
''Bagai mana kamu sudah mengambil keputusan?" Kata Andi bertanya. Andi sengaja mendatangi Ayu ke kamar Ayu, setelah sekian lama ia ingin berbicara berdua dengan Ayu, tapi Ayu selalu menghindar ia sengaja mengambil kunci cadang kamar Ayu agar ia bisa masuk ke kamar Ayu. Melihat Andi sudah ada di kamarnya Ayu ketakutan ia tidak tau harus berbuat apa.'' Melihat Ayu yang hanya diam sambil menunduk Andi kembali berkata.
''Kamu gak usah mikirin apa-apa kalau urusan Wati biar Abang yang urus, untuk sementara hubungan kita nantinya kita rahasiakan dulu dengan Wati, sampai waktu yang tepat mengatakan ke dia. abang janji sama kamu abang akan adil sama kamu dan juga Wati, kita pasti bisa menjalani pernikahan ini." Kata Andi meyakinkan Ayu.
''Ayu, tidak mau menikah Ayu mau fokus mengurus Leo. ''Kata Ayu menolak permintaan Andi.
''Kamu jangan egois yu, kamu harus memikirkan anak mu! Leo perlu seratus yang jelas agar ia bisa sekolah, apa kamu tidak memikirkan kalau dia sudah besar nantinya Leo akan di caci semua orang dan dijuluki dia anak haram. Abang janji abang akan menyayangi Leo seperti anak ku sendiri." Kata Andi meyakinkan Ayu.
__ADS_1
''Ayu tidak mau merusak rumah tangga orang, Ayu juga tidak ada perasaan sama abang, maaf Ayu tidak bisa menerima permintaan abang sebagai ayah sambung Leo." Kata Ayu menolak lamaran Andi.
''Untuk saat ini kamu belum cinta sama abang, tapi abang yakin seiring waktu berjalan kamu pasti bisa mencintai abang kamu harus memikirkan Leo, ia butuh kasih sayang dari seorang ayah, abang janji abang akan menjadi ayah yang baik untuk Leo.'' Kata Andi ia tetap kekeh ingin menjadikan Ayu sebagai istri ke 2 nya.
''Ayu tetap tidak bisa menerima abang, kalaupun Leo butuh ayah Ayu akan mencari ayah sambung untuk dia tapi bukan abang.''Kata Ayu kembali menolak Andi.
''Bang, ku mohon hentikan Leo nangis." Kata Ayu memohon. Tapi Andi tidak perduli ia sudah gelap mata karena cemburu saat mendengar perkataan Ayu yang ingin mencari ayah sambung orang lain untuk Leo. Leo terus saja menangis sehingga membangunkan bu Wati, mendengar anak angkatnya menangis bu Wati segera mendatangi kamar Ayu. bu Wati memang sering datang ke kamar Ayu kalau tengah malam Leo nangis, sebab itulah ia membawa kunci cadang kamar Ayu, ia sudah menganggap Ayu seperti adik dia sendiri. Mendengar suara membuka kunci kamar, Andi menghentikan aksinya ia segera membetuli bajunya yang berantakan lalu ia bersembunyi dibawah tempat tidur, Ayu juga membetuli bajunya walau ia baru saja dilecehkan Ayu berusaha menutupi kepada bu Wati, ia tidak akan mengatakan apa yang terjadi pada dirinya ke bu Wati sebab ia tidak tega melihat bu Wati hancur menerima kenyataannya. Ayu sudah bertekad akan pergi dari rumah itu besok pagi.
__ADS_1
''Anaknya nangis bukannya di diamkan malah melamun. " Kata bu Wati. Mendengar suara bu Wati barulah Ayu tersadar dari lamunannya Ayu melihat bu Wati sudah ada di depannya sambil menggendong Beby Leo.
''Nih susui Leo, dia sudah haus dari tadi nangis terus kamu biarkan. Kamu mikir apa sih yu? dari tadi melamun terus." Kata bu Wati, ia penasaran melihat Ayu kelihatan banyak pikiran. setelah bu Wati menyerahkan Beby Leo ke Ayu bu Wati menukar lampu yang tadinya lampu tidur sekarang sudah terang setelahnya bu Wati duduk disebelah Ayu, bu Wati memperhatikan beny Leo saat menyusui ia sangat suka melihat Leo sedang menyusui tangan bu Wati mengelus pipi Leo, saat ia memperhatikan Leo yang lagi menyusui tidak sengaja bu Wati melihat ada tanda merah di leher Ayu ia menajamkan menglihatannya mana tau ia salah lihat pikirnya, tapi semakin ia memperhatikan tetap saja tanda merah itu masih ada malah bertambah bukan hanya satu tapi ada tiga tanda merah dileher Ayu. Sebagai wanita yang sudah bersuami ia tahu betul bahwa tanda merah itu adalah bekas ciuman, tapi siapa? pikir bu Wati."
💟💟💟💟💟💟💟💟💟💟
Hai pembaca setia AYU YANG MALANG ikuti terus ceritanya juga dukung dengan cara beri like dan komen dibawah ini 👇👃👃
__ADS_1