Ayu Yang Malang

Ayu Yang Malang
Part 74


__ADS_3

"Apa kamu bercanda,''Ucap Parel tidak percaya.


Ika hanya menangis tidak menjawab perkataan abangnya.


''Coba kamu jelaskan apa yang terjadi dengan mu,'' Ucap Rido, sedangkan pak Adi dan bu Ati masih shock dengan perkataan anaknya.


"Malam teman ku ulang tahun, bla bla bla,'' Ika akhirnya menceritakan semuanya.


''Siapa laki-laki bajingan itu, beritahu abang biar abang habisi dia,'' Ucap Parel sudah emosi, tangan Parel sudah ada di bahu Ika ia mengguncang bahu Ika, sambil bertanya.


''Sudah! tidak perlu emosi kita cari jalan ke luar bagai mana baiknya,'' Ujar pak Adi.


''Nak apa kamu tetap menerima Ika setelah kamu tau semuanya?" Tanya pak Adi ke Rido.


''Maaf pak, lebih baik bapak minta pertanggung jawaban pria yang sudah menodai Ika,''Jawab Rido.


Mendengar perkataan Rido Ika menangis kencang ia bersujud di kaki Rido.


''Bang aku mohon jangan membatalkan pernikahan kita, aku tidak bisa hidup tanpa abang,'' Ucap Ika memohon.


''Iya nak, pernikahan kalian tinggal dua hari lagi apa kata orang kalau kalian tidak jadi menikah,'' Ujar bu Ati ikut bersujud di kaki Rido.


''Ibu berdiri tidak baik seperti itu, kamu juga berdiri aku bukan tuhan yang harus di sembah,'' Ujar Rido.


''Kami akan berdiri kalau, nak Rido berjanji untuk mau menikah dengan Ika, ibu melakukan ini demi nama baik Ika juga kami,''Ujar bu Ati.


''Ibu jangan seperti itu, kamu juga Ika tidak perlu memaksa Rido kalau sudah tidak mau,'' Parel berkata.


''Ini bukan tentang mau apa tidak bu, kenapa tidak meminta pertanggungjawaban pria yang sudah menodai Ika saja, kalau hanya karena Ika telah ternodai saja aku bisa terima bagai mana kalau Ika hamil, itu yang aku pikirkan,'' Ucap Rido.


''Iya aku setuju pendapat nak Rido,''Kata pak Adi.


''Tapi aku tidak mau menikah dengan pria itu,''Ujar Ika.

__ADS_1


''Kamu harus ikhlas nak, mungkin kemu dan nak Rido tidak berjodoh,''Ujar pak Adi.


''Tapi kita sudah mengundang banyak orang persiapan pun sudah selesai,''Bu Ati berkata.


''Pria itu yang jadi pengantin nya,''Jawab pak Adi.


''Bagai mana kalau pria itu tidak mau bertanggungjawab,'' Kata Parel


''Kalau pria itu tidak mau aku yang menikahi Ika,'' Ucap Rido.


Parel kembali pergi ke kota dengan pak Adi untuk menjumpai pria itu, mereka sudah tau alamat pria itu dari kartu nama yang di bari pria itu ke Ika.


Sedangkan Rido membawa Ika pulang bersama bu Ati karena dokter sudah membolehkan Ika pulang.


''Mama nenek sudah pulang,'' Kata Leo berlari ke dapur mendatangi Ayu yang sedang memasak.


''Iya nak, ayo kita ke sana kita lihat Auti Ika,'' Kata Ayu.


''Om ikut juga antar Auti?" Tanya Leo ke Rido.


''Iya sayang,''Jawab Rido sambil mendudukkan Leo di pangkuannya.


Sedangkan Ika curi-curi pandang ke Rido, ia masih berharap kalau Rido yang jadi suaminya.


Sementara Rido curi-curi pandang ke Ayu kalau masalah Ika sudah selesai ia akan melamar Ayu, itu niat Rido.


Sedangkan Parel dan pak Adi sudah sampai di rumah pria yang menodai Ika.


Tok


Tok


Tok

__ADS_1


"Permisi,'' Ucap Parel, lalu ada yang membuka pintu rumah itu.


''Cari siapa?" Kata gadis yang membuka pintu.


''Apa betul ini alamat yang ada disini?" Ucap Parel.


''Iya pak, mau cari siapa?" Kata gadis itu.


''Apa kamu lihat aku setua bapak-bapak sehingga dari tadi mau panggil aku bapak,''Kata Parel tidak suka.


''Maaf jadi aku harus panggil apa?" Tanya gadis itu.


''Terserah mau panggil apa mas, yang, bang, darling." apa saja boleh asalkan jangan bapak,'' Ucap Parel.


''Sudah-Sudah kita kesini bukan untuk berdebat,'' Ujar pak Adi.


''Apa memilik rumah ini punya anak laki-laki yang masih lajang,''Tanya pak Adi.


''Punya pak, namanya Radit tapi sebentar lagu tunangan dengan saya, ada perlu apa bapak dengan pacar saya,'' Tanya balik gadis itu.


Pak Adi dan Parel pandang-pandangan mendengar perkataan gadis itu.


''Apa dia ada didalam,'' Tanya Parel, ia sudah geram mengingat pria yang bernama Radit itu.


''Iya bang dia ada didalam,''Ucap gadis itu.


''Kamu panggil dia ada yang mau kami bicarakan dengan dia,'' Pak Adi berkata.


''Iya pak saya panggilkan bapak silahkan duduk dulu,'' Kata gadis itu.


''Ada perlu apa ya kalian mencari ku?" Tanya Radit karena tidak kenal mereka.


Bukannya menjawab Parel malah melayangkan Bogeman mentah ke wajah Radit, bukan itu saja Parel memukul Radit tanpa ampun pak Adi berusaha melerai gadis itu yang melihat Radit dipukuli menjerit ketakutan.

__ADS_1


__ADS_2