
Ayu terkejut mendengar perkataan para warga, ia belum tahu kenapa ia diusir dari kampung, lalu Ayu berkata,
"Apa salah saya, kenapa saya diusir dari kampung ini?" kata Ayu karena penasaran.
"Kamu jangan pura-pura tidak tau, kamu tiap malam memasukkan laki-laki ke rumahmu, kamu harus pergi dari kampung kami," jawab salah satu warga.
Ayu terkejut mendengar perkataan warga itu, lalu Ayu berkata,
"Saya kotak pernah memasukkan laki-laki kerumah saya," ujar Ayu.
"Mana ada maling ngaku, kalau maling ngaku penuh penjara," kata salah satu warga lainnya.
"Kamu harus pergi dari kampung kami," ucap warga lainnya.
"Iya kamu harus pergi dari kampung ini," kata warga secara bersama.
"Ayo tunggu apa lagi kamu harus pergi," kata warga.
Para ibu-ibu menarik tangan Ayu agar keluar dari rumah dia, Ayu tidak tau harus berkata apa lagi sangki paniknya karena mereka mendadak mengusir dia.
"Tunggu bu, jangan usir saya, Anak saya masih didalam, mereka juga masih kecil, aku mohon biarkan kami menginap malam ini saja dirumah ini," ujar Ayu memohon.
Tapi para ibu-ibu itu tidak perduli mereka terus menarik tangan Ayu, Ayu ditarik sampai kejalan, tiba-tiba ada orang yang berkata,
"Hentikan, jangan kalian tarik dia," ujar Dokter Paujan, ya dokter Paujan yang datang, ia kebetulan lewat dan melihat Ayu ditarik ibu-ibu, Dokter Paujan terkejut itu.
"Dokter Paujan jangan ikut campur, ini urusan kamu," kata salah satu ibu-ibu itu.
"Iya dok, dokter tidak usah ikut campur, dia harus keluarkan dari kampung ini," kata salah ibu-ibu lainnya menimpali.
"Salah apa Ayu sehingga kalian memperlakukan dia seperti itu?" kata dokter Paujan karena penasaran.
"Ayu sering membawa laki-laki masuk kerumah dia, kalau malam hari," jawab salah satu ibu-ibu itu.
__ADS_1
"Aku tidak pernah membawa laki-laki ke rumahku, hiks..hiks..hiks," jawab Ayu sambil menangis.
"Kami tidak mau kalau suami kami nantinya akan tergoda dengan Ayu," ujar salah satu ibu-ibu itu.
"Sudah kalian bubar, saya yang akan menikahi Ayu," ucap Dokter Paujan agar para warga pulang, Ayu terkejut mendengar perkataan dokter Paujan.
"Ya sudah kalau begitu, tapi kalau sampai satu minggu ini kalian tidak menikah, kami akan mengusir Ayu dari kampung ini," ujar salah satu warga.
"Saya orang yang tidak pernah ingkar janji," jawab dokter Paujan.
Para wargapun pulang, Ayu bisa bernapas lega karena warga sudah pulang.
"Apa kamu yang sakit," kata dokter Paujan karen kuatir dengan Ayu.
"Tidak ada dok," jawab Ayu..
"Ya sudah kalau begitu," ujar dokter Paujan.
Ayu kembali kerumah dia, dokter Paujan juga mengikut dari belakang, karena dia kuatir dengan keadaan Ayu.
Sedangkan para ibu-ibu warga yang melabrak Ayu tadi saat ini masih berkumpul menggosip.
"Kalau tidak karena dokter Paujan, pasti Ayu sudah pergi dari kampung kita ini," kata salah satu Ibu-ibu yang sedang bergosip.
"Iya, tapi kita sudah bisa aman karena Ayu akan menikah dengan dokter Paujan," kata ibu satu lagi.
"Tapi bagai mana kalau mereka tidak jadi menikah, mungkin saja dokter Paujan berkata seperti itu, agar kita tidak jadi mengusir Ayu," kata ibu lainnya.
"Iya juga ya," jawab ibu lainnya.
"Begini saja, kita pergi kerumah pak RT, kita katakan kalau Ayu sudah memasukkan laki-laki lain kerumah dia, seperti yang kita lakukan tadi," kata ibu satunya lagi memberi ide.
"Iya itu ide bagus, ayo kita kerumah pak RT sekarang," kata ibu satunya lagi.
__ADS_1
Para ibu-ibu itu pergi kerumah pak RT, mereka belum puas kalau Ayu belum pergi dari kampung mereka, atau menikah, mereka kuatir suami mereka tergoda kepada Ayu, sebab banyak bapak-bapak yang tertarik melihat Ayu, wajah Ayu memang sangat cantik, ia juga masih muda, status Ayu yang janda membuat para bapak-bapak ingin mendekati, mereka beranggapan kalau janja itu sama semua, itu yang membuat para ibu-ibu kuatir, mereka sengaja memfitnah Ayu agar mereka ada alasan mengusir Ayu.
"Ada masalah apa kalian sehingga tengah malam begini datang?" kata pak RT karena penasaran.
"Begini Pak, Ayu sering membawa laki-laki masuk kerumah dia, kami kuatir kampung ini jadi kena bencana karena ulah dia, bapak harus mengusir dia dari kampung ini," kata salah satu ibu-ibu itu.
"Apa ada yang melihat Ayu memasukkan laki-laki kerumah dia?" ujar pak RT memastikan.
"Kami sering melihat pak," jawab ibu-ibu itu bohong.
"Ya sudah kalian pulang saya, besok kita bicarakan lagi," ucap pak RT.
"Bapak harus mengurusnya sekarang kalau tidak dia pasti membawa laki-laki kerumah dia malam ini, kalau bapak kesana malam ini mungkin bapak bisa menangkap basah Ayu bersama pria itu," ujar ibu satunya.
"Ya sudah kita kesana," jawab pak RT.
Pak RT dan para ibu-ibu pergi kerumah Ayu, sementara itu dokter Paujan belum pulang dari rumah Ayu, ia tidak sampai hati meninggalkan Ayu, karena Ayu kelihatan sangat gelisah dan sedih, ia takut Ayu berbuat nekat karena masalah yang ia hadapi, walau Ayu sudah menyuruh dia pulang, tapi dia tetap bertahan.
Sesampainya pak RT dan para ibu-ibu itu dirumah Ayu, mereka segera masuk kerumah Ayu, karena pintu terbuka, melihat ada laki-laki rumah Ayu, pak RT marah, ia tidak menyangka kalau Ayu nekat membawa laki-laki masuk kerumah dia, padahal Ayu orang pendatang dikampung mereka.
"Apa yang kalian lakukan, kenapa dokter ada dirumah Ayu tengah malam begini!" kata pak RT meninggikan suara dia.
Ayu dan dokter Paujan terkejut melihat pak RT ada dirumah mereka bersama para ibu-ibu yang mengusir Ayu tadi.
"Betulkan pak, apa kata saya Ayu itu orang gak bener, karena itu dia punya Anak tiga tapi ayahnya tidak ada," ujar salah satu ibu-ibu itu.
"Iya pak usir saja dia dari kampung kita, dia sudah membuat malu kampung kita," kata para ibu-ibu lainnya.
"Kalian salah paham kami tidak melakukan apa-apa, saya hanya menemani Ayu, karena Ayu kelihatan masih shock karena kejadian tadi," jawab Dokter Paujan menjelaskan.
"Kami tidak percaya, kalian sudah tertangkap basah masih saja mengelak," ujar salah satu ibu-ibu itu.
"Iya, kami tidak percaya, bapak harus bertindak cepat kalau tidak mereka semakin menjadi-jadi,," kata salah satu ibu-ibu itu.
__ADS_1
"Kami tidak melakukan apa-apa, saya hanya menemani Ayu saja, bapak lihat sendiri kalau kami tidak melakukan apa-apa," ujar dokter Paujan.