Ayu Yang Malang

Ayu Yang Malang
Buk Parida Meninggal


__ADS_3

Sore hari seperti biasa pak pajar pulang kerja, ia heran tidak seperti biasanya istri dia tidak menyambut ia pulang kerja, ia pun mencari istri dia, tapi ia tidak menemukan istri dia, lalu ia bertanya ke Bibi.


''Bi, istri, saya mana?" tanya pak Pajar sambil memperhatikan semua rumah dia.


''Ibu belum pulang," jawab Bibi, dari pak Pajar mengkerut mendengar perkataan Bibi, karena tidak biasanya istri dia pergi dan belum pulang sampai sore begini, pikir pak Pajar, pak Pajar tidak pernah tau kalau istri dia sering pergi tanpa sepengetahuan dia.


''Pergi ke mana dia," tanya pak Pajar balik karena penasaran.


''Kata ibu menjumpai teman dia," jawab Bibi.


''Jam berapa pergi nya?" tanya pak Pajar balik ingin tau.


''Ibu sudah mulai tadi pagi pergi," jawab Bibi.


''Ibu mana, kok gak kelihatan?" tanya pak Pajar menanyakan ibu dia.


''Didalam kamar, ibu sudah mulai tadi pagi tidak keluar dari kamar," jawab Bibi.


''Bibi kenapa tidak lihat kekanar ibu mana tau ibu sakit," ucap pak Pajar protes ia khawatir dengan keadaan ibu dia.


''Ibu memang suka mengurung di kamar, tapi ini sudah kelamaan tidak keluar atau Bibi yang tidak lihat waktu ibu keluar," jawab Bibi membela diri.


''Tadi siang ibu makan?" tanya pak Pajar dengan penuh kekhawatiran.


''Bibi tidak tau, mulai tadi pagi Bibi tidak lihat ibu keluar dari kamar," jawab Bibi.


''Ya sudah Bibi kembali bekerja aku lihat Ayu dulu," ujar pak Pajar.


Bibi kembali bekerja sedangkan pak Pajar pergi ke kamar Ayu untuk melihat ke adaan dia, memang pak Pajar pergi ke kamar Ayu setiap pulang bekerja dan sebelum bergi bekerja, ia harus memastikan keadaan Ayu baik-baik, karena ia tau hanya ia yang peduli dirumah itu ke Ayu selain Bibi.


"Lagi apa Nak?" tanya pak Pajar sambil mengelus kepala Ayu.


"Baca buku panduan ibu hamil Pa," jawab Ayu sambil memperlihatkan buku yang ia baca.

__ADS_1


"Oh, bagus itu biar Ayu tau gimana caranya ibu hamil," ujar pak Pajar.


"Iya Pa," jawab Ayu.


"Kamu jangan banyak pikiran, ingat kesehatan anakmu, kalau kamu banyak pikiran anak yang didalam kandungan mu nanti bermasalah karena kamu harus berusaha melupakan semua masalah ini, Papa yakin semua akan baik-baik saja kedepannya," nasehat pak Pajar.


"Iya Pa, Ayu akan berusaha tidak lagi memikirkan masalah ini," jawab Ayu tersenyum.


"Bagus itu baru Anak Papa, ya sudah Papa mau lihat Nenek dulu, kata Bibi Nanak tidak keluar dari kamar dari tadi pagi," ujar pak Pajar.


Sontak Ayu terkejut mendengar perkataan Papa dia, lalu Ayu berkata.


"Kenapa Nenek tidak keluar dari kamar ya Pa?" tanya Ayu penasaran.


"Papa tidak tau, karena aku Papa mau lihat dulu, ya sudah Papa kekamar Nanak dulu," kata pak Pajar.


"Iya Pa," jawab Ayu.


Pak pajar melihat keadaan Ayu baik-baik saja ia pergi ke kamar ibunya ia ingin melihat ibunya kenapa tidak ke luar dari kamar.


"Pantas Nenek tidak ada ke kamarku, keluar dari kamar dia aja tidak, mungkin Nenek sakit," ucap Ayu dalam hati.


**


Sementara itu Mawar gelisah dikontrakan anak dia, ia heran kenapa tidak ada yang menghubungi dia mengabari ke matian Ayu, ia terus memandang ponsel dia mana tau ada yang menghubungi, tapi sudah sampai sore tidak ada yang menghubungi dia.


''Apa racunnya tidak mempan ya, atau Bibi tau aku membuat racun ke jus itu," kata Mawar dalam hati, ia mondar mandir berdiri duduk itu yang ia lakukan dari tadi menunggu kabar dari rumah dia.


**


Pak pajar sampai didepan pintu dikamar ibunya, ia membuka pintu kamar ibu dia, ia melihat ibu dia di tempat tidur, pak Pajar mendekat setelah ia melihat ibu dia dari dekat alangkah terkejutnya dia melihat ibunya kaku wajar ibu dia juga terlihat pucat di bulut bu Parida banyak busa, melihat ibu dia meninggal secara tidak wajar pak Pajar membawa almarhum ibunya ke rumah sakit untuk memastikan kenapa ibunya meninggal.


Sesampainya ia dirumah sakit, ia langsung menyuruh dokter memeriksa ibu dia, ia menunggu dengan gelisah bercampur sedih di luar ruangan pemeriksaan almarhum ibu dia.

__ADS_1


"Ya Allah siapa yang membuat ibu ku meninggal aku yakin kalau ibu diracuni," ucap pak Pajar dicatat sendiri.


Sementara itu Mawar akhirnya pulang, ia sudah bosan menunggu kamar dari suami dia, apa lagi kalau bukan kabar meninggalnya Ayu, tadinya ia akan pulang setelah ada kabar meninggalnya Ayu, agar orang-orang tidak mengira ia pembunuhnya.


Setelah dokter selesai memeriksa almarhum bu Parida, dokter mengatakan ke pak Pajar apa yang membuat bu Parida meninggal, pak Pajar heran siapa yang meracuni ibunya, ia ingin tau akhirnya pak Pajar melaporkan ke polisi meninggalnya almarhum bu Parida.


"Benar dugaan ku kalau ibu diracuni, siapa yang meracuni ibu ya," kata pak Pajar didalam hati.


**


Sesampainya Mawar di depan rumahnya ia senang melihat banyak orang dirumahnya apalagi ada bendera kematian yang dipasang di depan rumah dia, ia mengira Ayu yang meninggal, ia mempercepat langkahnya, sesampainya ia didalam rumah ia heran kenapa tidak ada kasur dan orang terlentang di depan seperti biasa orang meninggal ia juga tidak melihat suami dia.


"Mana mayatnya ya, seharunya mayat Ayu dibuat disini," kata Mawar dalam hati, ia merasa heran karena tidak ada kasur dan jenazah diruangan itu.


Salah satu tetangga melihat Mawar, tetangga itu segera menghampiri Mawar dan memeluknya.


''Yang sabar ya bu, iklas kan kepergian bu Parida," kata tetangga itu.


Mendengar perkataan tetangganya Mawar terkejut kaki dia terasa lemas ia langsung terduduk dilantai, melihat Mawar seperti itu tetangga merasa sedih mereka mengira Mawar sangat terpukul atas meninggalnya bu Parida, padahal bukan itu yang membuat Mawar lemas tapi karena sasaran dia tidak tepat.


Sedangkan Ayu hanya didalam kamar saja, ia dilarang pak Pajar keluar dari kamar sebab perut Ayu sudah mulai kelihatan besar, pak Pajar tidak mau kalau anak dia nantinya jadi bahan gosip ibu-ibu kampung.


Sedangkan pak pajar masih di rumah sakit, ia sudah selesai melaporkan kematian almarhum ibu dia kepolisi, polisi ikut ke rumah sakit memeriksa kematian Bu Parida, pak Pajar didampingi Bibi memberi keterangan.


Bibi ikut kekantor polisi, ia mau di dimintai keterangan oleh polisi, sebab Bibi yang membuat jus itu.


Sementara pak Pajar pulang membawa jenazah ibunya naik mobil ambulance.


💟💟💟💟💟💟💟💟💟


Hai para membaca setia AYU YG MALANG.


ikuti terus cerita nya, dan juga dukung,

__ADS_1


dengan cara like dan komen ya dibawah ini.


👃👃


__ADS_2