
''Pa dimana anak kita?" kata Mawar, sambil memperhatikan semua ruangan itu, namun yang ia cari tidak ada, kekuatiran Mawar semakin menjadi ia menduga-duga hal buruk telah terjadi selama ia pingsan terhadap Anak dia.
''Maafkan Papa Ma, Anak kita sudah meninggal ini semua salah Papa kalau saja Papa tidak mendorong Mama mungkin Anak kita masih hidup," ujar pak Pajar dengan penuh penyesalan dihati dia.
Mendengar perkataan suami dia, Mawar langsung menangis meraung, ia belum bisa menerima kenyataan kalau Anak dia sudah meninggal baru saja ia kehilangan Anak dia kini ia harus kehilangan Anak dia lagi untuk yang ketua kalinya itu yang membuat Mawar begitu terpukul.
Melihat istri dia menangis kencang sampai suara Mawar terdengar sampai keluar, pak Pajar mencoba menenangkan istri dia, dengan cara meluk dan mengelus bahu Mawar agar Mawar berhenti menangis, akhirnya Mawar bisa dibujuk, setelah lelah menangis Mawar tertidur lagi, mungkin karena sudah capek menangis apalagi dia baru siuman, pak Pajar membetuli posisi Mawar dan menyelimutinya setelah itu ia memandang wajah Mawar yang ia tampar kemarin, tangan pak Pajar terulur menyentuh pipi Mawar yang masih ada bekas tangan dia, rasa bersalah dia semakin dalam karena sudah menyakiti istri dia sampai mereka kehilangan Anak mereka.
Selama dirumah sakit pak Pajar telaten mengurus Mawar, ia tidak pernah pergi bekerja, melihat sikap pak Pajar seperti itu Mawar memaafkan pak Pajar, ia juga mulai bisa mengikhlaskan kepergian Anak dia, Mawar berdoa agar sikap pak Pajar akan tetap seperti itu sampai mereka pulang dari rumah sakit.
**
Setelah mereka pulang dari rumah sakit, hari-hari pak Pajar sering melamun, ia memikirkan apa arti mimpi dia itu, setelah ia merenung cukup lama ia menyimpulkan bahwa kejadian yang menimpa keluarga dia, itu hukuman dari Tuhan sampai anak dia meninggal dia kali adalah karma yang harus ia terima karena sudah tidak menepati janji dia yang harus mengurus Ayu, malah ia menyerahkan Ayu ke pak Rahmat mantan mertua dia, mengingat semua musibah yang ia hadapi pak Pajar baru menyadari begitu banyak kesalahan yang ia lakukan terhadap Ayu.
Pak Pajar mengingat sewaktu ia dan istri dia almarhum bu Lia mengangkat Ayu, mereka berjanji akan mengurus Ayu sampai Ayu dewasa, walau ia punya anak kandung sendiri itulah janji dia sewaktu mengangkat Ayu kepada pak Maksum, mengingat itu semua rasa bersalah dia ke Ayu semakin bertambah ia menyesal mengambil keputusan memberikan Ayu ke pak Rahmat, hanya karena permintaan istri dia, karena takut anak dia kenapa-kenapa, seakan dia tidak yakin dengan adanya tuhan itu yang membuat pak Pajar semakin dilanda rasa bersalah, tapi ia tidak bisa mengulang masa lalu ia hanya bisa memperbaiki kesalahan dia.
__ADS_1
Pak Pajar berniat berkunjung ke rumah pak Rahmat, ia ingin meminta maaf kepada pak Rahmat karena ia sudah melupakan janji dia yang akan menjemput Ayu setelah istri dia melahirkan, tapi sampai dua tahun ia tidak menjemput Ayu.
Mengingat itu pak Pajar sebenarnya malu menampakkan wajah dia lagi dihadapan pak Rahmat, tapi karena ia berniat memperbaiki kesalahan dia juga memperbaiki hubungan dia dan mantan mertua dia, ia harus menebalkan muka dia menghadap kepada pak Rahmat, ia akan terima apapun yang nantinya akan dikatakan pak Rahmat walau ia dimaki atau dipukul, ia ikhlas karna ia tau ia salah, lalu pak Pajar mengumpulkan Mama dia juga Mawar.
Pak Pajar menyampaikan niat dia itu kepada istri dan juga ibu dia dengan harapan mereka mendukung niat dia, tapi semua tidak seperti yang dia harapkan.
Tentu saja bu Parida menolak begitu juga dengan Mawar juga menolak niat pak Pajar, karena mereka berdua tidak pernah suka melihat Ayu, tapi pak Pajar tidak perduli walau mereka menolak, pak Pajar tetap akan pergi ke rumah pak Rahmat karena niat dia sudah bulat untuk memperbaiki kesalahan dia.
Bu Parida sangat Marah dengan keputusan pak Pajar, begitu juga dengan Mawar, ia juga keberatan kalau Ayu kembali kerumah mereka bu Parida dan Mawar berusaha menghalangi pak Pajar agar tidak pergi menjemput Ayu, tapi usaha mereka sia-sia karena pak Pajar sudah tidak mau mendengar perkataan mereka berdua.
**
Ia singgah di toko kue untuk membeli oleh-oleh, ia membeli beberapa kue untuk dibawa ke rumah pak Rahmat, setelah selesai membeli kue lalu ia pergi ke toko baju.
Ia membeli beberapa pasang baju untuk Ayu, ia pergi sendiri karena ibu dan juga istrinya tidak mau ikut, jangankan ikut pak Pajar pergi saja mereka menghalangi pak Pajar yang mau pergi, pak Pajar tidak perduli dengan larangan mereka, pak Pajar sudah bertekad ingin memperbaiki kesalahan dia selama ini, karena dia tau Allah marah sama dia, dan mengambil anak dia kembali karena ia tidak mengasuh Anak angkat dia Ayu, padahal Ayu anak yatim piatu.
__ADS_1
Sesampainya ia di halaman ramah pak Rahmat, pak Pajar turun dari mobil ia menurunkan semua oleh-oleh yang ia beli tadi, ia membawa oleh-oleh itu ke rumah pak Rahmat, ia melihat sekeliling rumah pak Rahmat, tapi ia tidak melihat ada orang di rumah itu, ia mengetuk pintu rumah pak Rahmat.
''Assalamualaikum!" ucap pak Pajar ia menunggu orang yang menerima salam dia, sudah beberapa saat ia menunggu namun tidak ada jawaban dari dalam, lalu ia mencoba lagi mengetuk pintu rumah Pak Rahmat.
''Permisi!'' kata pak Pajar namun tidak tidak ada jawaban juga, ia mengutuk rumah pak Rahmat sampai beberapa kali, namun tetap saja tidak ada yang menyahut, ia menyerah tidak lagi mengetuk rumah pak Rahmat, ia pergi kesamping ke rumah Rio di sana ia melihat Ayu dan Rido bermain, dibelakang rumah Rio. Lalu pak Pajar memanggil Ayu.
''Ayu ini Papa!" kata pak Pajar, namun Ayu diam saja, Ayu segera pergi setelah melihat Papanya, melihat reaksi Ayu seperti itu membuat pak Pajar jadi sedih tapi pak Pajar tidak menyalahkan Ayu bersikap seperti itu malah ia menyalahkan diri dia sendiri.
''Ada perlu apa Pakde kemari?" ujar Rido kepada pak Pajar Rido tau kalau pak Pajar tidak pernah datang selama ini, jadi kalau datang saat ini pasti ada keperluan pikir Rido.
''Pakde kemari mau jumpa kakek sama Nenek," jawab pak Pajar beralasan, ia merasa malu saat Rido bertanya.
💟💟💟💟💟💟💟💟💟💟💟💟
Hay pembaca setia AYU YANG MALANG ikuti terus jalan ceritanya juga beri dukungan like dan komen.👇👃👃
__ADS_1