
Merasa emosi dia sudah reda, Rido bangun dari duduk dia, lalu pergi keruangan mama dia, dari jauh ia melihat Ika sudah tersenyum manis kepada dirinya, ingin rasanya Rido menghajar Ika, tapi ia menahan rasa marah dia, yang sudah kembali datang setelah melihat Ika.
"Bang, dari mana kok lama sampainya?" ucap Ika setelah Rido dekat.
Rido diam saja dan berlalu dari hadapan Ika, Rido mendekati mama dia, Rido memeriksa keadaan mama dia, setelah memeriksa keadaan mama dia, Rido mengelus tangan mama dia lalu menciumnya, air mata Rido mengalir tidak bisa ditahan, kesedihan dia bertambah saat mengetahui istrinya sering berbohong kepadanya.
Semenjak Rio dan Rini berpisah, Rido sangat terpukul, dia selalu berdoa agar mama dan papa dia kembali rujuk, ditambah melihat mama dia berubah dan sering melamun itu juga membuat Rido sakit, belum reda rasa sakit yang Rido rasakan, tiba-tiba papa dia mengabari kalau ia akan menikah, rasa sakit yang Rido rasakan semakin bertambah, apa lagi melihat papa dia menikah Rido sangat terluka, tapi Rido mencoba ikhlas menerimanya, dan sekarang ia harus melihat mama dia terbaring lemah tidak berdaya dan mengetahui kala istri dia sering bohong kepadanya, itu yang membuat Rido semakin sakit, Rido tidak tau harus kemana ia bersandar mencurahkan rasa sakit dia.
Ika heran melihat tingkah suami dia tidak seperti biasanya.
"Kenapa bang Rido kelihatan banyak pikiran ya, apa karena mama dia sakit?" Ika bertanya-tanya dalam hati, lalu ia mendekati suami dia, setelah dekat ia mengelus kelapa Rido, sontak Rido terkejut dengan perlakuan Ika, lalu Rido menepis tangan Ika yang ada di kepala dia.
"Abang kenapa sih, kalau kalau abang sedih karena mama sakit jangan lampiaskan ke Ika, Ika juga sedih melihat mama seperti ini, Ika capek mulai kemarin abang cuekin," ucap Ika dengan rasa kesal dia karena diacuhkan Rido.
"Apa kamu bilang capek, wah kamu capek ya, ya sudah kamu pergi kemana maumu jangan menampakkan wajahmu lagi dihadapan ku," ujar Rido karena sudah emosi.
"Abang tega ngomong gitu sama Ika, kurang apa Ika selama ini, seharusnya abang berterimakasih ke Ika karena sudah menjaga mama, tapi abang malah mengusir ku hiks.. hiks..hiks," kata Ika sambil menangis mengeluarkan air mata buaya.
"Pergi kau dari hadapanku!" ucap Rido membentak Ika, karena Ika tidak bergerak Rido menarik Ika keluar dari ruangan mama dia lalu menyuruh Ika pergi, melihat muka Rido yang kelihatan marah Ika akhirnya pergi.
Sedangkan Rido kembali keruangan mama dia, Rido sengaja mengusir Ika, karena takut semakin lama Ika disitu, Rido semangkin emosi dan melayangkan pukulan ke Ika, karena itu Rido menyuruh Ika pergi.
__ADS_1
Sementara Ika pergi ke kontrakan abang dia, sesampainya disana Ika mengadu semua perbuatan Rido tadi kepada abang dia, ya itu Parel.
Mendengar apa yang disampaikan Ika, Parel emosi lalu Parel menelepon Rido,
"Rido yang sedang termenung didekat mama dia, mendengar suara ponsel dia berbunyi tanda ada yang menghubungi, lalu Rido melihat siapa yang menghubungi dia, Rido melihat nama Parel yang menghubungi dia, ia malas mengangkat ia tau kalau Parel mengubungi dia karena aduan Ika, Rido malas untuk bicara masalah Ika saat ini, karena itu Rido tidak menjawab telepon dari Parel.
Karena tidak diangkat telepon dia, emosi Parel bertambah, lalu ia pergi kerumah sakit mendatangi Rido, sesampainya Parel dirumah sakit ia segera mencari kamar inap mama Rido, Parel dengan mudah menemukannya karena Ika sudah memberitahu alamatnya.
Setelah Parel sampai didepan ruangan Rini, Parel segera masuk tanpa permisi, Rido menoleh setelah mendengar ada yang masuk, Parel segera menarik kerah baju Rido lalu berkata,
"Kenapa kau buat adikku menangis, aku sudah memperingatkan berulangkali jangan kau sakiti adikku," ucap Parel menginginkan suara dia.
Rido menepis tangan Parel, lalu Rido berkata,
"Apa kau bilang, kau sudah mengusir adikku dan membuat adikku menangis, kalau bilang menunggu besok aku kecewa padamu do, kukira setelah menikah dengan mu adikku akan bahagia, nyatanya tidak!" kata Parel dengan penuh emosi.
"Kau hanya mendengar aduan adikmu tanpa tau permasalahannya kau sudah emosi, biar kau tau karena aku takut aku terpancing emosi Ika ku suruh pergi, aku sudah menahan emosi sejak kemarin sama dia, kau tau kelakuan adikmu itu, tiap hari pergi entah kemana, bahkan tadi aku suruh menjaga mama selama aku kerja, dia pergi meninggalkan mama seharian dia pulang saat aku mau pulang," jawab Rido menjelaskan.
Mendengar apa yang dikatakan Rido, Parel jadi malu, lalu ia minta maaf ke Rido, Rido memaafkan lalu Parel pulang, Parel dengan penuh amarah.
Sesampainya Parel dirumah dia, Ika segera menyambut abang dia, Ika penataran apa yang terjadi saat Abang dia mendatangi Rido, lalu Ika bertanya,
__ADS_1
"Bagai mana bang? apa bang Radit minta maaf sama abang karena sudah mengusirku," tanya Ika dengan tidak sabaran menunggu jawaban Parel.
"Abang yang minta maaf kedia," jawab Parel, Ika terkejut mendengar perkataan abang dia.
"Kenapa abang yang minta maaf?" ucap Ika.
"Karena punya adik yang tidak tau diri," kata Parel sambil pergi dari hadapan Ika, Parel pergi karena takut memukul adiknya nanti kalau terus melihat adiknya dihadapan dia.
Melihat abang dia bersikap seperti itu, Ika semakin penasaran, ia mengejar Parel dan menarik tangan Parel agar berbalik menghadapnya.
"Abang ngomong apa, Ika tidak mengerti apa yang abang bicarakan?" ujar Ika.
"Kamu tau kelakuanmu sudah diketahui suamimu!" kata Parel membentak.
"Kelakuanku yang mana, aku tidak pernah membuat kesalahan," jawab Ika mengelak.
"Ya ampun kenapa kamu tidak merasa bersalah sedikitpun, kamu pikir sendiri apa salahmu," kata Parel, lalu pergi dari hadapan Ika.
Ika kembali mengejar Parel, dan kembali menarik tangan Parel, lalu berkata,
"Kesalahan apa bang, Abang jangan mau mendengarkan perkataan bang Rido," ucap Ika.
__ADS_1
"Kamu mau tau kesalahan kamu, kamu tidak pernah menjalankan kewajibanmu sebagai seorang istri, tiap hari kerjaan mu keluyuran tidak jelas, setelah Rido pergi kerja kau pun pergi, dan pulang sebelum Rido pulang, bahkan tadi kau pergi meninggalkan mama Rini yang senang sakit, dimana hatimu, kau bukan seperti adikku yang dulu kali, Abang kecewa dengan mu," papar Parel, setelah mengatakan itu Parel pergi kekamar dia, sedangkan Ika tidak lagi menghalangi Abang dia.
"Kenapa bang Rido tau kalau aku pergi keluar ya, ini pasti Susi yang mengadu sama bang Rido," ucap Ika bicara sendiri, lalu ia pergi kerumah mereka untuk mendatangi Susi.