Ayu Yang Malang

Ayu Yang Malang
Part 126


__ADS_3

Rini sudah sembuh setelah Rido mau memaafkan dia, kini Rido juga sudah seperti biasanya tidak lagi diam saja, Rido mencoba ikhlas menerima takdir dia harus berpisah dengan Ayu karena ulah Mama dia, ia hanya bisa berdoa semoga Ayu dalam keadaan baik-baik saja dimanapun dia berada.


Sementara itu bu Sania terpaksa merestui Vania dan Parel karena Vania mengancam akan bunuh diri kalau tidak jadi menikah dengan Parel, saat ini bu Sania dan pak Fatur sibuk menyiapkan pesta pernikahan Vania, sementara itu Paujan sudah dikabari hari apa adik dia menikah, tapi ia belum berani mengatakan kepada orang tua dia kalau ia sudah menikah dengan Ayu.


Paujan galau ia tidak berani membawa Ayu ke keluarga dia karena takut Ayu ditolak keluarga dia, ia tidak mau Ayu sakit hati karena kelakuan keluarga dia, ia juga tidak mungkin berani melawan orang tua dia.


Saat malam hari Paujan sedang berbaring ditempat tidur tiba-tiba Ayu masuk kekamar dia, Paujan terkejut melihat Ayu masuk kamar dia, lalu ia bertanya karena Ayu diam saja berdiri didepan pintu kamar dia.


"Apa ada yang mau dibicarakan," tebak Paujan karena tidak biasanya Ayu masuk kamar dia, mereka memang tidur terpisah mulai dari mereka menikah, Paujan yang meminta seperti itu karena Ayu belum siap menjadi istri dia seutuhnya.


Mendengar pertanyaan Paujan Ayu jadi gugup keberanian dia tiba-tiba hilang setelah berhadapan dengan Paujan, Paujan heran melihat Ayu kelihatan gugup, lalu Paujan bertanya kembali,


"Ayo kita keluar kalau ada yang mau dibicarakan," ujar Paujan karena melihat Ayu malu.


"Aku mau bicara sama Mas," kata Ayu dengan suara gugup.


"Ya sudah kita keluar," ajak Paujan ia tau kalau Ayu tidak nyaman berada dikamar dia.


Ayu dan Paujan saat ini duduk diruang televisi, Ayu gemetaran tangan badan dia sudah keringatan, ia sangat gugup mau bicara kepada Paujan, karena Ayu diam saja Paujan memulai pembicaraan.


"Ayu mau bicara apa sama Mas?" kata Paujan sambil menduga-duga dalam hati apa yang akan dibicarakan Ayu.

__ADS_1


"Ayu sudah siap jadi istri Mas seutuhnya," jawab Ayu setelah mengatakan apa yang ia ingin sampaikan Ayu menunduk karena malu. Saat mereka baru menikah Paujan memang memberi ruang untuk Ayu berpikir bagai mana rumah tangga mereka kedepannya, kalau memang Ayu belum siap menjadi istri dia, Paujan reka menunggu sampai Ayu siap, karena itu mereka pisah kamar.


Melihat Paujan begitu baik terhadap Anak dia juga kepada dia, Ayu mencoba membuka pintu hati dia menerima Paujan sebagai suami dia seutuhnya, mendengar apa yang dikatakan Ayu hati Paujan sangat senang, tidak sia-sia dia menunggu sampai tiga bukan lamanya.


"Terimakasih sudah mau menerima Mas seutuhnya, Mas janji akan berusaha membagikan kamu juga Anak-anak," kata Paujan, Ayu menganggukkan kepala dia tanda setuju.


Mulai malam itu Ayu sudah tidur sekamar dengan Paujan, mereka juga sudah melakukan hubungan suami istri, Ayu selalu berusaha menjadi istri yang baik untuk Paujan, walau terkadang hati Ayu was-was takut kalau hubungan mereka tidak direstui keluarga Paujan, bayang-bayang disaat dia disuruh meninggalkan Rido sewaktu menjadi istri Rido terus menghantui Ayu, ia takut kalau orang tua Paujan juga akan melakukan hal yang sama seperti orang tua Rido.


Ayu selalu penasaran kenapa Paujan tidak pernah bercerita tentang orang tua dia, tapi Ayu tidak berani bertanya, seharusnya Paujan membawa dia menemui keluarga dia untuk mengenalkan dia ke keluarga dia, tapi jangankan mengenalkan bicara tentang orang tua dia saja Paujan tidak pernah itu yang menjadi pertanyaan dihati Ayu.


Pernikahan Vania dengan Parel tinggal dua hari lagi, segala persiapan sudah hampir selesai, hari ini Vania menghungi abang dia, ia takut abang dia lupa dan tidak jadi datang dihari bahagia dia.


"Halo Assalamualaikum, ada apa Van," kata Paujan, ia sengaja bertanya agar adik dia mengomel, ia sudah lama tidak mendengar adik dia mengomeli dia.


"Jangan marah-marah nanti cepat tua, suami mu nanti kabur kalau kau sering marah," kata Paujan membujuk adik dia.


"Abang sih, paling suka buat aku marah, oh iya bang, abang jadi pulangkan, aku cuma ngingetin abang biar gak lupa kalau adik abang yang cantik sedunia ini dua hari lagi akan menikah, Abang harus datang kalau tidak aku gak mau menganggap abang sebagai Abangku lagi," kata Vania mengancam agar abang dia datang dihari pernikahan dia.


"Iya adik abang yang paling cantik sedunia abang pasti datang," jawab Paujan agar adik dia tidak marah lagi.


"Janji ya, awas kalau sampai tidak datang," ancam Vania.

__ADS_1


"Iya janji," jawab Paujan agar adik dia tenang.


"Ya sudah aku tutup dulu teleponnya assalamualaikum," ucap Vania diakhir pembicaraan mereka.


"Wa, allaikumsalam," jawab Paujan telepon pun terputus.


Paujan menarik napas panjang ia masih ragu untuk mengatakan semuanya kepada orang tua dia.


"Apa aku datang sendiri saja ya, kalau aku bawa Ayu aku takut Mama tidak suka dan akan mengeluarkan kata-kata pedasnya, aku tidak mau kalau sampai Ayu sakit hati dibuat keluargaku," kata Paujan bicara sendiri, ia tau betul bagaimana sikap Mama dia, karena itu dia ragu membawa Ayu dihari pernikahan adik dia, ia takut kedatangan dia nantinya membuat kacau pesta adik dia karena dia membawa Ayu, akhirnya Paujan memutuskan akan pergi sendiri.


Malam harinya dirumah Paujan mereka berkumpul diruangan televisi, lalu Paujan berkata,


"Besok abang ada kerjaan kekota, kamu tidak apa-apa tinggal dirumah bersama Anak-anak," ucap Paujan meminta izin, ia terpaksa berbohong karena kalau ia mengatakan yang sebenarnya takut Ayu tersinggung.


"Tidak apa-apa, Mas pergi berapa hari?" kata Ayu ingin tau agar ia bisa menyiapkan keperluan suami dia.


"Balum tau berapa hari, paling cepat tiga hari tapi kalau ada kendala paling lama satu minggu," jawab Paujan.


"Ya sudah nanti aku siapkan keperluan Mas," kata Ayu lalu bangun dari duduk dia, tapi Paujan melarang dia.


"Tidak usah sekarang besok saja menyiapkan keperluan Mas, Mas berangkatnya agak siangan," kata Paujan.

__ADS_1


"Ya sudah aku tidurkan Anak-anak dulu," kata Ayu lalu pergi membara Adnan dan Adelia kekamar mereka, sedangkan Paujan pergi kekamar Leo, Paujan selalu mengakrabkan dirinya kepada Anak-anak Ayu terutama Leo agar mereka tidak canggung kepada dia, hampir tiap malam Paujan bercerita kepada Leo lalu tentang apa saja, dan dia juga selalu bertanya apa saja kegiatan Leo disekolah setiap harinya.


__ADS_2