
''Besok kita bicarakan lagi paman, kita istirahat dulu, ini sudah tengah malam," ujar pak Pajar.
''Ya sudah, jangan terlalu dipikirkan semua akan baik-baik saja paman tutup dulu," ucap Prapto, telepon terputus.
Pak Pajar beristirahat dikamar dia, mungkin karena sudah larut malam dan kecapean pak Pajar langsung tertidur pulas, sementara Ayu dikamar dia, sedang menulis surat buat pak Pajar, ia mau pergi malam ini juga sendirian agar papa dia tidak diusir dari kampung, ia tidak sampai hati melihat papanya harus ikut kena imbas permasalahan dia, setelah selesai menulis surat ia mengemasi barang dia yang perlu saya, setelahnya ia pergi diam-diam agar tidak ada orang yang tau ia pergi, Ayu berjalan sampai keluar dari kampung itu.
Setelah sampai dijalan besar Ayu melihat ada mobil bus lewat lalu ia menghentikan mobil bus itu, lalu ia naik walau Ayu tidak tau harus kemana mobil bus itu pergi.
**
Pagi harinya rumah pak Pajar sudah ramai, para warga dan pak RT sudah datang di rumah pak Pajar, mereka datang membahas masalah semalam. Pak Pajar belum tau kalau Ayu sudah pergi dari rumah, ia menyuruh bibi meminta Ayu ikut disitu karena warga meminta Ayu bersumpah diatas Al-Qur'an kalau Ayu hamil bukan anak pak Pajar, kalau Ayu bersedia warga membolehkan Ayu dan pak Pajar tinggal dikampung mereka.
''Bi! panggilkan Ayu, suruh dia kemari," kata pak Pajar.
''Iya pak," jawab bibi, lalu bibi pergi ke kamar Ayu setelah sampai dikamar Ayu bibi tidak menemukan Ayu ia mencari ke kamar mandi tidak ada juga, ia terus mencari sampai kebelakang rumah tetap tidak ada lalu bibi kembali menemui pak Pajar memberitahu kalau Ayu tidak ada.
__ADS_1
''Mana Ayu kok belum datang, sudah dari tadi ditunggu?" tanya pak Pajar setelah melihat bibi datang sendiri.
''Pak, Ayu tidak ada bibi sudah mencari disekitar rumah tapi Ayu tidak ada," kata bibi, pak Pajar segera ke kamar Ayu, ia memeriksa lemari Ayu, ia melihat lemari Ayu sudah tidak ada baju Ayu, ia terduduk dilantai sambil menangis.
''Kenapa kau tinggalkan papa Yu," ujar pak Pajar.
Bibi melihat pak Pajar seperti itu, jadi ikut menangis ia juga sedih dengan kepergian Ayu, bibi mendekat ia berusaha menenangkan pak Pajar.
"Sudah pak, seharusnya bapak mencari Ayu bukan hanya menangis seperti ini, kalau bapak mencari Ayu kemungkinan Ayu belum jauh," kata bibi.
Pak Pajar mencari Ayu sampai sore, namun Ayu tidak diketemukan dia, pak Pajar sudah putus asa akhirnya ia kembali kerumah dia, Sesampainya ia dirumah paman dia Prapto juga istrinya sudah ada dirumah dia.
"Gimana Jar, apa Ayu sudah ketemu?" tanya Prapto.
''Belum paman," jawab pak Pajar, lalu ia menyalami paman dia juga istri aman dia.
__ADS_1
''Apa kau sudah menghubungi Rio, menanyakan mana tau Ayu kembali kesana," tanya Prapto kembali.
''Belum paman, aku rasa Ayu tidak kesana, kalau dia kesana pasti Rio mengabari," jawab pak Pajar.
''Jadi kemana dia kira-kira ya?" tanya Prapto.
''Tidak tau paman, aku sudah mencari di sekitar daerah sini, tapi Ayu tidak ada, aku kuatir kalau Ayu kenapa-napa Ayu tidak pernah kemana-kemana selama ini," jawab pak Pajar.
''Kita sama sama berdoa semoga Ayu baik-baik saja, paman pulang dulu, kalau ada apa-apa kabari paman," ujar Prapto.
"Ya paman," jawab pak Pajar, Prapto pulang bersama istri dia, tinggal pak Pajar duduk sendiri terdiam mengenang nasib dia yang terus berpisah dengan orang yang dia sayang.
Malam harinya, pak Pajar tidak bisa memejamkan mata dia, walau sudah larut malam, ia masih kepikiran kepada Ayu, ia sangat mencemaskan keadaan Ayu karena Ayu saat ini sedang hamil, karena terus gelisah pak Pajar akhirnya bangun dari tidur dia, lalu pergi ke kamar Ayu sesampainya ia dikamar Ayu, ia duduk di kasur Ayu, ia mengamati seluruh kamar Ayu, sampailah pandangan pak Pajar ke sebuah kertas terletak diatas meja hias, lalu pak Pajar mengambil kertas itu dan membacanya, tangan pak Pajar gemetar saat membaca surat dari Ayu, ia tidak menyangka ia akan berpisah kembali dengan anak angkat dia, untuk kedua kalinya.
💟💟💟💟💟💟💟💟💟💟💟
__ADS_1
Hai pembaca setia AYU YG MALANG ikuti terus ya ceritanya dan jangan lupa beri dukungan like dan komen dibawah ini 👇👇👃👃.