Ayu Yang Malang

Ayu Yang Malang
Pemakaman Buk Parida,


__ADS_3

Sesampainya jenazah buk Parida dirumah, Mawar langsung menangis ia sangat sedih atas kematian ibu mertuanya ia tidak mengira ibu mertuanya yang jadi korban perbuatannya.


Mawar sebenarnya menyayangi ibu mertuanya itu sebab bu Parida tidak pernah marah ke dirinya ibu mertuanya itu selalu berpihak kepadanya itu yang membuat Mawar sangat sedih.


"Maafkan aku Bu, aku bukan bermaksud meracuni ibu, aku mau meracuni Ayu karena sudah menjadi perusak rumah tanggaku, hiks..hiks.. hiks,"Mawar berkata dalam hati sambil menangis menyesali perbuatannya yang membuat ibu mertuanya meninggal.


Sedangkan pak Pajar memikirkan siapa yang meracuni ibunya ia memperhatikan semua orang yang datang melayat, ia tidak ada melihat orang yang mencurigakan.


"Siapa yang tega meracuni ibu ya, semangatku ibu tidak punya musuh atau tetangga kani yang sakit hati karena omongan ibu?" gumam pak Pajar dalam hati.


Lalu pak pajar memperhatikan istrinya, tidak ada yang aneh dari tingkah istrinya tadinya pak Pajar sempat mengira kalau istrinya yang meracuni ibunya, tapi melihat istri dia yang terlihat sangat sedih dengan kepergian ibunya, pak Pajar meyakini kalau istrinya bukan orang yang meracuni ibunya.


"Biarlah polisi yang menyelidiki, siapa pelaku yang meracuni ibu," kata dalam hati pak Pajar karena sudah lelah memikirkannya.


Pemakaman almarhum buk Parida sangat ramai Rio dan juga istrinya juga datang, mereka di kabari Ayu selama pemakaman ibunya pak Pajar banyak melamun, ia memikirkan siapa yang meracuni ibunya.


Suara ponsel pak Pajar bunyi tanda ada yang menghubungi, lalu pak Pajar melihat siapa yang menghubungi, ia melihat telepon dari kantor polisi segera ia mengangkat.


"Halo Pak," jawab pak Pajar.


"Bapak dan ibu besok pagi sekitar jam delapan datang kemari, kami mau meminta keterangan dari bapak juga istri bapak," kata polisi dari sebrang sana.


"Apa belum ada tanda-tanda pelaku yang meracuni almarhum ibuku?" tanya pak Pajar penasaran.


"Untuk saat ini belum ada yang bisa dijadikan tersangka, tapi semua petunjuk mengarah ke pembantu bapak?" jawab polisi menjelaskan.


''Siapa yang meracuni ibu ya, apa betul Bibi yang meracuni ibu?" tanya pak Pajar dalam hati, tapi hati nurani pak Pajar menolak kalau Bibi yang meracuni ibunya, karena ia tau betul bagai mana sipat Bibi karena Bibi sudah lama bekerja dengannya.


Sementara itu Mawar sibuk menyapa para tamu yang datang melayat, ia belum tau kalau kematian ibu mertuanya sudah dilaporkan ke Polisi, karena itu dia santai saja seperti tidak ada masalah walau dia sudah meracuni ibu mertuanya sampai ibu mertuanya meninggal.

__ADS_1


**


Saat ini Rio dan istrinya ingin pulang ia berpamitan kepada pak Pajar setelah berpamitan kepada pak Pajar Rio bersama istrinya mendatangi Ayu ke kamarnya, didepan pintu kamar Ayu mereka melihat Ayu duduk termenung sendiri, Rio iba melihat Ayu seperti itu.


"Kasihan sekali kamu Yu, kamu hamil tanpa suami usiamu sangat belia kini kamu harus terkurung tidak bisa keluar gara-gara menutupi kehamilanmu," ujar Rio dalam hati, sementara itu Rini menyenggol tangan Rio karena Rio menghentikan langkahnya, setelah tangannya disenggol baru Rio melangkah dan mengucap salam sebelum masuk.


''Assalamu,alaikumsalam," Ucap Rio dan istrinya lalu mereka masuk walau Ayu tidak menyahut.


Ayu terkejut melihat pak Lek dan bulenya datang ke kamarnya pasalnya dia tidak tau pakan pak Lek dan bulenya datang tau-tau sudah ada dilamarnya.


Ayu segera menyalami Pak lek dan bulenya lalu mempersilahkan duduk.


''Bagai mana kabar mu juga anak yang ada dikandungan mu?" tanya Rio membuka pembicaraan.


''Alhamdulillah sehat pak lek, nenek mana?"jawab Ayu ia sekalian menanyakan keadaan dedeknya.


''Nenek tidak ikut, kondisi Nenek tidak terlalu sehat sebab itu Nenek tidak ikut," jawab Rio. Ayu terkejut mendengar Neneknya sakit.


''Kak Ria, kebetulan dia datang jadi pak Lek suruh naga Nenek, pak Lek tidak enak sama mas Pajar kalau tidak datang," jawab Rio menjelaskan.


''Kapan bule Ria datang? tanya Ayu ingin tau.


''Semalam, kak Ria memang sering datang setelah kakek meninggal, hampir tiap bulan kakak Ria datang." Jawab Rio.


''Bagai mana sekolah mu apa sudah selesai?'' tanya Rio sambil memandang Ayu.


''Sudah selesai pak Lek tinggal nunggu pengumuman, bang Rido sering telepon Ayu, abang Rido menyuruh Ayu kuliah di jakarta sama dia, Ayu takut kalau bang Rido tau dengan ke adaan Ayu sekarang, abang pasti kecewa sama Ayu, apa lagi Ayu tidak cerita keadaan Ayu sekarang ke dia," tutur Ayu menjelaskan.


''Pak lek dan bule minta maaf karena melarang Ayu menceritakan permasalahan mu ke Rido, ini semua demi kebaikan kita bersama, bule takut kalau Ayu menceritakan keadaan Ayu sekarang Rido tidak konsentrasi belajarnya malah ia akan pulang dan tidak kuliah lagi di jakarta karena kuatir dengan keadaan mu, kamu kan tau kalau Rido sangat menyayangi mu sebab itu kami melarang kamu mengatakannya ke Rido, bule harap Ayu mengerti," papar Rini menjelaskan.

__ADS_1


''Ayu mengerti bule," jawab Ayu, sebenarnya Ayu merasa kalau bulenya berubah kepadanya semenjak kejadian yang menimpa dirinya, tapi Ayu mencoba berpikir positif.


"Mungkin perasaanku saja yang terlalu berlebihan," Ayu membatin.


Setelah mereka berbincang cukup lama, Rio dan istrinya pamit pulang. Ayu kembali merasa sunyi setelah Rio dan Rini pulang.


Pemakaman sudah selesai, orang yang melayat juga sudah pulang, tinggal keluarga terdekat yang masih bertahan di rumah pak Pajar.


**


Pak pajar dengan keluarganya saat ini sedang berkumpul di ruangan tamu, mereka berbincang-bincang membahas ke matian bu Parida.


''Jar, gimana perkembangan penyelidikan kematian ibu mu, apa sudah ada pelakunya" tanya Prapto paman pak Pajar.


"Belum lama, tapi hasil penyelidikan sementara pelakunya mengarah ke pembantu kami, tapi aku tidak yakin dia pelakunya, karena bibi sudah lama bekerja di rumah ini, selama bibi bekerja di sini tidak pernah membuat masalah bibi juga sangat baik selama ini," jawab pak Pajar.


"Bisa saja, dia sakit hati karena almarhum ibu mu sering memarahinya kamu tau sendiri gimana ibu mu," ucap Prapto.


''Iya sih, tapi kalau sampai membunuh, terlalu jauh pemikirannya hanya karena sakit hati," ujar pak Pajar.


"Kalau orang sudah sakit hati, dia tidak perduli yang penting sakit hatinya terbalas, mata hati dia sudah di tutup iblis," kata Prapto.


''Kita lihat hasil dari penyelidikan polisi saja paman," ucap pak Pajar.


''Iya kita tunggu saja kabar dari polisi semoga pelakunya tertangkap," kata Prapto.


💟💟💟💟💟💟💟💟💟


Hai pembaca setia AYU YG MALANG.ikuti terus cerita nya, juga dukung dengan cara

__ADS_1


like dan komen dibawah ini, 👇👇👃👃


__ADS_2