ketempat tidur.


"Sudah diam jangan nangis lagi, nanti ibu dengar kamu nangis dikira aku ngapain kamu," pujuk Rido karena Ika terus menangis.


"Punggungku sakit bang, aku tidak bisa tidur kalau punggungku sakit," jawab Ika modus dia.


"Jadi gimana masak kamu gak tidur nangis saja sampai pagi," ucap Rido.


"Abang urut punggung Ika, agar sakitnya hilang," jawab Ika sekalian menyuruh Rido.


Dengan berat hati Rido mengurut punggung Ika, ia mulai tidak konsentrasi mengurut punggung Ika, karena melihat punggung Ika yang mulus, Rido laki-laki normal sudah sewajarnya ia birahi melihat punggung Ika, tapi ia mencoba menahan hasrat dia.


Tiba-tiba Ika membalikan badan dia dan spontan mendaratkan bibirnya ke bibir Rido, bukan hanya itu ia terus menciumi seluruh bagian tubuh sensitif Rido, membuat Rido terpancing juga, mereka akhirnya melakukan hubungan suami istri, Ika sangat bahagia karena Rido luluh juga, ia sudah lama menantikan momen seperti itu, lain halnya dengan Rio ia menyesal telah melakukan hubungan suami isteri dengan Ika setelah selesai, ia merasa mengkhianati Ayu.


Padahal Rido sudah berjanji pada diri dia sendiri kalau dia tidak akan menyentuh perempuan manapun tapi ia melanggar janji dia sendiri, itu yang membuat Rido menyesal tidak bisa menahan hasrat dia.


Ika bangun pagi-pagi sekali, ia membuat sarapan buat Rido, ia sangat bersemangat menyiapkan sarapan untuk Rido, senyum Ika terus saja mengembang saat ia mengingat malam panas mereka.


Bu Ati memperhatikan Ika, melihat Ika seperti itu bu Ati menyimpulkan kalau mereka sudah melakukan hubungan suami istri, bu Ati berdoa agar rumah tangga Ika dan Rido bisa langgeng sampai tua.

__ADS_1


__ADS_2