
Sudah satu Minggu Ayu tinggal di rumah pak Adi, istri pak Adi sudah ramah ke Ayu, karena istri pak Adi sudah tau kalau Ayu bukan selingkuhan suaminya. Ayu juga merasa nyaman tinggal bersama keluarga pak Adi, Ika juga senang dengan kehadiran Ayu dan Leo di rumah mereka, Ika jadi ada teman apa lagi ia sangat senang dengan Beby Leo setiap pulang sekolah ia bermain bersama baby Leo.
Hari ini Ayu pergi ke warung dekat rumah pak Adi. ''Bu Nur, "Kata Ayu menyapa, ia ingin menyampaikan niatnya.
''Iya ada apa yu?" Kata bu Nur menjawab.Dengan takut-takut Ayu berkata.
''Boleh Ayu nitip kue di warung ibu?" Kata Ayu.
''Boleh, tapi apa tidak kerepotan Ayu kan punya anak bayi?" Kata Nur bertanya.
''Tidak Bu anakku orang tidak rewel jadi aku bisa jaga sambil buat kue!" Kata Ayu.
''Jadi kapan Ayu titip kue nya?" Kata bu Nur.
''Besok saja bu, hari ini Ayu belanja bahannya ke ibu, tapi Ayu punya modal sedikit kalau uang Ayu kurang Ayu bisa kasbon, nanti Ayu bayar setelah kue nya habis." Kata Ayu.
''Bisa yu! ya sudah kamu bilang apa saja bahan yang kamu perlukan biar ibu buatkan." Kata bu Nur.
Setelah selesai berbelanja Ayu kembali ke rumah pak Adi dengan membawa belanjaan dia, bu Ati yang melihat Ayu membawa belanjaan lumayan banyak heran lalu bertanya.
"Bawa apa kamu yu?"Kata bu Ati.
''Bahan buat kue bu!" Kata Ayu menjawab.
__ADS_1
''Kamu jadi jualan kue?" Kata bu Ati bertanya.
''Jadi bu, biar ada kesibukan Ayu."Kata Ayu menjawab.
''Ya sudah biar ibu bantu bikin kue nya, Leo biar si Ika yang jaga." Kata bu Ati.
Bu Ati dan Ayu membuat kue, sedangkan Ika menjaga Leo, esok hari nya Ayu menitipkan kue dia di warung bu Nur, sore harinya kue Ayu sudah habis, Ayu belanja lagi dan menitipkan kue lagi. Setiap hari kue Ayu habis terjual ia sudah menambah kue dia di titip kan ke warung lain lagi, sekarang ada tiga warung yang Ayu titip kue.
Tidak terasa sudah enam bukan Ayu berada di desa itu saat ini Ayu tidak lagi tinggal di rumah pak Adi, Ayu menyewa rumah tidak jauh dari rumah pak Adi, walau pak Adi dan istri melarang Ayu pindah tapi Ayu tetap pindah karena ia sungkan terus menumpang.
Hari ini anak pak Adi yang kuliah pulang kampung. karena ini libur panjang.
''Assalamualaikum!"Kata parel mengucap salam sebelum masuk rumah.
Parel masuk rumah ia menyalami ibu nya dan mencium tangan bu Ati ia heran melihat ada anak kecil di rumah mereka.
''Loh kenapa tidak mengabari mau pulang?" Kata bu Ati bertanya.
''Sama saja ngabari tidak ngabari toh sambutannya tetap sama."Kata Parel menjawab ia berkata sambil tertawa.
''Kalau kamu ngabari ibu pasti buatkan makanan ke sukaan mu." Kata bu Ati menjawab.
''Ibu bicara seperti itu karena aku tidak ngabari, coba aku ngabari seperti kemarin-kemarin mana ada ibu buat makanan ke sukaan ku."Kata Parel menjawab.
__ADS_1
''Sekarang beda, ibu sudah ada penghasilan ibu sendiri."Kata bu Ati memberitahu.
''Ibu sekarang sudah kerja, kerja apa?" Kata Parel bertanya.
''Nih momong anak Ayu."Kata bu Ati memberitahu.
''Ini anak siapa bu, seingat ku tidak ada yang namanya Ayu di kampung kita ini?" Kata Parel sambil mengingat-ingat.
''Ayu itu, bla bla bla bla."Bu Ati menceritakan semua kisah Ayu yang bu Ati ketahui.
''Malang sekali nasip dia, ini anak dia nama nya si apa bu?" Kata Parel bertanya ia berkata sambil mengambil anak Ayu dari ibu Ati lalu ia menggendongnya.
"Nama aku Leo om," Kata bu Ati menirukan suara anak kecil.
"Oh nama nya Leo ya, kenalkan nama om Parel, ya sudah kalau tidak ada yang mau jadi papa mu, biar om saja yang jadi papa mu ya." Kata Parel bercanda ia berkata sambil tertawa.
"Ogah jadi papa orang kere, biaya hidup mu saja masih minta sudah mau jadi papa nya Leo, kuliah yang benar setelah itu baru kerja setelah kerja baru mikirin menikah."Kata bu Ati menasehati anaknya.
"Cuma bercanda bu, mana mungkin aku menikahi anak orang, mau di kasih makan apa." Kata Parel.
"Mana tau kalau kamu melihat ibunya kamu langsung suka lalu kamu serius ibunya cantik lo" Kata bu Ati bercanda.
"Iya ibu cantik aku jadi penasaran yok om antar ke rumah Leo, om mau lihat ibu mu." Kata Parel bercanda.
__ADS_1
"Dasar gatel di bilang cantik langsung mau disamperin."Kata bu Ati, sambil tertawa, Parel juga ikut tertawa.