
Ayu menangis terisak mendengar percakapan bule Rini juga bude Ria nya, ia bangun dari tidurnya setelah bule Rini dan bude Ria nya keluar, ia memperhatikan muka Rido yang nyenyak tidur, ada rasa ingin pergi meninggalkan Rido tapi ia tidak sampai hati meninggalkan Rido karena Rido saat ini masih sakit belum lagi ia belum bertemu dengan almarhum neneknya setelah meninggal ia ingin melihat pemakaman neneknya untuk terakhir kalinya.
Ayu mendengar ada suara orang masuk, ia kembali membaringkan badannya dan memejamkan kembali matanya.
''Yu, bangun!" pak Pajar menepuk badan Ayu agar bangun, setelah Ayu bangun pak Pajar juga membangunkan Rido, ia menyuruh mereka bersiap karena mereka akan berangkat ke Jakarta.
''Pakde, bagai mana keadaan Nenek?" tanya Rido, ia belum tau kalau nenek dia sudah meninggal.
''Nenek sudah meninggal, kami harus kembali ke rumah, kalian langsung ke rumah sakit Jakarta, biar kami yang mengurus pemakaman nenek," tutur pak Pajar.
''Innalillahiwainalillahirojiun, apa tidak bisa ditunda operasinya setelah pemakaman nenek, Rido ingin melihat pemakaman nenek untuk yang terakhir kalinya,''ujar Rido.
''Tidak bisa do, pakde sama papa mu sudah bertanya ke dokter, malah kalian yang lebih dulu berangkat ke Jakarta," kata pak Pajar.
''Kalau begitu aku mau ketempat almarhum Nenek,'' Rido berkata.
''Ya sudah pakde panggil papa mu, agar dia yang membawa mu ke sana," ujar Pak Pajar, Rido menyetujuinya lalu pak Pajar pergi menemui Rio, selang berapa saat pak Pajar dan Rio sudah kembali ke kamar inap Rido.
**
Ayu dan Rido sudah berada di ruangan jenazah neneknya, Ayu menangis melihat neneknya sudah terbujur, ia sangat sedih lagi-lagi orang yang mengurus dia, meninggal Ayu tidak tau kenapa ia harus mengalaminya.
Rido juga sangat sedih melihat neneknya untuk yang terakhir kalinya karena sewaktu kecil neneknya yang sering menjaga dia, mengingat kasih sayang neneknya ke dia, mengingat itu Rido meneteskan air matanya.
__ADS_1
''Selamat jalan nek, semoga Allah memberi surga yang paling indah buat Nenek," ujar Rido, sambil mencium almarhum bu Aini, ia juga memeluk almarhum neneknya.
Ayu juga mencium dan memeluk almarhum bu Aini.
''Selamat jalan nek, Ayu bersukur dirawat nenek, maafkan Ayu belum bisa membalas kebaikan nenek hiks..hiks..hiks," ujar Ayu, Rido yang melihat istrinya menangis mencoba menenangkannya.
''Sudah dik, iklas kan kepergian nenek kalau adik sayang nenek adik berdoa saja buat almarhum nenek," kata Rido sambil mengelus kepala Ayu dengan kasih sayang.
**
Ayu bersama Rido juga Rini pergi ke Jakarta, sedangkan Rio dan pak Pajar juga Ria saat ini sedang menunggu ambulance yang akan mengantar mereka.
Saat mereka menunggu ambulance pak Adi bersama keluarganya datang, mereka dikabari Rido.
''Tidak apa-apa,'' ujar Rio.
''Kami turut berduka cita atas kepergian bu Aini,'' kata pak Adi.
''Rido mana?"tanya Parel.
''Sudah dia bawa ke rumah sakit Jakarta,'' jawab Rio.
Ika juga Radit ikut, mereka menyalami pak Pajar dan juga Rio juga Ria, saat Radit menyalami Rio, Rio seperti mengenal Radit, tapi ia lupa dimana ia mencoba mengingat-ingat tapi tetap saja ia lupa, lalu Rio bertanya.
__ADS_1
''Sepertinya kita pernah bertemu, muka mu tidak asing tapi aku lupa dimana?" tanya Rio.
Pertanyaan Rio sukses membuat cantung Radit mau copot.
''Mungkin kamu salah orang,"kata pak Pajar.
''Tapi muka dia tidak asing," Ucap Rio tetap kekeh ingin tahu.
Radit hanya diam saja tidak tau harus berkata apa.
''Iya nak, apa kamu mengenal bapak ini" tanya pak Adi.
''Saya tidak ingat atau saya mungkin lupa,'' jawab Radit.
''Tuh kan sudah aku bilang kamu salah orang,'' Kata pak Pajar, tapi Rio tidak percaya melihat wajah Radit yang kelihatan pucat saat dia mengatakan ia mengenalnya.
''Tidak usah dibahas, kita pergi melihat jenazah bu Aini,'' ujar bu Ati.
Lalu mereka melihat jenazah bu Aini, Radit bisa bernapas lega setelah mereka mengalihkan pembicaraan mereka.
Setelah berbincang-bincang Kumayan lama pak Adi berpamitan bersama keluarganya, setelah itu mereka pulang, setelah mereka pergi Rio mengingat siapa itu Radit.
''Astaga kenapa aku bisa lupa sama bajingan itu,''ucap Rio, lalu ia bangun dari duduknya pergi mencari keluarga pak Adi yang baru pergi, Rio memastikan kalau mereka belum jauh.
__ADS_1
''Do! kamu mau ke mana kita sudah mau berangkat,'' kata pak Pajar, namun Rio tidak menjawab ia malah lari mengejar Radit, ia sudah sangat geram mengingat muka Radit tadi yang seakan tidak mengingat dia, apa lagi mengingat penderitaan Ayu setelah dinodai si Radit.